Kamis, 14 Mei 2026

KKB Papua

106 Anggota KKB Papua Masuk Daftar Pencarian Orang

Dari sedikitnya 500 anggota KKB yang tersebar di berbagai wilayah di Papua, 106 di antaranya telah ditetapkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Tayang:
Editor: Agustinus Sape
Capture Video Antaranews.com
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Papua Kombes Pol Faisal Ramadhani, pada Silaturahmi OPS Damai Cartenz 2023 dengan Insan Pers di Jayapura Papua, Selasa 31 Januari 2023. 

POS-KUPANG.COM, JAYAPURA - Dari sedikitnya 500 anggota KKB yang tersebar di berbagai wilayah di Papua, 106 di antaranya telah ditetapkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Hal itu disampaikan Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Papua Kombes Pol Faisal Ramadhani, dalam acara Silaturahmi OPS Damai Cartenz 2023 Bersama Insan Pers di Jayapura, Selasa 31 Januari 2023.

Dia mengatakan Polda Papua telah menyebarkan foto wajah dan nama mereka ke semua kabupaten/kota yang menjadi basis kelompok tersebut.

 

Faisal Ramadhani mengungkapkan hasil pemetaan terbaru bahwa sedikitnya ada 500 anggota Kelompok Kriminal Bersenjata atau KKB yang tersebar di berbagai wilayah di Papua.

Upaya pengejaran dan penangkapan mereka di seluruh wilayah Papua terus dilakukan aparat.

"Jumlah KKB berkisar lebih kurang 500. Tapi itu yang teridentifikasi ya, yang kami ketahui nama-namanya," ujar Faisal Ramadhani.

Menurutnya, dari jumlah tersebut, 106 di antaranya telah dimasukkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) oleh Polda Papua.

"Yang masuk DPO ini para pentolannya, pimpinan KKB," katanya.

Baca juga: Aksi Brutal KKB Papua, Tembak Pemilik Bengkel di Distrik Sugapa Intan Jaya

Dari video yang ditayangkan antaranews, beberapa di antara DPO dimaksud adalah Yosep Kemong, Guspi Waker, Tandi Kogoya, Obeth Waker, Anggau Waker, Yohanes Magai, Lis Tabuni, Elan Waker, Ayub Waker, Joni Botak, Sabinus Waker, Yumando Waker, Ferry Ellas, dan Konius Waker.

Faisal mengaku, selama lima tahun terakhir bertugas di Papua, setiap tahunnya menangani 40-50 kasus KKB.

Dia mengatakan, tahun lalu, polisi menggunakan strategi penegakan hukum lebih kepada soft approach yang tidak terlalu kencang.

Namun pada tahun 2023 ini, polisi akan kembali melakukan penegakan hukum. Bukan hanya kepada KKB, tetapi juga pihak-pihak yang mendukung, baik lewat logistik maupun lainnya.

Teranyar, KKB menembak pekerja bengkel di kawasan Bilogai, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, Senin 30 Januari 2023.

Akibat peristiwa itu, korban mengalami luka tembak pada bagian punggung.

"Iya betul ada penembakan di Sugapa, korban berinisial S tertembak di punggung," ujar Direskrimum Polda Papua Kombes Faizal Ramadhani di Jayapura, Senin

Namun ia belum dapat menjelaskan mengenai kronologi kejadian karena terkendala jaringan telekomunikasi.

Baca juga: KKB Papua Klaim Kuasai Oksibil Pegunungan Bintang: Kantor, Sekolah dan Toko Harus Tutup

Menurut Faizal, penembakan terjadi sekitar pukul 14.30 WIT. Korban berhasil diselamatkan dan dibawa ke Puskesmas Sugapa.

"Korban dalam keadaan sadar dan dirawat di Puskesmas," kata dia.

Faizal menyebutkan, korban adalah pemilik bengkel di Sugapa dan belum diketahui apakah ia akan dievakuasi ke Nabire atau tidak. Pelaku penembakan, sambung dia, dipastikan KKB.

"Sudah pasti KKB kelompoknya Undius Kogoya, tapi siapa yang tembak ini kita belum tahu," tuturnya.

Sebagai informasi, Distrik Sugapa merupakan ibu kota dari Kabupaten Intan Jaya. Hingga saat ini penerbangan menjadi satu-satunya moda transportasi untuk bisa mengakses ke wilayah tersebut.

Sugapa hanya memiliki jaringan kelistrikan yang disediakan pemerintah daerah setempat untuk beberapa jam saja.

Jaringan telekomunikasi pun bergantung pada listrik tersebut sehingga mengikuti jam operasional pembangkit listrik milik Pemda.

Sumber: antaranews.com/inews.id/kompas.com

Ikuti berita Pos-Kupang.com di GOOGLE NEWS

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved