Renungan Harian Katolik
Renungan Harian Katolik Senin 13 Maret 2023, Tak Ada Nabi yang Dihormati di Negeri Asalnya Sendiri
Renungan Harian Katolik berikut ditulis oleh RD. Ambros Ladjar dengan judul Tak Ada Nabi yang Dihormati di Negeri Asalnya Sendiri.
POS-KUPANG.COM - Renungan Harian Katolik berikut ditulis oleh RD. Ambros Ladjar dengan judul Tak Ada Nabi yang Dihormati di Negeri Asalnya Sendiri.
RD. Ambros Ladjar menulis Renungan Harian Katolik ini merujuk bacaan pertama 2 Raja-raja 2: 1-15 dan bacaan Injil Lukas 4:24-30.
Di akhir Renungan Harian Katolik ini disediakan pula teks lengkap bacaan Senin 13 Maret 2023 beserta mazmur tanggapan dan bait pengantar Injil.
Dalam birokrasi, peran orang yang bertugas di bagian Humas adalah menjalin relasi dan komunikasi dua arah. Entah dengan pihak internal maupun eksternal guna membina hubungan baik.
Para nabi dalam Perjanjian Lama pun berperan demikian. Mereka bertugas menerima dan menyuarakan pesan Tuhan.
Secara khusus tugas mereka di Israel adalah memperbaiki kelakuan bangsa dan membawa mereka ke jalan yang benar.
Mereka tak boleh menyimpang dari perintah Allah, maka mereka setia dan tak menyimpang ke wilayah bangsa lain.
Yesus menjelaskan misi kedatangan-Nya sebagai utusan Allah, tapi bangsa-Nya tak percaya. Dia mengangkat kisah penyembuhan Na'aman seorang pejabat Siria hendak membuka mata mereka. Fakta keselamatan itu justru terjadi di luar Israel karena dia percaya.
Baca juga: Renungan Harian Katolik 12 Maret 2023, Domine, Da Mihi Vita Aquam - Tuhan, Berilah Aku Air Kehidupan
Sebelumnya juga di zaman nabi Elia, ada banyak janda di Israel yang dibantu, tapi fokus nabi Elia lebih tertuju kepada seorang janda di Sarfat di tanah Sidon. Daerah Kanaan tanah asal Bapa Abraham di Irak saat ini.
Kisah Na'aman dari Siria yang disembuhkan dan janda di Sarfat menjadi tanda hadirnya Tuhan. Dia sungguh memperhatikan semua orang tanpa perbedaan, asal mereka percaya.
Gambaran misi Yesus tak meyakinkan orang orang seasal Yesus sendiri, malah mereka semakin tambah emosi kepada Yesus dan menghalau Dia keluar dari Sinagoga.
Bagi Yesus, selaku orang dalam tak ada niat jahat apa pun untuk merugikan mereka. Biarpun demikian Ia tetap sadar bahwa tak ada seorang nabi pun yang dihargai di tempat asalnya sendiri.
Percaya dan memegang prinsip Yesus kadang juga membuat banyak orang sakit hati. Jikalau Yesus saja pun ditolak, maka tak menutup kemungkinan bagi kita pengikut-Nya.
Inilah sebuah konsekuensi kemuridan kita sebagai saksi Kristus di tengah dunia.
Baca juga: Renungan Harian Katolik Senin 13 Maret 2023, Iman Mendatangkan Rahmat Penyembuhan
Apakah kita tetap yakin bahwa Tuhan akan membantu pada waktunya jika kita tulus memperhatikan sesama?
Salam Seroja, Sehat Rohani dan Jasmani di Hari Senin masa Puasa buat semuanya. Tetap taat untuk menjalankan Prokes.
Jika ADA, Bersyukurlah. Jika TAK ADA, BerDOALAH. Jikalau BELUM ada, BerUSAHALAH. Jikalau masih KURANG Ber- SABARLAH. Jika LEBIH maka BerBAGILAH. Jika CUKUP, berSUKACITALAH.
Tuhan memberkati segala aktivitas hidup keluarga Anda dengan kesehatan, keberuntungan, sukses dan sukacita yang melingkupi hidupmu. Amin.
Teks Lengkap Bacaan 13 Maret 2023

Bacaan Pertama 2 Raja-Raja 5:1-15a
"Banyak orang sakit kusta, dan tak seorang pun dari mereka yang ditahirkan, selain daripada Naaman orang Syria itu."
Bacaan dari Kitab Kedua Raja-raja:
Naaman, panglima raja Aram, adalah seorang terpandang di hadapan tuannya dan sangat disayangi, sebab oleh dia Tuhan telah memberikan kemenangan kepada orang Aram. Tetapi pahlawan tentara itu sakit kusta.
Sekali peristiwa orang Aram pernah keluar bergerombol dan membawa tertawan seorang anak perempuan dari negeri Israel. Anak itu menjadi pelayan pada isteri Naaman. Berkatalah gadis itu kepada nyonyanya, "Sekiranya tuanku menghadap nabi yang di Samaria itu, tentulah nabi itu akan menyembuhkan dia dari penyakitnya."
Lalu pergilah Naaman memberitahukan kepada tuannya, katanya, "Begini-beginilah dikatakan oleh gadis yang dari negeri Israel itu." Maka jawab raja Aram, "Baik, pergilah dan aku akan mengirim surat kepada raja Israel."
Lalu berangkatlah Naaman. Sebagai persembahan ia membawa sepuluh talenta perak, enam ribu syikal emas dan sepuluh potong pakaian.
Ia menyampaikan surat raja Aram itu kepada raja Israel, yang berbunyi, "Sesampainya surat ini kepadamu, maklumlah kiranya, bahwa aku menyuruh kepadamu Naaman pegawaiku, supaya engkau menyembuhkan dia dari penyakit kustanya."
Segera sesudah raja Israel membaca surat itu, dikoyakkannyalah pakaiannya serta berkata, "Allahkah aku ini, yang dapat mematikan dan menghidupkan sehingga orang ini mengirim pesan kepadaku, supaya kusembuhkan seorang dari penyakit kustanya?
Sesungguhnya, perhatikanlah dan lihatlah, ia mencari gara-gara terhadap aku." Segera sesudah didengar oleh Elisa, abdi Allah itu, bahwa raja Israel mengoyakkan pakaiannya, dikirimnyalah pesan kepada raja, bunyinya, "Mengapa engkau mengoyakkan pakaianmu?
Biarlah orang itu datang kepadaku, supaya ia tahu bahwa ada seorang nabi di Israel." Kemudian datanglah Naaman dengan kuda dan keretanya, lalu berhenti di depan pintu rumah Elisa.
Elisa menyuruh seorang suruhan kepadanya mengatakan, "Pergilah mandi tujuh kali dalam sungai Yordan, maka tubuhmu akan pulih kembali, sehingga engkau menjadi tahir."
Tetapi pergilah Naaman dengan gusar sambil berkata, "Aku sangka, setidak-tidaknya ia datang ke luar dan berdiri memanggil nama Tuhan, Allahnya, lalu menggerak-gerakkan tangannya di atas tempat penyakit itu, dan dengan demikian menyembuhkan penyakit kustaku! Bukankah Abana dan Parpar, sungai-sungai Damsyik, lebih baik dari segala sungai di Israel?
Bukankah aku dapat mandi di sana dan menjadi tahir?" Kemudian berpalinglah ia dan pergi dengan panas hati. Tetapi pegawai-pegawainya datang mendekat serta berkata kepadanya, "Bapak, seandainya nabi itu menyuruh perkara yang sukar kepadamu, bukankah Bapak akan melakukannya?
Apalagi sekarang, ia hanya berkata kepadamu: Mandilah dan engkau akan menjadi tahir." Maka turunlah Naaman membenamkan dirinya tujuh kali dalam sungai Yordan, sesuai dengan perkataan abdi Allah itu.
Lalu pulihlah tubuhnya kembali seperti tubuh seorang anak, dan ia menjadi tahir. Kemudian kembalilah Naaman dengan seluruh pasukannya kepada abdi Allah itu.
Sesampai di sana majulah ia ke depan Elisa dan berkata, "Sekarang aku tahu, bahwa di seluruh bumi tidak ada Allah kecuali di Israel. Karena itu terimalah kiranya suatu pemberian dari hamba ini!"
Demikianlah Sabda Tuhan.
U: Syukur Kepada Allah.
Mazmur Tanggapan: Mzm 42:2-3;43:3-4
Refr. Jiwaku haus pada-Mu Tuhan, ingin melihat wajah Allah.
1. Seperti rusa yang merindukan sungai berair, demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Allah.
2. Jiwaku haus akan Allah, akan Allah yang hidup. Bilakah aku boleh datang melihat Allah?
3. Suruhlah terang dan kesetiaan-Mu datang, supaya aku dituntun dan dibawa ke gunung-Mu yang kudus dan ke tempat kediaman-Mu!
4. Maka aku dapat pergi ke mezbah Allah, menghadap Allah, sukacita dan kegembiraanku, dan bersyukur kepada-Mu dengan kecapi, ya Allah, ya Allahku.
Bait Pengantar Injil: Mzm 130:5.7
Refr. Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal.
Aku menanti-nantikan Tuhan, dan mengharapkan firman-Nya, sebab pada Tuhan ada kasih setia, dan Ia banyak kali mengadakan pembebasan.
Bacaan Injil: Lukas 4:24-30
"Yesus seperti Elia dan Elisa, diutus bukan kepada orang-orang Yahudi."
Inilah Injil suci menurut Lukas:
Ketika Yesus datang ke Nazaret, Ia berkata kepada umat di rumah ibadat, "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya tidak ada nabi yang dihargai di tempat asalnya.
Tetapi Aku berkata kepadamu, dan kata-Ku ini benar: Pada zaman Elia terdapat banyak janda di Israel, ketika langit tertutup selama tiga tahun enam bulan, dan ketika bahaya kelaparan yang hebat menimpa seluruh negeri.
Tetapi Elia diutus bukan kepada salah seorang dari mereka, melainkan kepada seorang janda di Sarfat di tanah Sidon.
Dan pada zaman nabi Elisa banyak orang kusta di Israel, tetapi tidak ada seorang pun dari mereka yang ditahirkan, selain daripada Naaman, orang Siria itu." Mendengar itu, sangat marahlah semua orang yang di rumah ibadat itu.
Mereka bangun, lalu menghalau Yesus ke luar kota dan membawa Dia ke tebing gunung, tempat kota itu terletak, untuk melemparkan Dia dari tebing itu. Tetapi Yesus berjalan lewat dari tengah-tengah mereka, lalu pergi.
Demikianlah Sabda Tuhan.
U: Terpujilah Kristus.
Renungan Harian Katolik lainnya
Ikuti berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.