Pilpres 2024
Said Abdullah Tak Ingin Nama PDIP Dibawa-bawa Gegara Prabowo-Ganjar Bertemu di Kebumen
Said Abdullah Ketua DPP PDIP tak mau mengait-ngaitkan kebersamaan Prabowo Subianto-Ganjar Pranowo di Kebumen, Jawa Tengah dengan urusan Pilpres 2024.
POS-KUPANG.COM - Said Abdullah, Ketua DPP PDIP ( Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ) tak mau mengait-ngaitkan kebersamaan Prabowo Subianto - Ganjar Pranowo di Kebumen, Jawa Tengah, dengan urusan politik.
Pasalnya, kebersamaan kedua figur tersebut saat panen padi, merupakan bagian dari kinerja pemerintahan Presiden Jokowi, dalam meningkatkan produksi pertanian.
"Ganjar Pranowo hadir dalam acara panen raya itu, karena program kemandirian pangan yang ditinjau Presiden Jokowi, ada di Kebumen, Jawa Tengah," ujarnya.
"Jadi, Otomatis Mas Ganjar sebagai Gubernur Jawa Tengah, menjadi bagian dari kegiatan tersebut," ungkap Said Abdullah.
Baca juga: Ganjar Pranowo-Erick Thohir di Mata Amir Faisal: Ini Sangat Cocok, Keduanya Akan Saling Melengkapi
Dengan demikian, katanya, ia tak ingin PDIP dibawa-bawa lalu dikaitkan dengan urusan pemilihan presiden atau Pilpres pada tahun 2024 mendatang.
Said Abdullah juga tak mau mengaitkan keakraban Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo itu dengan urusan Pilpres 2024.
"Yah, kami tidak mau berpikiran lebih jauh menyangkut Pilpres 2024. Karena keakraban itu dalam konteks panen raya padi," kata Said kepada wartawan, Jumat 10 Maret 2023.
Dikatakannya, ia memaknai pertemuan Jokowi dengan Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo itu sebagai kerja pemerintah untuk menyukseskan program kemandirian pangan nasional.
"Program ini kan sangat penting sebab sebagian dari bahan pangan kita dipenuhi dari impor, padahal semua negara saat ini berkepentingan untuk mengamankan pasokan pangan masing-masing," ujarnya.
Menurutnya, Ganjar Pranowo hadir dalam kunjungan itu, karena program kemandirian pangan yang ditinjau presiden Jokowi, ada di Jawa Tengah.
"Ya, Mas Ganjar sebagai Gubernur Jawa Tengah, otomatis hadir karena menjadi bagian dari kegiatan itu," ujar Said.
Baca juga: Prabowo Subianto Tegas Soal PKS Wacanakan Anies-Sandi: Selama di Gerindra Kader Harus Patuh
Said Abdullah yang juga Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI ini, menjelaskan agenda strategis saat ini adalah mengamankan kebutuhan pasokan pangan nasional di tengah kondisi ekonomi global yang tidak menentu.
"DPR juga memberikan dukungan anggaran ketahanan pangan yang sangat besar pada tahun ini sebesar Rp 104,2 triliun," ucap Said.
Agenda pertama kunjungan kerja Presiden Joko Widodo dan Ibu Iriana Joko Widodo ke Provinsi Jawa Tengah, Kamis 9 Maret 2023 pada pukul 09.30 WIB, meninjau panen raya padi dan berdialog dengan petani di Desa Lajer, Kecamatan Ambal, Kabupaten Kebumen, Provinsi Jawa Tengah.
Lebih lanjut, Said menjelaskan bahwa anggaran besar itu harus membuahkan hasil, sehingga bisa mengurangi kebutuhan pangan nasional melalui kegiatan impor pangan.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.