Pilpres 2024

Anies Baswedan Disambut Lautan Manusia Saat Melawat ke Mataram, Didoakan Jadi Presiden

Anies Baswedan disambut lautan manusia saat melakukan lawatannya ke Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) akhir Januari 2023 lalu.

Editor: Frans Krowin
POS-KUPANG.COM
DI MATARAM – Anies Baswedan disambut lautan manusia saat berkunjung ke Mataram di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Kunjungannya tersebut merupakan bagian dari lawatannya ke daerah-daerah di Indonesia menghadapi Pilpres 2024 mendatang. 

POS-KUPANG.COM – Anies Baswedan disambut lautan manusia saat melakukan lawatannya ke Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) akhir Januari 2023 lalu.

Kunjungan Anies Baswedan itu sejatinya telah diagendakan sebelumnya, setelah mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengunjungi sejumlah tempat di Indonesia, di antaranya Aceh dan Riau.

Anies Baswedan berkunjung ke NTB atas sejumlah agenda yang direncana dalam kaitannya dengan sosialisasi menuju Pilpres 2024 mendatang.

Mantan Mendikbud RI itu telah dideklarasikan oleh Partai NasDem sebagai calon presiden. Figur tersebut didukung oleh dua partai lainnya, yakni Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Hanya saja sampai saat ini belum diketahui siapa yang akan menjadi calon pendamping Anies Baswedan pada pesta akbar Pilpres 2024 mendatang.

Baca juga: Rocky Gerung Ibaratkan Anies Baswedan Seperti Bola Salju, Kini Terus Meluncur dan Membesar

Dalam kunjungannya tersebut, Anies Baswedan didoakan agar sukses dalam Pilpres 2024 dan menjdi presiden menggantikan Presiden Joko Widodo pada Pilpres 2024 mendatang.

Sementara pada saat yang sama, Anies Baswedan juga diminta buka-bukaan ke publik soal perjanjian politik yang disebut pernah ditandatanganinya bersama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Hal itu diungkapkan oleh Ray Rangkuti, peneliti Lingkar Madani terkait misteri perjanjian politik antara Anies Baswedan yang saat Pemilihan Gubernur DKI Jakarta berpasangan dengan Sandiaga Uno.

Ray Rangkuti menyebutkan, perjanjian politik itu memang tidak mengikat secara hukum, tapi bakal jadi ganjalan. Misteri yang bakal terus menghantui pihak Anies Baswedan pada Pilpres 2024.

"Surat itu ada, tapi isinya kan yang jadi permasalahan. Kalau Gerindra enggak mau ungkap, kita minta aja Anies. Benar enggak ada itu isinya (terkait Pilpres), beliau kan tanda tangan," jelas Ray, Jumat 3 Januari 2023 kemarin di Program Sapa Pagi Kompas TV.

Adapun partai pendukung Anies Baswedan, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) minta agar Gerindra sebagai pihak yang menantang agar Prabowo dan kawan-kawan buka perjanjian politik ke publik.

Namun, bagi Ray Rangkuti, itu penting bagi Anies Baswedan dan pendukungnya agar bola liar tidak jadi misteri di Pilpres 2024 nanti.

"Jangan hanya minta Gerindra, kalau mereka 'kan bilang yaudahlah. Kita tahu kan kan punya efek hukum," jelasnya.

Maka dari itu, kata Ray, karena diungkap ke publik, maka Anies Baswedan harus berani mengungkap atau bicara secara terbuka ke publik.

Baca juga: Agung Baskoro: Manuver Surya Paloh ke Golkar Untuk Percepat Deklarasi Anies Baswedan

Alasannya, pendukung Gerindra di level bawah masih banyak yang berisian dengan Anies Baswedan. Ini menurutnya jadi catatan penting kenapa perjanjian politik Anies Prabowo harus berani buka ke publik.

"Tapi bagi Berindra ini kan diungkap publik, untuk bagian penilaian untuk maju sebagai di Pilpres 2024. 'Kan irisan pendukung Gerindra ini juga banyak ke Anies Baswedan," jelas Ray Rangkuti. (*)

Ikuti Pos-Kupang.Com di GOOGLE NEWS

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved