Berita Timor Tengah Utara

Sebelum Diamankan, Para Terduga Pelaku Pencurian Sapi di TTU Nyaris Diamuk Massa

Disampaikan Ipda Aris, ketiga terduga pelaku tersebut nyaris diamuk masa di Desa Bakitolas, Kecamatan Naibenu, sebelum pihak kepolisian tiba di TKP

Penulis: Dionisius Rebon | Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/DOKUMENTASI POLRES TTU
DITANGKAP - Pose para terduga pelaku yang dibekuk aparat kepolisian Polsek Miomaffo Timur, Kamis, 26 Januari 2023 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dionisius Rebon

POS-KUPANG.COM, KEFAMENANU - Kapolsek Miomaffo Timur, Ipda Muhammad Aris Salama membeberkan kronologi penangkapan para terduga pelaku komplotan pencuri sapi yang diduga sering melancarkan aksinya sekitar wilayah perbatasan Desa Bakitolas, Kecamatan Naibenu dan Desa Fatumtasa, Kecamatan Insana Utara, Kabupaten Timor Tengah Utara, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Disampaikan Ipda Aris bahwa, ketiga terduga pelaku tersebut nyaris diamuk masa di Desa Bakitolas, Kecamatan Naibenu, sebelum pihak kepolisian tiba di lokasi kejadian.

"Mereka mau dimasa sama masa tadi malam di Bakitolas makanya kita amankan di Polsek," ujarnya saat diwawancarai POS-KUPANG.COM,  Kamis, 26 Januari 2023.

Baca juga: DPRD TTU Sebut Ruas Jalan Manenu-Non Rusak Akibat Tidak Sesuai RAB

Pasca menerima informasi dari masyarakat, pihak Kepolisian Polsek Miomaffo Timur kemudian bergegas ke TKP untuk meredakan situasi sekaligus mengamankan para pelaku di Polsek Miomaffo Timur untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

Dikatakan IPDA Aris, para terduga pelaku pencurian sapi ini mengaku menyembelih ternak sapi milik mereka sendiri.

Oleh karena itu, pihaknya belum bisa menyimpulkan bahwa ketiga orang tersebut melakukan pencurian sapi.

Baca juga: Aparat Polres TTU Bekuk Terduga Pelaku Penikaman di Desa Maukabatan

Meskipun demikian, pihak kepolisian saat ini telah bergegas ke TKP untuk memastikan kebenaran perihal kepemilikan ternak sapi tersebut. 

"Kita belum bisa katakan itu pencurian. Karena kita sementara cek di TKP. Karena mereka bilang itu mereka punya. Sekarang saya bawa masyarakat juga satu desa ini untuk kita cek. Jangan sampai itu orang lain punya," ungkapnya. (*)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved