Jumat, 8 Mei 2026

Berita Manggarai Barat

Susah Payah Warga Desa Golo Mori Labuan Bajo Mendapatkan Air Bersih

Di kampung itu bermukin kurang lebih 20 kepala keluarga. Disana belum ada sumber mata air yang mudah dijangkau untuk memenuhi kebutuhan air bersih.

Tayang:
Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/BERTO KALU
GEROBAK - Warga Dusun Lenteng Desa Golo Mori, Manggarai Barat, NTT, mengambil air dari bak penampung dan dibawa ke rumah menggunakan gerobak, Selasa 11 April 2023. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Berto Kalu

POS-KUPANG.COM, LABUAN BAJO - Kebutuhan akan air bersih masih menjadi persoalan serius bagi warga Desa Golo Mori tepatnya di Dusun Lenteng Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur. 

Di kampung itu bermukin kurang lebih 20 kepala keluarga. Disana belum ada sumber mata air yang mudah dijangkau untuk memenuhi kebutuhan air bersih.

Karena minimnya sumber air, warga hanya mengandalkan 2 bak penampung. Air yang ditampung itu berasal dari mata air yang berada di ketinggian. Jaraknya kurang lebih 5 km dari Kampung Lenteng.

Baca juga: Gaji Belum Dibayar, Pekerja Proyek Jalan Akses Labuan Bajo - Golo Mori Demo PT WIKA

"Kadang juga air di bak ini tidak keluar karena selang tersumbat sebab mata air berada di ketinggian dan jauh dari sini (Dusun Lenteng). Kalau tersumbat susah sudah warga mau dapat air, karena kotor," ungkap Safaruddin warga Dusun Lenteng, ditemui Selasa 11 April 2023.

Safaruddin mengaku jika masuk musim kemarau akses warga untuk mendapatkan air bersih makin sulit. 1 rumah hanya mendapat jatah 2 jerigen dari yang biasanya 5-6 jerigen untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mulai dari mandi, memasak dan kebutuhan lainnya.

Terkadang, warga di lokasi itu harus mendayung sampan sejauh 5 km menuju ke Kampung Soknar untuk mengambil air. Beruntung, saat ini akses jalan dari Lenteng menuju Soknar sudah mulus, namun hal itu belum sepenuhnya menjawab krisis air bersih yang sudah berlangsung puluhan tahun.

"Kalau musim kemarau kami pakai air secukupnya saja, dan kami sangat berharap pemerintah bisa bangun lagi bak penampung di Kampung Lenteng," ucap Safaruddin.

Terpisah, Sekretaris Desa Golo Mori, Abdul Arsat, membenarkan krisis air bersih yang dialami warga Desa Golo Mori. Salah satu penyebab menurut Abdul karena belum banyak ditemukan sumber mata air yang dekat dengan desa itu.

Selain itu kecilnya debit air dan saluran pipa yang sering tersumbat makin mempersulit warga Desa Golo Mori untuk mendapatkan air bersih.

"Kadang warga sering mengkonsumsi air kali untuk memenuhi kebutuhan mereka. Kami sangat berharap pemerintah segera melakukan perubahan agar krisis air bersih di Golo Mori bisa segera teratasi," pintanya.

Menanggapi kondisi itu, Wakil Bupati Manggarai Barat Yulianus Weng menyatakan akan memerintahkan dinas terkait dan PDAM untuk melakukan survei guna mencari sumber mata air terdekat.

Baca juga: Bupati Mabar Minta Sekda Bentuk Tim Khusus Sukseskan ASEAN Summit di Labuan Bajo

"Kalau ada kita akan rencanakan kedepan, kalau ada pulau terdekat yang ada mata air bisa juga kita rencanakan untuk menggunakan pipa bawah laut, ini akan menjadi perhatian pemerintah," kata Wabup Weng ditemui di ruang kerjanya.

Selain air bersih, lanjut Weng, persoalan lain seperti listrik, akses jaringan dan fasilitas kesehatan juga menjadi perhatian pemerintah daerah, mengingat Golo Mori kini tengah menjadi pusat perhatian, ditambah lokasi itu akan menjadi salah satu venue dalam KTT ASEAN Summit 2023 Mei mendatang.

"Golo Mori sudah sangat terkenal, jadi sangat riskan. Semua persoalan itu akan menjadi perhatian pemerintah tahun ini," pungkasnya. (*)

Ikuti berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS 

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved