Berita Timor Tengah Selatan
Longsor di Jalur Kolonakaf Timor Tengah Selatan, Akses Transportasi Lumpuh Total
Melihat kondisi tanah yang terus longsor kata Liu, pihaknya kemungkinan akan mencari jalur alternatif untuk dibuatkan jalan.
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Adrianus Dini
POS-KUPANG.COM, SOE - Tanah longsor yang semakin parah di ruas jalan Jalur Kolonakaf, Desa Napi, Kecamatan Kie, Kabupaten Timor Tengah Selatan ( TTS ) mengakibatkan arus transportasi lumpuh total, Rabu, 1 Februari 2023.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten TTS, Marthelens Ch Liu saat dihubungi POS-KUPANG.COM menyebutkan, pihaknya akan melakukan penanganan darurat meski jalan tersebut merupakan jalan provinsi.
"Karena jalan tersebut merupakan jalan provinsi, kita perlu berkoordinasi dengan Pemprov NTT terkait penanganan kondisi jalan tersebut. Ini jalan provinsi sehingga kewenangan anggaran ada di provinsi. Tapi kami tetap lakukan penanganan darurat," tuturnya.
Untuk penanganan darurat pihaknya telah menurunkan alat berat sejak seminggu yang lalu.
Baca juga: Bupati Simon Hadir di Acara Nataru Keluarga Besar TTS di Malaka
"Untuk penanganan darurat pemda sudah pasti tetap upayakan. Sejak awal longsor tanggal 10 Januari lalu, sudah 3 kali kita tangani kondisi jalan ini. Alat berat sudah ada di lokasi sejak 1 minggu yang lalu. Waktu sedang dikerjakan, ada permintaan dari masyarakat untuk dilangsungkan ritual adat terlebih dahulu.
Menurut Liu, pihaknya telah bersama-sama dengan Bupati TTS meninjau lokasi tersebut. Berdasarkan pantauannya, kondisi tanah di lokasi tersebut sudah sangat parah.
Melihat kondisi tanah yang terus longsor kata Liu, pihaknya kemungkinan akan mencari jalur alternatif untuk dibuatkan jalan.
"Kemungkinan besar kita akan membuat jalan di lokasi yang berbeda karena kondisi jalan yang ada sangat parah kerusakannya. Untuk itu perlu dilakukan penelitian untuk konstruksinya. Untuk membuat jalur alternatif ini tentu kita harus berbicara dengan masyarakat sehingga mereka mau memberikan tanah. Tentu kita lihat beberapa Kilo meter dekat dengan posisi jalan yang rusak ini," tambahnya.
Dia menjelaskan, tanah longsor ini merupakan lanjutan dari longsor yang sebelumnya terjadi pada 10 Januari 2023 lalu.
Baca juga: Musrenbang Tingkat Kecamatan Se-Kabupaten TTS 2023, Stunting dan Kemiskinan Ekstrim Jadi Fokus
Liu menerangkan, kondisi cuaca yang tidak menentu membuat alat berat belum dapat dioperasikan.
"Untuk alat berat sementara belum bisa beroperasi karena faktor cuaca. Kita tunggu sampai cuacanya pas demi keselamatan pekerja. Kondisi tanah sudah agak kering baru kita lakukan pengerjaan," tandasnya.
Dia mengatakan, sementara untuk datang ke kota masyarakat bisa menggunakan jalan alternatif selain jalur Kolonakaf meskipun jarak tempuhnya agak jauh.
Dia menyampaikan kondisi jalur di jalan Kolonakaf sudah lumpuh.
"Hari ini kondisi jalur sudah lumpuh dan tidak bisa dilewati lagi kendaraan roda dua maupun roda empat," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Tampak-kondisi-tanah-longsor-yang-semakin-parah-di-ruas-jalan-Jalur-Kolonakaf-TTS.jpg)