Berita Manggarai Timur

Bupati dan Ketua TP PKK Apresiasi Dinkes Manggarai Timur Mulai Gerakan Orang Tua Peduli Stunting

Dinkes Manggarai Timur menjadi Perangkat Daerah pertama yang melaksanakan Gerakan Orang Tua Peduli stunting. 

Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/HO ISTIMEWA
SUAP - Ketua TP PKK Kabupaten Manggarai Timur Theresia Wisang Agas, sedang menyuapi makanan kepada seorang anak di Desa Sita, gambar diambil Sabtu 28 Januari 2023. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo

POS-KUPANG.COM, BORONG - Bupati Manggarai Timur Agas Andreas, SH.,M.Hum bersama Ketua TP PKK Kabupaten Manggarai Timur, Theresia Wisang Agas mengapresiasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Manggarai Timur yang mulai melaksanakan program Gerakan Orang Tua Peduli stunting.

Hal ini tentunya mendukung komitmen Pemkab Manggarai Timur untuk menekan angka stunting di Matim diwujudkan dalam berbagai bentuk, salah satunya dengan Gerakan Orang Tua Asuh untuk Anak Stunting. 

Program ini sendiri telah dilaunching oleh Bupati Manggarai Timur, Agas Andreas, pada bulan Agustus 2022 lalu. Pada saat itu Bupati Manggarai Timur menekankan pentingnya upaya bersama untuk menekan angka stunting yang cukup tinggi di Manggarai Timur. 

Menindaklanjuti arahan Bupati tersebut, Dinkes Manggarai Timur menjadi Perangkat Daerah pertama yang melaksanakan Gerakan Orang Tua Peduli stunting. 

Baca juga: SDK Bugis 1 Manggarai Timur Gelar Festival Senjata

Kegiatan ini dilaksanakan di Kampung Nantal, Desa Sita, Kecamatan Ranamese, Sabtu 28 Januari 2023. 

Sebagaimana diketahui Desa Sita memiliki 58 anak stunting dan ini merupakan salah satu yang tertinggi di Manggarai Timur. 

Bupati Agas yang hadir bersama Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Manggarai Timur, Theresia Wisang Agas mengapresiasi langkah yang diambil oleh Dinkes Matim ini.

"Dengan menjadi orang tua asuh untuk anak-anak stunting, kita yang secara materi memiliki kelebihan diharapkan dapat membantu keluarga yang kurang mampu dan punya anak stunting untuk kecukupan gizinya. Jika setiap pejabat atau mereka-mereka yang masuk dalam golongan mampu dalam satu wilayah memiliki komitmen untuk menjadi orang tua asuh dari satu anak saja, maka bisa dipastikan masalah stunting di Matim akan bisa selesai tanpa kita terlalu bergantung pada program dari luar,"ujar Bupati Agas. 

Bupati Agas juga menyampaikan terima kasih dan memberi apresiasi untuk Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai Timur yang sudah membuka jalan dan memberikan bukti nyata dalam. upaya menekan angka stunting

Ia berharap agar, gerakan ini akan diikuti oleh Perangkat Daerah lainnya sebagai sebuah gerakan bersama. Gerakan ini sebenarnya adalah sebuah gerakan untuk membangkitkan kembali budaya gotong-royong di masyarakat. Gotong-royong untuk meningkatkan derajat kesehatan anak-anak dalam satu wilayah secara bersama.

Baca juga: Ibu Rumah Tangga di Ladok Manggarai Timur Akhiri Hidup

Kegiatan ini juga melibatkan PKK setempat dan tenaga kesehatan sehingga yang menjadi orang tua asuh bisa yakin bahwa uang yang mereka sumbangkan akan dipergunakan dengan baik dan sesuai dengan tujuan awal

Kegiatan perdana di kampung Nantal ini berhasil mendapatkan orang tua asuh utuk 10 anak.

Bupati Agas berharap bahwa jumlah ini akan terus bertambah seiring dengan semakin banyaknya orang yang tergerak untuk menjadi orang tua asuh.

Kepala Dinas Kesehatan Manggarai Timur, dr Surip Tintin mengatakan, gerakan ini melibatkan semua pegawai di Dinas Kesehatan Manggarai Timur.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved