Paskah 2023

Mengenal Ritual Trebluman dalam Prosesi Kure di Noemuti Timor Tengah Utara

Setelah itu, salah satu Amnasit (Tua Adat) di Ume Mnasi (Rumah Adat) masing-masing menyebutkan rumpun sukunya. 

Penulis: Dionisius Rebon | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/DIONISIUS REBON
RITUAL - Pose pelaksanaan Ritual Trebluman di Dusun Kote, Desa Noemuti, Kecamatan Noemuti, Kabupaten Timor Tengah Utara, NTT, 5 April 2023. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dionisius Rebon

POS-KUPANG.COM, KEFAMENANU - Gelap mencekam. Lampu di Ume Mnasi (rumah adat) dipadamkan. Jalanan lengang. Di langit rembulan sedikit mengintip dari balik awan yang membungkus tipis seperti cangkang.

Bunyi lonceng Gereja sontak mengagetkan penulis. Beberapa detik setelah bunyi lonceng Gereja ini menggema hingga sudut-sudut Dusun Kote, dinding dan atap seng Ume Mnasi (Rumah Adat) dipukul dengan sapu dan kayu.

Semua orang tua dan anak-anak penghuni Ume Mnasi berdiri mengelilingi rumah sambil memukul-mukul dinding dan atap rumah adat.

Baca juga: Jelang Paskah 2023, Jemaat Gereja Elim Naibonat Gelar Aneka Kegiatan

Bunyi lonceng Gereja dan dinding serta atap Ume Mnasi beradu riuh memecah keheningan malam di Dusun Kote, Desa Noemuti, Kecamatan Noemuti, Kabupaten Timor Tengah Utara, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Rabu, 5 April 2023.

Sembari memukul-mukul dinding dan atap, penghuni Ume Mnasi menyerukan" Poi Ri Rabu...Poi Ri Rabu, Uis Neno Hen Tam" (Artinya; enyalah roh jahat, Tuhan Mau Masuk). Ungkapan ini diulang berkali-kali. Pintu Ume Mnasi ditutup rapat ketika ritual ini berlangsung.

Setelah itu, salah satu Amnasit (Tua Adat) di Ume Mnasi (Rumah Adat) masing-masing menyebutkan rumpun sukunya. 

Setelah memukul-mukul dinding dan atap mengelilingi Ume Mnasi, penghuni Ume Mnasi kemudian menyalakan lampu sebagai tanda ritual ini telah selesai dilaksanakan.

Baca juga: Jelang Paskah 2023, ASN Lingkup Pemda Belu Ikut Rekoleksi Kategorial

Ritual Trebluman di Dusun Kote ini telah hidup sejak zaman dahulu. Warga setempat melestarikan tradisi Treblumen yang merupakan bagian dari rangkaian tradisi yang disebut Prosesi Kure.

Ritual Kure merupakan bagian penting dari pergumulan iman umat Noemuti dalam mengenang sengsara, wafat dan Kebangkitan Yesus Kristus.

Ritual Trebluman merupakan tradisi pengusiran roh jahat di Ume Mnasi yang dilaksanakan pada setiap Hari Rabu malam menjelang Tri Hari Suci pada Hari Raya Paskah umat Katolik di Noemuti

Keikutsertaan anak-anak dalam Ritual Treblumen menjadi fakta bahwa ritual Prosesi Kure telah ditanamkan kepada setiap generasi sejak dini. Ritual Trebluman ini dilaksanakan sehari sebelum berlangsungnya Prosesi Kure.

Keesokan harinya, tepat pada hari Kamis Pagi, dilanjutkan dengan ritual Soet Oe (ambil air) di kali dan Ritual Taniu Uis Neno di rumah adat masing-masing suku.

Warga setempat meyakini bahwa, dalam Ritual Trebluman  dilaksanakan sebagai simbol pengusiran roh jahat dari dalam Ume Mnasi (rumah adat) atau ritual pengosongan diri (boe nekaf).(*)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved