Berita Kota Kupang
BPBD Akan Distribusi Air Bersih Bagi Warga Kota Kupang Bila Kekeringan Tiba
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) akan mendistribusi air bersih bagi warga Kota Kupang bila musim kekeringan tiba.
"Sekarang yang menjadi soal itu, terus terang untuk BPBD, selama ini kegiatan lapangan itu melibatkan tenaga PTT. Mereka ini untuk sementara di rumahkan," kata dia.
Dari total 20 orang PTT, saat ini hanya ada dua orang yang rela berkantor seperti biasa. Pihaknya tidak bisa berbuat banyak atas kebijakan tersebut.
Sebelumnya, PDAM Kota Kupang juga mulai menyiasati pengelolaan air untuk menghadapi kekeringan.
Baca juga: BPBD Kota Kupang Catat Satu Kerusakan Saat Cuaca Ekstrem
Direktur Utama ( Dirut) PDAM Kota Kupang Daniel Frederik Maro, Selasa 21 Februari 2023 menyebut dari visinya ketika menjadi Dirut adalah menjadikan pengelolaan air bersih di Kota Kupang secara berkelanjutan.
Artinya, penggunaan air di Kota Kupang tidak hanya dimanfaatkan tetapi juga bisa dikelola dan dikembalikan ke tanah sebagai sumbernya. Hal itu agar ketersediaan air selalu ada.
"Jadi konsepnya yang saya rubah. Saya mau kembangkan disini. Seolah kita kelola ini air hanya dipakai untuk minum saja, tapi kita bagaimana kita mengembalikan air itu ke tanah supaya dia bisa bermanfaat selanjutnya," kata dia.
Dengan begitu maka, persoalan kekeringan bisa teratasi. Untuk itu perlindungan terhadap sumber mata air atau konservasi mata air juga sangat diperlukan.
Baca juga: BPBD NTT Minta Pemerintah Kabupaten dan Kota Perlu Adakan Kajian Risiko Bencana
Menurut dia, pihaknya juga fokus untuk menata sumber mata air seperti di mata air Sagu. Ia optimis jika ini dilakukan maka masyarakat Kota Kupang bisa tercukupi kebutuhan air bersih saat musim kekeringan tiba.
Di samping itu, bisa saja lewat kebijakan dari Pemerintah Kota mengarahkan masyarakat untuk memanen air hujan.
"Kalau di sekolah-sekolah, semua kita serentak bergerak untuk memanen air, itu luar biasa. Itu nilai tambah untuk ketersediaan air di Kota Kupang," sebut dia.
PDAM, kata dia, berharap dengan melakukan konservasi sumber mata air maka debit air bisa terjaga sehingga adanya kecukupan air bagi masyarakat Kota Kupang.
Musim Kemarau Tahun Ini
Dikutip keterangan tertulis pada 27 Januari 2023, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menyebut musim kemarau 2023 disebut akan lebih kering ketimbang tahun-tahun sebelumnya.
Ia mengatakan, kondisi kemarau yang lebih kering ini berbeda dengan tiga tahun sebelumnya, yaitu 2020-2022. Sebab, pada tahun-tahun itu intensitas hujan cukup tinggi.
Ia menjelaskan, kondisi kemarau yang lebih kering dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya mengakibatkan potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) akan semakin mudah terjadi.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.