Semana Santa Larantuka
Semana Santa Larantuka, DPRD NTT Minta Pemerintah Perlu Perhatikan Sarana dan Prasarana
Dikatakan Yohanes, Tentu dalam perjalanannya secara religius, Semana Santa tidak berubah soal tata cara maupun isi dari prosesinya dari waktu ke waktu
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Eklesia Mei
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Menanggapi prosesi Semana Santa 2023 di Larantuka, Flores Timur Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) NTT meminta agar pemerintah setempat perlu memperhatikan kondisi sarana dan prasarana yang akan digunakan pengunjung atau umat yang mengikuti prosesi itu.
Hal ini disampaikan anggota Komisi II DPRD NTT, Yohanes Rumat kepada POS-KUPANG.COM, Rabu, 5 April 2023.
Dikatakan Yohanes, Semana Santa merupakan pariwisata sejarah dan keagamaan yang sangat religius, dimana terjadi perpaduan antara kehidupan beragama dan budaya setempat yg dipengaruhi oleh kehidupan jajahan Portugis.
Baca juga: Kerinduan Ikuti Prosesi Semana Santa, Peziarah Mulai Tiba di Kota Larantuka
"Itulah yang menjadikan Semana Santa ini mempunyai daya tarik berkelas dunia maupun nasional," katanya.
Dikatakan Yohanes, Tentu dalam perjalanannya secara religius, Semana Santa tidak berubah soal tata cara maupun isi dari prosesinya dari waktu ke waktu.
"Yang perlu kita kembangkan dan yang perlu ada perubahan adalah sarana dan pra sarana dasar tempat pemberhentian maupun kapela-kapela yang menjadi historis dan sakral,"ujarnya.
Menurutnya, kesan itu harus kuat pesannya ketika tamu tamu dunia maupun nasional datang berziarah ke Larantuka.
Baca juga: 5.200 Peziarah Sudah Mendaftar Ikut Semana Santa Larantuka
"Harus ada pembeda yang memberikan keyakinan iman para pengunjung pada waktunya datang kembali atau memberi kabar kepada calon pengunjung yang lain apa yang ada dan terjadi pada saat kegiatan semana Santa," tuturnya.
Dikatakan Yohanes, Demi pengembangan event atau kegiatan semanasanta dikemudian hari yang perlu dipersiapkan secara matang adalah perahu perahu yang ikut bersiara kelaut/pulau harus dipersiapkan secara baik.
"Perahu itu perlu diperhatikan, baik dari mesin mesin kapal, body kapal, arus lalulintas yang terkesan sempit dan padat saat prosesi,"ujarnya.
Yohanes juga sampaikan agar masyarakat tidak meninggalkan kebudayaan lama menerima semua tamu-tamu dari mana saja yang tertampung atau nginap di rumah-rumah penduduk .
"Pemerintah harus prioritaskan sarana dan prasarana yang ada di masyarakat Larantuka untuk dijadikan homestay atau rumah nginap yg stadart layak. Tentu hal ini berdampak banyak secara ekonomi lokal," ungkapnya.
Menurut Yohanes, selain hal itu pemerintah daerah juga harus membenahi obyek obyek wisata lainnya di luar yang bersifat religius yang sudah diatur berdasarkan event paskah sesuai lamanya hari hari rangkaian Paskah.
"Kampung-kampung tradisional,obyek wisata budaya, alam dan lainnya juga dibenahi, sehingga selesai paskah atau sebelum paskah obyek obyek tersebut bisa dijadikan obyek wisata pilihan," katanya.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.