Berita Sabu Raijua

12 Orang di Kabupaten Sabu Raijua Dinyatakan Positif HIV /AIDS

Thobias menyampaikan bahwa salah satu Intervensi Dinas kesehatan terhadap orang dengan HIV atau AIDS (ODHA) adalah melalui sekolah.

Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/JEVON AGRIPA DUPE
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sabu Raijua, Thobias Jusuf Messakh SKM 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Jevon Agripa Dupe

POS-KUPANG.COM, SABU RAIJUA - Terdapat 12 dengan orang di Kabupaten Sabu Raijua positif  HIV/ AIDS. Data ini berdasarkan laporan surveilans HIV/ AIDS dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sabu Raijua. 

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sabu Raijua, Thobias Jusuf Messakh SKM, menyampaikan bahwa pelayanan terhadap HIV atau AIDS menjadi salah satu standar pelayanan di kabupaten Sabu Raijua.

“Jadi HIV atau AIDS ini merupakan bagian dari standar pelayanan minimum baik di Sabu Raijua maupun Nasional, karena itu kita melaksanakan berbagai Intervensi sebagai langkah pencegahan dan penanggulangan,”kata Thobias Selasa 28 Maret 2023. 

Baca juga: Kepala Puskesmas Seba Sabu Raijua Harapkan Tidak Terjadi Diskriminasi Terhadap ODHA

Thobias menyampaikan bahwa salah satu Intervensi Dinas kesehatan terhadap orang dengan HIV atau AIDS (ODHA) adalah melalui sekolah.

Berbagai Intervensi kita terhadap orang dengan HIV atau AIDS, berhubung HIV atau AIDS ini berdampak terhadap interaksi sosial, sehingga kita mulai Intervensi mulai dari sekolah sehingga sejak dini agar masyarakat mengetahui bahaya dari HIV atau AIDS itu sendiri,”  katanya

Thobias menyampaikan bahwa untuk penjangkauan terdahap ODHA pihaknya bermitra dengan Komisi Penanggulangan HIV AIDS (KPA).

”Untuk orang dengan HIV atau AIDS di Sabu Raijua sendiri ada dalam satu komunitas yang bernama Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) dan kita berkolaborasi dengan dengan KPA agar terus dapat memfasilitasi orang dengan HIV atau AIDS di Sabu Raijua,” ucap Thobias.

Baca juga: 7 PNS di Lembata Positif HIV/AIDS, Dinkes Sebut Fenomena Gunung Es

Desrianus Djo Rate Pengelolah Program Komisi Penanggulangan HIV AIDS (KPA) Sabu Raijua, menyampaikan bahwa ODHA di Sabu Raijua di mayoritasi oleh pekerja migran Indonesia yang pulang kembali ke Sabu Raijua.

“Untuk pencegahan penyebaran kita fokuskan Kepada pekerja migran Indonesia yang pulang dari luar negeri, terutama yang bertato, karena sebagian besar orang dengan HIV atau AIDS di Sabu Raijua berasal dari perantau yang pulang,” jelasnya.

Desrianus juga menyampaikan bahwa pihaknya selalu mengedukasi keluarga ODHA agar tidak terjadi diskriminasi.
“Untuk masyarakat dan juga keluarga kami sudah berupaya memberikan Edukasi sehingga tidak terjadi stigma atau diskriminasi secara sosial terhadap ODHA.,” tutupnya. (cr22)

Ikuti berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS 

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved