Berita Manggarai

Sesuai Realisasi APBN hingga Januari 2023, Perekonomian di Manggarai Raya dan Ngada  Tumbuh

Kinerja APBN dapat dilihat pada bulan Januari 2023 melalui pos belanja APBN terutama di Manggarai, Manggarai Barat, Manggarai Timur dan Ngada.

Editor: Oby Lewanmeru
zoom-inlihat foto Sesuai Realisasi APBN hingga Januari 2023, Perekonomian di Manggarai Raya dan Ngada  Tumbuh
POS-KUPANG.COM/HO
KONFERENSI PERS - Kepala KPPN Ruteng, Y. Kus Suhantoro (tengah) dan Kepala KPP Pratama Ruteng, Irwan Eka Putra (kiri) bersama seorang staf dalam konferensi pers menjelaskan tentang penyerapan APBN di daerah itu.

POS KUPANG.COM, RUTENG - Kinerja APBN dapat dilihat pada bulan Januari 2023 melalui pos belanja APBN  terutama di Kabupaten Manggarai, Manggarai Barat, Manggarai Timur dan Ngada. 

Hal ini ditandai dengan realisasi belanja negara hingga akhir Januari 2023 mencapai Rp 251,88 miliar atau 5.15 persen dibandingkan pagu. Realisasi belanja negara terdiri dari belanja pemerintah pusat (BPP) di mana sampai Januari 2023 mencapai Rp 22,7 miliar (3,15 persen pagu), serta transfer ke daerah dan dana desa (TKDD) yang mencapai Rp 229,11 miliar (5,5 persen pagu).

Baca juga: Masih Terjaga Kinerja Baik APBN  di Wilayah Manggarai Raya dan Ngada 

Pada pos TKDD, dana bagi hasil telah terealisasi Rp 1,79 miliar (7.48 persen pagu) dan penyaluran dana alokasi umum (DAU) sebesar Rp 227,32 miliar (10,76 persen).

Demikian rilis yang diterima dari Kantor Perbendaharaan Tipe A2 Ruteng, Senin, 6 Maret 2023.

Disebutkan bahwa penyaluran pembiayaan Ultra Mikro (UMi) di wilayah Manggarai Raya dan Ngada terealisasi Rp 376 juta dengan distribusi penyaluran terbesar ada di Kabupaten Manggarai. Penyalur UMi terbesar adalah  pegadaian dengan penyaluran Rp 262.03 juta kepada 90 debitur.
Realisasi pendapatan dan hibah telah mencapai 3,73 persen dari target atau tumbuh 39,58 persen (yoy). 

Secara nominal, realisasi komponen pendapatan negara yang bersumber dari perpajakan mencapai Rp 25.24 miliar, kepabeanan Rp 492.000 serta penerimaan negara bukan pajak (PNBP) Rp 3,74 miliar.

Penerimaan perpajakan untuk Kabupaten Manggarai, Kabupaten Manggarai Barat, Kabupaten Manggarai Timur dan Kabupaten Ngada telah terealisasi sebesar Rp 25,24 miliar (5,6 persen target).

Kinerja penerimaan pajak yang baik ini terutama disumbangkan oleh sektor administrasi pemerintahan, sektor perdagangan, jasa keuangan dan kegiatan jasa lainnya. 

Baca juga: Kinerja Positif APBN 2022 Jadi Modal Kuat Respon Tantangan di 2023

Sedangkan penerimaan kepabeanan terealisasi Rp 492.000 (3,1 persen target). Pos  ini merupakan penerimaan bea masuk yang dipengaruhi karena penunjukan pintu masuk pelabuhan laut internasional di  Labuan Bajo bagi Kapal Yacht serta kemudahan layanan registrasi IMEI yang diterapkan Bea Cukai Labuan Bajo.

Kinerja PNBP mencapai Rp 3,74 miliar (11,93 persen target). Tumbuh 11,39 persen (yoy) yang didukung oleh PNBP yang berkaitan dengan sektor pariwisata di Labuan Bajo. PNBP tersebut berasal dari pendapatan wisata alam Rp 0,9 miliar, jasa kebandarudaraan sebesar Rp 1,055 miliar dan jasa kepelabuhan Rp 0,32 miliar.

Sejalan dengan APBN, kinerja APBD (konsolidasi) di empat kabupaten mitra kerja KPPN Ruteng (Kabupaten Manggarai,  Manggarai Barat, Manggarai Timur, dan  Ngada) juga menunjukkan kinerja yang baik. Hal ini terlihat dari pertumbuhan positif pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp 23.81 miliar atau tumbuh 71,7 persen (yoy) dan juga belanja daerah sebesar Rp 74,98 miliar. (*/pol)

Ikuti berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS 

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Komentar

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved