Berita Lembata

Petani Terancam Gagal Panen, Pemkab Lembata Siapkan Strategi Khusus

Dari pantauan di lapangan, potensi gagal panen itu selalu ada di situasi perubahan iklim seperti ini.

Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/RICKO WAWO
Penjabat Bupati Lembata Marsianus Jawa sudah mendapat laporan mengenai adanya potensi ancaman gagal panen di Kabupaten Lembata. Tapi, sebagai kepala daerah, dirinya tak ingin buru buru mengeluarkan pernyataan resmi yang mengklaim Kabupaten Lembata gagal panen. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, RICKO WAWO

POS-KUPANG.COM, LEWOLEBA - Penjabat Bupati Lembata Marsianus Jawa sudah mendapat laporan mengenai adanya potensi ancaman gagal panen di Kabupaten Lembata. Tapi, sebagai kepala daerah, dirinya tak ingin buru buru mengeluarkan pernyataan resmi yang mengklaim Kabupaten Lembata gagal panen. 

Menurut dia, curah hujan memang tidak merata tahun ini sehingga potensi gagal panen itu bisa dialami para petani di sejumlah wilayah. 

"Tapi belum keluarkan pernyataan resmi soal gagal panen. Tidak boleh serta merta. Saya perlu dapat data dari camat dan kades," kata Marsianus saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat, 20 Januari 2023.

Baca juga: Remaja yang Nyaris Diperkosa di Lembata Kesulitan Biaya Rujuk ke Rumah Sakit di Kupang

Pemerintah daerah juga tentu sudah menyiapkan cadangan beras sebanyak 100 ton. 

Kepala Dinas Pertanian Lembata Kanisius Tuaq, berujar dari pantauannya di lapangan potensi gagal panen itu selalu ada di situasi perubahan iklim seperti ini. Namun kondisi sekarang, daun jagung masih layu sementara dan belum layu secara permanen;

Kanis Tuaq menganjurkan agar, para petani menanam tanaman umur pendek seperti Kacang Hijau dan Kacang Kedelai.

“Kondisi alam tidak bisa diprediksi, sehingga kita rekomendasikan untuk melakukan penanaman dengan tanaman umur pendek untuk memanfaatkan sisa hujan yang ada,” pinta Kanis ditemui usai rapat di Kantor DPRD Lembata. 

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Lembata sendiri, kata Kanis Tuaq, sudah mensuplai bantuan benih Kacang Hijau dan Kedelai sebanyak 40.000 kg dengan cakupan luas lahan 800 hektar. 

Baca juga: Progres Proyek PEN di Ile Ape Meningkat, DPRD Lembata Minta Kontraktor Jaga Kualitas

“Seluruh Lembata 800 hektar,” terang Kanis Tuaq.

Pihaknya juga mengaku sudah mengedukasi para petani untuk melakukan penyiraman dengan mesin yang sudah disiapkan dinas dengan memanfaatkan mata air terdekat.

Di samping itu, lanjutnya, Kanis Tuaq pun menyarankan kepada para petani melakukan Pemulsaan di sekitar tanaman dengan daun-daun supaya kelembaban tanah bisa terjaga.

“Kami selalu menghimbau kepada PPL agar senantiasa selalu berada di kebun-kebun petani untuk memberi pendampingan sekaligus penguatan dengan berbagai upaya demi menjaga keberlangsungan produksi komoditi pertanian,” tandas Kanis Tuaq. (*)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved