HUT ke 15 Gerindra
Prabowo Subianto Janji Tak akan Kecewakan Gerindra, Ingatkan Semua Kader Santun Bila Berpolitik
Prabowo Subianto, Ketua Umum Partai Gerindra melontarkan pernyataan berulang kali bahwa dirinya sudah berkomitmen tak ingin kecewakan kader partai.
Dia juga mengingatkan kadernya untuk tak berkhianat atau menjadi musuh dalam selimut. "Apalagi menggunting dalam lipatan, musuh dalam selimut. Sifat-sifat seperti itu tak boleh ada di Gerindra," tuturnya.
Berpolitik bersama Gerindra, katanya, adalah politik lurus, bukan politik kotor. "Ada yang mengatakan politik itu kotor. Tapi tidak untuk Gerindra, Politik itu bersih," kata Prabowo.
Puja-puji Presiden Jokowi
Pada pidatonya, Prabowo juga memuji-muji Presiden Jokowi. Ia senang karena menjadi bagian dari pemerintahan, walau pada Pemilu 2019 ia bersaing dengan Jokowi dan kalah.
Keputusannya bergabung dengan Kabinet Indonesia Maju sebagai Menteri Pertahanan, lanjut dia, memang sempat menuai tantangan terutama dari sejumlah kader partainya.
"Kita pernah rival dengan Pak Jokowi, tapi di ujungnya, demi keuntungan yang besar, demi kepentingan Tanah Air, beliau berjiwa besar mengajak saya," kata Prabowo.
"Dan saya tidak ragu-ragu menerima ajakan itu walaupun mungkin di ruangan ini ada yang kurang mendukung saya," tuturnya.
Prabowo juga mengaku tak menyoal kalau ada perbedaan di internal partai. Karena dinamika itu hal biasa dalam berorganisasi.
"Tidak apa-apa, itulah partai kita, boleh berbeda pendapat, boleh mengkritik, tidak ada masalah. Tapi begitu keputusan sudah diambil, semua patuh, semua kompak," ujarnya.
Prabowo mengatakan, sejak bergabung dengan pemerintahan Jokowi, dia menjadi saksi betapa presiden bekerja keras untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat.
Ia mencontohkan kebijakan Jokowi ketika Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Saat itu, banyak yang menekan presiden agar melakukan lockdown. Namun, menurut Jokowi, lockdown sulit diterapkan di tanah air lantaran berisiko mengganggu rakyat kecil yang bekerja dengan mengandalkan upah harian.
Baca juga: Prabowo Subianto Temui Adipati Mangkunegara X, Didoakan Nitizen Jadi Presiden 2024
Akhirnya, Jokowi memutuskan untuk tidak menerapkan lockdown. Sebagai gantinya, sejumlah kebijakan pembatasan diberlakukan.
Harapannya, Covid-19 terkendali, namun perekonomian rakyat kecil tak terganggu. Meski, dikatakan oleh Prabowo, keputusan Jokowi saat itu menuai pro dan kontra dari berbagai kalangan.
"Saya jenderal, saya ikut berkali-kali dalam aksi-aksi pertempuran. Saya melihat pemimpin yang bisa ambil keputusan dan pemimpin yang tidak bisa ambil keputusan."
"Beliau (Jokowi) adalah pemimpin yang bisa ambil keputusan dan keputusannya berani, kadang-kadang melawan tekanan dari mana-mana," ucap Prabowo.
"Ini harus kita akui dan saya minta kader partai Gerindra mengerti itu, bukan saya bukan menjilat," lanjut mantan Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) itu. (*)
Ikuti Pos-Kupang.Com di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.