Pilpres 2024
Koalisi Besar Segera Bikin RPJP, Airlangga Hartarto: Akan Dibahas Dalam Waktu Dekat
Meski saat ini penggabungan dua koalisi untuk Pilpres 2024 masih sebatas wacana namun tidak demikian bagi Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto.
POS-KUPANG.COM - Meski saat ini penggabungan dua koalisi untuk Pilpres 2024 masih sebatas wacana, namun tidak demikian bagi Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto.
Menko Perekonomian RI ini mengatakan bahwa dalam jangka pendek, koalisi besar akan membuat RPJP ( Rancangan Pembangunan Jangka Panjang ) untuk periode pembangunan 2025-2045.
"Dalam waktu dekat akan dibuatkan RPJP oleh koalisi besar untuk selanjutnya dimasukkan ke DPR RI untuk dibahas bersama-sama."
Airlangga Hartarto mengatakan itu seusai bertemu dengan jajaran pengurus PSI ( Partai Solidaritas Indonesia ), Rabu 13 April 2023, termasuk Anggota Dewan Pembina PSI, Grace Natalie.
Dikatakannya, RPJP merupakan rencana pembangunan yang akan sesuai dengan visi kenegaraan. Visi itulah yang penting untuk dibahas bersama lima partai politik di parlemen yang tergabung dalam koalisi besar.
Baca juga: Airlangga Hartarto Santai Merespon Sorotan Anies Baswedan pada Menko: Kenapa? Kan Ada Empat
Kelima partai yang ada di parlemen sat ini, yakni Golkar, Gerindra, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
“Dalam jangka pendek, kita akan mempersiapkan yang namanya RPJP sesuai visi kenegaraan," tandas Airlangga Hartarto.
"Visi ini penting dibahas karena ini yang akan dibawa ke DPR untuk dibahas pada masa sidang saat ini sampai September."
"Kalau RPJP sudah dibahas, maka kita harapkan agar pada capres nanti kita mengacu pada RPJP yang baru,” ujar Airlangga.
Ketua Umum Partai Golkar yang menjadi inisiator terbentuknya Koalisi Indonesia Bersatu itu juga menyambut baik keinginan PSI bergabung dengan Koalisi Besar.
Apalagi PSI dan Partai Perindo juga sama-sama mendukung pembentukan koalisi besar untuk Indonesia.
Menurut dia, akan semakin baik kalau ada banyak partai yang menyamakan persepsi dan visi misi untuk Indonesia ke depan.
Selain memudahkan penyusunan peraturan perundang-undangan yang dibutuhkan untuk pemerintah dalam kebijakan pembangunan, penyamaan visi dan misi juga bisa menjaga tidak ada perubahan regulasi di tengah perjalanan program pemerintah.
“Rencana pembangunan ini benar-benar sesuai visi misi yang disepakati bersama. Tentu mengawal proses demokrasi agar berjalan secara baik, dan juga menjaga agar proses ini mempunyai regulasi yang transparan, jelas, dan terbuka, sehingga tidak ada perubahan regulasi di tengah,” tegas Airlangga.
Spirit Keberlangsungan Program Jokowi
Sementara itu, Anggota Dewan Pembina PSI, Grace Natalie, mengaku partainya mendukung koalisi besar.
Ia melihat semangat yang ada dalam koalisi besar itu, adalah menyatukan partai-partai politik yang menginginkan adanya keberlanjutan program Presiden Jokowi.
Karena faktor itulah, lanjut Grace Natalie, PSI terpanggil untuk segera bergabung dengan koalisi besar yang kini sedang diwacanakan.
Grace menandaskan bahwa PSI akan mendukung sosok calon presiden yang nantinya melanjutkan program pembangunan yang telah dirintis Presiden Jokowi.
Baca juga: Agung Baskoro Baca Gelagat PDIP Dekati PPP: Ada Peluang Ganjar Gandeng Airlangga Hartarto
"Saya pikir kita bisa bertemu di situ dan dalam perbincangan dengan Pak Airlangga, kami sepakat bahwa nanti di periode yang baru, akan buang-buang waktu kalau kita harus memulai lagi dari nol,” ujar Grace.
“Pada tataran inilah saya pikir kita memiliki titik temu. Bahwa program-program yang sudah baik, yang sudah dikerjakan Pak Jokowi, bisa dilanjutkan lagi ke periode berikutnya,” ujarnya.
Untuk keberlanjutan program itulah, kata Grace Natalie, PSI mendukung calon presiden yang dinilai mampu melanjutkan pembangunan untuk Indonesia yang lebih maju. (*)
Ikuti Pos-Kupang.Com di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.