Pilpres 2024

AHY Hadiri Acara Imlek 2023, Nitizen Pesan Begini: Jangankan Capres, Presiden pun Bisa

AHY, sapaan akrab Agus Harimurti Yudhoyono menuai pujian nitizen se-Indonesia. Ia disanjung pasca mengunggah foto saat hadiri acara Imlek 2574 (2023).

Editor: Frans Krowin
POS-KUPANG.COM
HADIRI IMLEK – AHY (Agus Harimurti Yudhoyono) saat menghadiri acara IMLEK 2574 Kongzili (Imlek 20023) bersama Anisa Pohan, istrinya. Unggahan AHY ini direspon nitizen dengan mendorong AHY jadi calon wakil presiden bahkan presiden. 

Siapa Pendamping Anies?

Pendamping Anies Baswedan di Pilpres 2024 masih teka-teki. Berbagai spekulasi muncul.

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) paling berpeluang menjadi cawapres dari  mantan Gubernur DKI Jakarta.

Baca juga: Ramli Rahim dan Relawan Anies Total Dukung AHY, Siap Menangkan Semua Caleg Demokrat di Pemilu 2024

AHY unggul pada beberapa survei elektabilitas cawapres. Sedangkan saingannya dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ahmad Heryawan masih berada di posisi bawah hasil survei. AHY pun mengajak PKS untuk menyerahkan urusan bakal calon wakil presiden Koalisi Perubahan kepada Anies Baswedan.

AHY mengatakan, dengan diserahkan kepada Anies, maka tiga partai anggota Koalisi Perubahan yakni Nasdem, Demokrat, dan PKS memiliki posisi yang setara dalam menentukan nama bakal calon wakil presiden.

"Demokrat akan mengajak PKS agar menyerahkan keputusan Bacawapres kepada bacapres yang kita usung. Dengan demikian, tiga partai memiliki kesetaraan yang sama dalam koalisi,” kata AHY dalam siaran pers dikutip dari kompas.com, Kamis 26 Januari 2023.

SEKRETARIAT PERUBAHAN – Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono mendesak NasDem dan PKS segera membentuk Sekretariat Bersama untuk Pilpres 2024. Lebih cepat dibentuk itu lebih baik dalam rangka merencanakan langkah-langkah berikutnya.
SEKRETARIAT PERUBAHAN – Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono mendesak NasDem dan PKS segera membentuk Sekretariat Bersama untuk Pilpres 2024. Lebih cepat dibentuk itu lebih baik dalam rangka merencanakan langkah-langkah berikutnya. (POS-KUPANG.COM)

AHY menilai wajar apabila calon anggota koalisi ingin kadernya menjadi pendamping Anies.
Namun, ia mengingatkan agar jangan sampai penentuan nama bakal calon wakil presiden menghambat terbentuknya Koalisi Perubahan.

Selain itu, menurut dia, Anies akan memiliki independensi dalam menentukan pasangannya, tanpa diintervensi oleh pihak manapun.

"Sehingga pasangan ini akan harmonis dan saling melengkapi ketika kelak mendapatkan amanah untuk menjalankan roda pemerintahan. Bukan ‘kawin paksa’,” kata AHY.

Ia menambahkan, Demokrat tidak masalah dengan kriteria bakal calon wakil presiden yang diajukan Anies yakni berkontribusi pada pemenangan, berkontribusi pada stabilitas koalisi, mendukung efektivitas pemerintahan, dan memiliki chemistry atau dwi tunggal.

"Terkait kriteria bacawapres, secara prinsip tidak ada masalah bagi kami. Itu haknya Bacapres,” kata AHY.

Di samping itu, AHY juga mengajak Nasdem dan PKS untuk membentuk Sekretariat Perubahan sebagai bentuk keseriusan Koalisi Perubahan.

Baca juga: AHY Lebih Berpeluang Jadi Calon Wakil Presiden, Kini Ajak PKS Serahkan Figur RI-2 ke Anies Baswedan

AHY menilai, dengan rentang waktu komunikasi lebih dari enam bulan, ketiga partai politik sudah dapat mengambil keputusan yang penting dan fundamental.

Oleh sebab itu, ia mengusulkan agar ketiga ketua umum partai politik untuk bertemu membentuk Sekretariat Perubahan.
Menurut dia, dalam pertemuan itu juga perlu ada penandatanganan nota kesepahaman para pimpinan partai politik untuk memenuhi syarat presidential threshold 20 persen.

“MoU ini idealnya mengatur komitmen ketiga parpol untuk memperjuangkan harapan rakyat akan perubahan dan perbaikan, khususnya terkait masalah ekonomi, kesejahteraan sosial, keadilan, penegakan hukum, dan demokrasi, sekaligus memberi mandat kepada bacapres untuk sesegera mungkin menentukan pasangannya,” kata AHY.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved