Timor Leste
Timor Leste dan Indonesia Timur Akan Menyaksikan Gerhana Matahari Hibrida 20 April 2023
Fenomena Gerhana Matahari Hibrida yang langka akan disaksikan di langit pada 20 April 2023, termasuk di Timor Leste dan Indonesia Timur.
POS-KUPANG.COM - Fenomena Gerhana Matahari Hibrida yang langka akan disaksikan di langit pada 20 April 2023, termasuk di Timor Leste dan Indonesia Timur.
"Gerhana total akan terlihat di beberapa tempat sementara sebagian di tempat lain," kata Met Office, Rabu 12 April 2023.
Penonton di Pakistan dan juga di India akan melewatkan tontonan surgawi tersebut, menurut laporan tersebut.
Gerhana itu akan terlihat di sebagian wilayah Samudera Pasifik dan Hindia, Timor Leste, Australia Barat, dan Indonesia bagian timur.
Badan Bounty Timor Tours (BTT) akan memandu 36 ahli astronomi dari Amerika Serikat dan Rusia untuk mengamati fenomena Gerhana Matahari di Timor Leste khususnya di Beaco, kotamadya Viqueque.
Direktur BTT, Platao Lebre menjelaskan saat ini sudah ada 23 ahli astronomi Rusia dan 13 ahli astronomi Amerika yang memesan di agen ini untuk menyediakan pemandu wisata.
"Badan Pemandu Wisata kami telah membuka layanan sejak tahun 2021. Ada 23 ahli astronomi Rusia dan 13 ahli astronomi AS yang memesan untuk acara fenomenal tersebut," kata Platao Lebre, di Landmark, Fatuhada.
Selain ahli astronomi, ada 44 orang turis yang akan ikuti menyaksikan gerhana tersebut di Timor Leste, yakni turis dari Malaysia (1), Australia (2), Maroko (2), Turki (2), jurnalis BBC (1).
Baca juga: Kapan Gerhana Matahari? Ini Jawaban Buku Kelas 6 SD Tema 8 Halaman 94 95 96 97 98 99 dan 100
BTT juga berkoordinasi dengan Persatuan Pemuda Viqueque untuk menyediakan 32 kamar di rumah masyarakat. Ada 28 kamar dengan AS dan kamar lainnya tanpa AC.
BTT telah merancang permintaan khusus untuk gerhana matahari Beaco dengan menyediakan rencana perjalanan lima hari.
Menurut jadwal, para astronomi dan turis tersebut akan tiba di tempat pada tanggal 18 April 2023 dan perusahaan telah memberikan rangkaian kegiatan.
BTT merekomendasikan kepada pemerintah untuk lebih banyak berinvestasi dalam infrastruktur dasar untuk mengembangkan sektor pariwisata Timor Leste.
"Badan kami menyayangkan karena beberapa wisatawan memutuskan untuk membatalkan tur mereka ke Timor Leste untuk melihat peristiwa fenomenal gerhana matahari, dan memilih pergi ke negara Indonesia, seperti Papua, Kupang dan lainnya," pintanya.
Fenomena langka
Gerhana matahari hibrida jarang terjadi dengan hanya beberapa yang terjadi di setiap abad.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.