Selasa, 14 April 2026

KKB Papua

KKB Papua - Selamatkan Diri dari Egianus Kogoya, Warga Nduga Minta Pangdam Mustafa Bantu Evakuasi

Hingga saat ini, Kelompok Kriminal Bersenjata atau KKB Papua masih terus menebar teror kepada masyarakat. Kasus terbaru terjadi di Kampung Alma Nduga.

Editor: Frans Krowin
POS-KUPANG.COM
WARGA DIEVAKUASI - Sebagian warga dari Kampung Alma, Distrik Yelenggo, Kabupaten Nduga, dievakuasi dengan helikopter milik TNI, Senin 20 Februari 2023. Warga takut karena ancaman penyerangan oleh KKB pimpinan Egianus Kogoya. 

POS-KUPANG.COM - Hingga saat ini, Kelompok Kriminal Bersenjata atau KKB Papua masih terus menebar teror kepada masyarakat. Kasus itu terjadi di Kampung Alma, Distrik Yelenggo, Kabupaten Nduga.

Kabar terbaru menyebutkan bahwa sebanyak 18 warga dari Kampung tersebut meminta langsung kepada Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Muhammad Saleh Mustafa untuk mengevakuasi mereka ke Timika, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Senin 20 Februari 2023.

18 Warga tersebut, masing-masing 10 pekerja Puskesmas di wilayah setempat sementara 8 lainnya adalah warga asal Kampung Alma. Warga meminta dievakuasi karena takut dengan teror yang dilaukan komplotan Egianus Kogoya. Apalagi baru-baru ini sang panglima melakukan tindakan mengerikan, yakni membakar pesawat dan menyandera pilot Susi Air.

Kepada awak media, Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen Muhammad Saleh Mustafa mengatakan, bahwa belasan warga itu ingin menyelamatkan diri karena takut atas tindakan KKB Papua.

Baca juga: KKB Papua TNI Polri Terlibat Kontak Senjata di Distrik Ilaga

"Dengan adanya kejadian di Distrik Paro itu, warga takut sehingga minta dievakuasi," ujar Saleh Mustafa dalam jumpa pers di Timika, Senin 20 Februari 2023.

Atmin Gwijangge, salah satu warga yang dievakuasi, menyebutkan bahwa mereka baru saja menerima kabar bahwa KKB hendak melancarkan teror di kampungnya.

Makanya, warga Kampung Alama meminta pertolongan kepada pihak keamanan.

BUATAN PINDAD – Senjata api yang dimiliki Kelompok Kriminal Bersenjata di Papua, di antaranya diproduksi oleh PT Pindad. Dugaan itu diungkapkan oleh Khairul Fahmi Pengamat Militer dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS).
BUATAN PINDAD – Senjata api yang dimiliki Kelompok Kriminal Bersenjata di Papua, di antaranya diproduksi oleh PT Pindad. Dugaan itu diungkapkan oleh Khairul Fahmi Pengamat Militer dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS). (POS-KUPANG.COM)

Dievakuasi dengan Helikopter

Untuk diketahui, pada Senin 20 Februari 2023, belasan warga tersebut dievakuasi ke Timika pada pukul 10.00 WIT.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Ignatius Benny Ady Prabowo mengatakan, evakuasi itu menggunakan helikopter milik TNI.

"Evakuasi menggunakan helikopter Karakal TNI AU EC-725/HT-7201 yang dipiloti oleh Mayor Pnb Arif Khoirudin serta 6 personel yang dipimpin Dandrem 172/PWY Brigjen Juinta Omboh Sembiring," ujar Benny kepada wartawan di Jayapura, Senin 20 Februari 2023.

Helikopter mendarat di Helipad Lanud Bandara Mozes Kilangin Timika.

Selanjutnya, pekerja serta warga tersebut dibawa ke RSUD Mimika untuk menjalani pemeriksaan kesehatan.

“Nantinya akan dilakukan pengambilan data serta keterangan di Polres Mimika," ujarnya.

Baca juga: KKB Papua - Frits Ramandey Soal Nasib Pilot Susi Air: Sebaiknya Dahulukan Negosiasi Bukan Militer

25 Warga Paro Telah Dievakuasi

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved