Berita Kabupaten Kupang

Babinsa Koramil Amarasi Bantu Warga Timbun Jalan Berlumpur

Sebagai prajurit TNI Angkatan Darat menjalankan perintah Kasad TNI merupakan sebuah keharusan apalagi menyangkut kehidupan ditengah masyarakat.

Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/RYAN TAPEHEN
TIMBUN JALAN - Serda Melky Gustaf Thao Babinsa Koramil 1604-04/Amarasi yang betugas di Wilayah Amarasi Selatan mengambil inisiatif membantu warga di Kelurahan Buraen Kecamatan Amarasi Selatan memperbaiki menimbun jalan yang dipenuhi lumpur. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Tapehen

POS-KUPANG.COM, OELAMASI - Sebagai prajurit TNI Angkatan Darat menjalankan perintah Kasad TNI merupakan sebuah keharusan apalagi menyangkut kehidupan ditengah masyarakat.

Hal itu secara baik diejahwantahkan dalam tindakan seorang Serda Melky Gustaf Thao Babinsa Koramil 1604-04/Amarasi yang betugas di Wilayah Amarasi Selatan.

Dirinya mengambil inisiatif membantu warga di Kelurahan Buraen Kecamatan Amarasi Selatan memperbaiki menimbun jalan yang dipenuhi lumpur.

Baca juga: Warga Buraen Kupang Minta Alat Penampung Ikan dan Pelacak Ikan

Tindakan tersebut sebagai suatu amanah menjalankan perintah Kasad nomor lima yakni  TNI AD harus hadir di tengah-tengah kesulitan masyarakat apapun bentuknya dan  senantiasa menjadi solusi.

Kepedulian Serda Melki melihat warga kelurahan Buraen yang kesulitan setiap hari harus berurusan dengan sungai kecil yang selalu digenangi lumpur membuat warga kesulitan melintas.

Setiap kali hujan dan banjir selalu membawa material lumpur dari arah hulu dan dibawa ke bagian hilir yang menjadi lintasan jalan bagi masyarakat menuju lokasi pertanian dan peternakan mereka.

Baca juga: Pemkab Kupang Usul Bentuk Polsek Amarasi Selatan, Kapolda NTT Siap Lanjutkan ke Mabes Polri

Memang sungai kecil tersebut berada di jalan nasional lintas selatan Timor di Kelurahan Buraen namun kini belum dibangun jembatan.

"Itu lokasi tidak bisa lewat setelah Seroja walaupun musim kemarau karena air laut naik sampai situ jadi lumpur tebal dan motor atau mobil tidak bisa lewat," ujarnya berbagi cerita, Minggu 5 Februari 2023.

Ditengah kesibukannya dengan mobilnya yang sudah kelihatan tua nampak dari cat yang sudah banyak terkelupas meninggalkan banyak bekas karat disana bersama sejumlah warga Buraen menimbun sunhai kecil tersebut.

Dirinya sendiri yang mengemudikan mobil itu dan warga lain menaikan batu-batu yang berada di pinggir laut agar bisa di timbun disana.

Bukan cuma batu, mobil dengan bak belakang yang terbuka juga ia pakai mengangkut batang kayu yang berkuruan cukup besar yang ditaruh melintang di sungai sebagai tanggul penahan lumpur.

Bersama warga gotong royong mengerjalan lintasan tersebut dan dalam beberapa jam saja sudah selesai dan dapat dilintasi dengan aman tanpa takut tersangkut di lumpur.

"Saya kasian dengan masyarakat, kalau kita tidak bergerak mereka juga akan diam, lebih baik jadi motor penggerak dan hasilnya sudah jadi," ungkapnya.

Baca juga: PMI Salurkan Bantuan Bagi 5 KK Terdampak Bencana Gempa di Kecamatan Amarasi Selatan

Salah satu warga yang juga ikut gotong royonh bersama Serda Melki, Feni Thon mengaku sungai kecil itu bukan sungai yang airnya selalu mengalir.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved