Breaking News
Jumat, 15 Mei 2026

Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik Minggu 22 Januari 2023, Bertobatlah dan Ikutilah Aku

Renungan Harian Katolik berikut disiapkan oleh RP. Yerem Amsikan SVD dengan judul Bertobatlan dan Ikutilah Aku.

Tayang:
Editor: Agustinus Sape
Foto Pribadi
RENUNGAN - RP Yerem Amsikan SVD menyampaikan Renungan Harian Katolik untuk hari Minggu 22 Januari 2023 dengan judul Bertobatlah dan Ikutilah Aku. 

POS-KUPANG.COM - Renungan Harian Katolik berikut disiapkan oleh RP. Yerem Amsikan SVD dengan judul Bertobatlan dan Ikutilah Aku.

RP. Yerem Amsikan menulis Renungan Harian Katolik ini merujuk bacaan pertama Yesaya 8:23b-9:3, bacaan kedua 1Korintus 1:10-13.17, dan bacaan Injil Matius 4:12-23, Minggu Biasa III Tahun A.

Di akhir Renungan Harian Katolik ini disediakan pula teks lengkap bacaan Minggu 22 Januari 2023 beserta mazmur tanggapan dan bait pengantar Injil.

Bertobatlah, sebab Kerajaan Allah sudah dekat. Inilah khotbah pertama Yesus sejak Ia mulai tampil di depan umum.

Bertobatlah, ini sebuah seruan sekaligus ajakan kepada umat Israel agar kembali ke jalan yg telah ditetapkan Allah.

Seruan pertama Yesus ini menjadi awal misi keselamatan dan sebuah undangan yang terus-menerus harus kita jawab melalui pikiran, kata-kata dan perbuatan kita.

Bertobat berarti melakukan apa yg diingini Allah, menghidupi nilai-nilai Kerajaan Allah yang ditawarkan oleh Yesus sendiri dalam inti pewartaan tentang kasih, damai dan keadilan.

Barangsiapa bertobat, ia akan memperoleh kehidupan kekal.

Baca juga: Renungan Harian Katolik Minggu 22 Januari 2023 Pekan Biasa III, Yesus Menyingkir ke Galilea

Dengan meninggalkan Nazareth menuju ke Kapernaum, Yesus meretas pengkotakan religius dan kulturan dan menjadikan Galilea sebagai markas besar pewartaan Injil. Di sinilah Yesus mulai mewartakan kabar gembira di Galilea.

Untuk melancarkan pewartaan Injil dan pelayanan, Yesus memanggil dan memilih ke-12 muridNya untuk membantu-Nya mewartakan kabar keselamatan kepada dunia.

"Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan kujadikan penjala manusia".

Ajakan Yesus ini tidak hanya ditujukan kepada para muridNya, tetapi kepada kita semua. Kita sebagai orang beriman mesti siap menjadi penjala yang baik bagi sesama.

Menjadi penjala yang baik berarti kita bisa menjala sesama dengan jala kebaikan.

Jala kebaikan kita itu adalah pemberian diri kita lewat pengabdian diri yang tulus untuk melayani.

Hidup kita mesti menjadi satu bentuk pewartaan. Mewartakan kebaikan kepada yang lain, membawa sesama melihat kegagalannya sebagai peluang untuk menemukan jalan baru, membuat impian mereka menjadi kenyataan, bukannya mematikan daya juang mereka.

Kadangkala kita gagal menolong sesama keluar dari kesulitan hidupnya karena kita hanya menilai mereka dari jauh tanpa berusaha untuk masuk dan mengalami situasi hidup mereka, merasakan apa yang sedang dirasakan.

Yesus menginginkan setiap pengikutNya menjadi terang yang mengarahkan cahayanya kepada setiap orang tanpa kecuali.

Dunia saat ini membutuhkan manusia yang terbuka kepada setiap orang, tidak memagari dirinya dengan berbagai macam batas-batas seperti marga, suku, status, jabatan, curiga terhadap orang lain.

Manusia pengikut Yesus adalah manusia yang mau dan mampu menerima orang lain sebagaimana adanya, paham akan keunikan orang lain, mau belajar dari kesalahan diri sendiri dan orang lain dan merasa bahagia bila melihat orang lain sukses, gembira dan bahagia.

Kita mesti berani katakan bahwa jika kita mengikuti Yesus hari ini, maka kita akan mendapat kesempatan baru dalam hidup kita.

Mari kita bertobat, sebab Kerajaan Allah sudah dekat.

Baca juga: Renungan Harian Katolik Minggu 22 Januari 2023, Saling Mengasihi dan Berbagi

Pesan Tuhan Yesus kepada kita saat ini sama seperti pesanNya kepada para pendengarNya saat itu.

Selama kesempatan masih ada, mari kita gunakan kesempatan dengan bertobat, berbalik dari jalan kita yg sesat. Percayalah kepadaNya sebab hanya Yesus satu-satunya jalan agar kita dapat kembali kepada Allah.

Selamat Pagi dan Selamat Hari Minggu untuk kita semua.

Salam Kasih dan Doa, Tuhan Memberkati Kita.

Teks Lengkap Bacaan Minggu 22 Januari 2023

BACAAN - Ilustrasi Alkitab Katolik. Silakan membaca teks lengkap bacaan Renungan Harian Katolik Minggu 22 Januari 2023.
BACAAN - Ilustrasi Alkitab Katolik. Silakan membaca teks lengkap bacaan Renungan Harian Katolik Minggu 22 Januari 2023. (Tokopedia)

Bacaan Pertama: Yesaya 8:23b-9:3

"Di wilayah bangsa-bangsa lain orang telah melihat terang yang besar."

Bacaan dari Kitab Yesaya:

Kalau dahulu Tuhan merendahkan tanah Zebulon dan tanah Naftali, maka di kemudian hari Tuhan akan memuliakan jalan ke laut itu, yakni daerah seberang Sungai Yordan, wilayah bangsa-bangsa lain.

Bangsa yang berjalan di dalam kegelapan telah melihat terang yang besar; terang telah bersinar atas mereka yang diam di negeri kekelaman. Engkau, ya Tuhan, telah banyak menimbulkan sorak-sorai dan sukacita yang besar.

Mereka telah bersukacita di hadapan-Mu, seperti orang bersukacita di waktu panen, seperti orang bersorak-sorai di waktu membagi-bagi jarahan.

Sebab kuk yang menekan bangsa itu dan gandar yang di atas bahunya serta tongkat si penindas telah Kaupatahkan seperti pada hari kekalahan Midian.

Demikianlah Sabda Tuhan.

U: Syukur Kepada Allah.

Mazmur Tanggapan: Mzm. 27:1,4,13-14

Refr. Tuhan, Dikaulah penyelamatku.

1. Tuhan adalah terang dan keselamatanku, kepada siapa aku harus takut. Tuhan adalah benteng hidupku, terhadap siapakah aku harus gentar.

2. Satu hal telah ku minta kepada Tuhan, satu inilah yang ku-ingini; diam di rumah Tuhan seumur hidupku, menyaksikan kemurahan Tuhan, dan menikmati bait-Nya.

3. Sungguh, aku percaya akan melihat kebaikan Tuhan di negeri orang-orang yang hidup! Nantikanlah Tuhan! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu!

Bacaan Kedua: 1 Korintus 1:10-13,17

"Semoga kamu seia sekata, dan jangan ada perpecahan di antara kamu."

Bacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada Jemaat di Korintus:

Saudara-saudara, aku menasihati kamu demi nama Tuhan kita Yesus Kristus, supaya kamu seia sekata, dan jangan ada perpecahan di antara kamu. Sebaliknya, hendaklah kamu erat bersatu dan sehati sepikir.

Sebab, Saudara-saudaraku, aku telah diberitahu oleh orang-orang dari keluarga Kloe bahwa ada perselisihan di antara kamu. Yang aku maksudkan ialah, bahwa kamu masing-masing berkata: Aku dari golongan Paulus. Atau: Aku dari golongan Apolos.

Atau: Aku dari golongan Kefas. Atau: Aku dari golongan Kristus. Apakah Kristus terbagi-bagi? Adakah Paulus disalibkan demi kamu? Atau adakah kamu dibaptis dalam nama Paulus?

Sebab Kristus mengutus aku bukan untuk membaptis, melainkan untuk memberitakan Injil. Dan itu pun bukan dengan hikmat perkataan, supaya salib Kristus jangan menjadi sia-sia.

Demikianlah Sabda Tuhan.

U: Syukur Kepada Allah.

Bait Pengantar Injil: Matius 4:23;2/4

Refr. Alleluya, alleluya.

Yesus memberitakan Injil Kerajaan Allah serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan.

Bacaan Injil: Matius 4:12-23

"Yesus diam di Kapernaum supaya genaplah firman yang disampaikan oleh Nabi Yesaya."

Inilah Injil suci menurut Matius:

Ketika mendengar bahwa Yohanes Pembaptis telah ditangkap, Yesus menyingkir ke Galilea. Ia meninggalkan Nazaret dan diam di Kapernaum, di tepi danau, di daerah Zebulon dan Naftali.

Dengan demikian genaplah firman yang disampaikan oleh Nabi Yesaya: Tanah Zebulon dan tanah Naftali, jalan ke laut, daerah seberang Sungai Yordan, Galilea, wilayah bangsa-bangsa lain; bangsa yang diam dalam kegelapan telah melihat Terang yang besar, dan bagi mereka yang diam di negeri yang dinaungi maut telah terbit Terang.

Sejak waktu itu Yesus memberitakan, “Bertobatlah, sebab Kerajaan Surga sudah dekat.”

Ketika Yesus sedang berjalan menyusur Danau Galilea, Ia melihat dua orang bersaudara, yaitu Simon yang disebut Petrus, dan Andreas saudaranya.

Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan. Yesus berkata kepada mereka, “Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia. Mereka pun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Yesus.

Setelah pergi dari sana, Yesus melihat pula dua orang bersaudara, yaitu Yakobus anak Zebedeus dan Yohanes saudaranya; bersama ayah mereka, Zebedeus, mereka sedang membereskan jala di dalam perahu.

Yesus memanggil mereka, dan mereka segera meninggalkan perahu serta ayahnya, lalu mengikuti Yesus. Yesus pun berkeliling di seluruh Galilea; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Allah serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan di antara bangsa itu.

Demikianlah Sabda Tuhan.

U: Terpujilah Kristus.

Renungan Harian Katolik lainnya

Ikuti berita Pos-Kupang.com di GOOGLE NEWS

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved