Renungan Harian Katolik
Renungan Harian Katolik Kamis 19 Januari 2023, Engkaulah Anak Allah!
Renungan Harian Katolik berikut disiapkan oleh Bruder Pio Hayon SVD dengan judul Engkaulah Anak Allah!
POS-KUPANG.COM - Renungan Harian Katolik berikut disiapkan oleh Bruder Pio Hayon SVD dengan judul Engkaulah Anak Allah!
Bruder Pio Hayon menulis Renungan Harian Katolik ini merujuk bacaan pertama dari Surat kepada Orang Ibrani 7: 25-8:6, dan bacaan Injil Markus 3: 7-12.
Di akhir Renungan Harian Katolik ini disediakan pula teks lengkap bacaan Kamis 19 Agustus 2023 beserta mazmur tanggapan dan bait pengantar Injil.
Ibu Bapak, saudari/a terkasih dalam Kristus.
Inspirasi kita hari ini terlahir dari dua bacaan yang kita renungkan hari ini.
Dari bacaan pertama, Surat Kepada Orang Ibrani mengambil tokoh Yesus yang menjadi Imam Agung dan mempersembahkan kurban diriNya sekali untuk selamanya demi menyelamatkan semua orang dengan sempurna.
Imam Agung ini saleh, tanpa salah dan noda dan yang ditinggikan mengatasi segala langit.
Dengan itu, Ia menjadi pengantara bagi semua orang kepada Allah karena dari semula “Ia duduk di sebelah kanan takhta Yang Mahabesar di Surga.”
Baca juga: Renungan Harian Katolik Kamis 19 Januari 2023, Yesus Bukan Payung
Sebagai Anak Tunggal Allah, Dialah ditetapkan Allah menjadi Imam Agung sebagai tebusan bagi seluruh bangsa. Dan diakui oleh manusia termasuk setan-setan yang datang hendak membinasakan manusia.
Markus menegaskan itu dalam kisah Injilnya hari ini. Semua roh-roh jahat berteriak, “Engkaulah Anak Allah”.
Setan pun tahu dan mengenal Yesus sebagai Anak Allah.
Setan juga mengakui Yesus sebagai Anak Allah dan yang memiliki kuasa atas mereka.
Setan saja mengakuiNya sebagai Anak Allah, bagaimana dengan kita?
Baca juga: Renungan Harian Katolik Kamis 19 Januari 2023, Kasih Yesus yang Menyembuhkan
Saudari/a yang terkasih dalam Kristus.
Kisah tentang Yesus yang diakui sebagai Anak Allah oleh roh-roh jahat ketika Yesus mengajar banyak orang dari atas perahu itu, menjadi buah bibir atau buah tutur semua orang yang menyaksikan peristiwa itu.
Betapa tidak, ketika Yesus sedang mengajar dan semua roh jahat yang ada di dalam orang-orang itu berteriak, “Engkaulah Anak Allah” ketika melihat Yesus.
Pengakuan akan Yesus sebagai Anak Allah itu tidak hanya datang dari orang beriman, tetapi juga dari setan atau roh-roh jahat yang tahu siapa itu Yesus sebenarnya.
Kisah pengakuan itu muncul pada saat Yesus sedang menyingkir ke Danau Galilea dengan murid-muridNya dan banyak orang yang mengikuti Yesus sesudah mendengar tentang segala yang dilakukan Yesus dan banyak orang yang Yesus sembuhkan dan banyak orang ingin dijamah oleh Yesus.
“Bilamana roh-roh jahat (yang ada dalam diri orang-orang) melihat Yesus, mereka jatuh tersungkur di hadapanNya dan berteriak “Engkaulah Anak Allah”.
Kehadiran Yesus selalu membawa berkat bagi siapa saja yang beriman kepadaNya tetapi juga pada saat yang sama, ada juga roh-roh jahat yang nota bene tidak beriman tapi tetap mengakui Yesus sebagai Anak Allah.
Dalam konteks kita, ada banyak sekali diantara kita yang sangat beriman dan mengimani Yesus sebagai Tuhan dan Anak Allah.
Kita semua patut bersyukur atas rahmat iman yang kita terima dan mendapatkan berkat dari belaskasih Allah lewat perantaraan Yesus Sang Anak Allah itu.
Namun juga di antara kita yang juga mengakui Yesus dengan berteriak-teriak sebagai Anak Allah.
Yesus tahu tentang kita, mulut-mulut kita berteriak tentang Yesus sebagai Anak Allah tapi itu lahir dari roh-roh jahat yang ada dalam diri kita.
Dengan mulut kita mengakui Yesus sebagai Anak Allah tapi tidak dengan iman yang benar.
Maka ketika semua orang yang kita jumpai dan menyatakan diri sebagai orang yang mengakui Yesus sebagai Anak Allah, sebagai Tuhan perlu juga melihat buah dari pengakuan itu.
Karena roh jahat pun tetap mengakui Yesus sebagai Tuhan dan Anak Allah.
Maka dalam hidup harian kita, pengakuan iman kita kepada Yesus harus terbukti di dalam realitas hidupnya sebagai buah-buah iman harap dan kasih yang tergambar dalam pola tingkah laku hidupnya.
Untuk itu kita diajak oleh penginjil hari ini agar terus beriman dengan benar, pengakuan iman kepada Allah dan Yesus Anak Allah itu harus menghasilkan buah-buah iman harap dan kasih.
Jika tidak maka kita perlu koreksi diri, jangan sampai pengakuan kit aitu lahir dari roh-roh jahat yang ada dalam diri kita sendiri.
Saudari/a yang terkasih dalam Kristus.
Pesan untuk kita hari ini, pertama, Yesus tampil sebagai tokoh yang menarik banyak orang kepadaNya. Semoga kita pun bisa menjadi orang yang mampu menarik banyak orang kepada Yesus.
Kedua, Pengakuan iman kepada Allah harus terlihat dalam buah-buah roh yang dihasilkan dalam hidup harian.
Ketiga, kita bisa menjadi roh jahat yang mengakui Tuhan dengan mulut tapi nyatanya tidak.
Maka kita butuh pertobatan sejati. Mulut dan hati satu.
Teks Lengkap Bacaan Kamis 19 Januari 2023
Bacaan Pertama: Ibrani 7:25-8:6
"Kristus mempersembahkan diri sekali untuk selama-lamanya."
Bacaan dari Surat kepada Orang Ibrani:
Saudara-saudara, Yesus sanggup juga menyelamatkan dengan sempurna semua orang yang demi Dia datang kepada Allah. Sebab Ia hidup lestari untuk menjadi Pengantara mereka.
Imam Agung seperti inilah yang kita perlukan: yakni saleh, tanpa salah, tanpa noda, yang telah dipisahkan dari orang-orang berdosa, dan ditinggikan mengatasi segala langit; yang tidak seperti imam-imam besar lain, yang setiap hari harus mempersembahkan korban untuk dosanya sendiri dan sesudah itu barulah untuk dosa umatnya.
Hal itu sudah dilakukan Yesus satu kali untuk selama-lamanya, yakni ketika Ia mempersembahkan diri-Nya sendiri sebagai kurban. Hukum Taurat menetapkan orang-orang yang tidak sempurna menjadi imam agung.
Tetapi sesudah hukum Taurat itu, diucapkanlah sumpah, yang menetapkan Putera yang sudah sempurna sampai selama-lamanya, menjadi Imam Agung. Inti segala yang kita bicarakan ini ialah: Kita mempunyai Imam Agung yang seperti itu: Ia duduk di sebelah kanan takhta Yang Mahabesar di surga,
dan melayani ibadat di tempat mahakudus, yaitu di dalam kemah sejati, yang didirikan oleh Tuhan dan bukan buatan manusia. Setiap Imam Agung ditetapkan untuk mempersembahkan kurban atau persembahan kepada Allah.
Oleh karena itu Yesus harus mempunyai sesuatu untuk dipersembahkan. Sekiranya Ia berada di bumi ini, Ia sama sekali tidak akan menjadi imam, karena di sini sudah ada orang-orang yang mempersembahkan persembahan menurut hukum Taurat.
Tetapi pelayanan mereka adalah gambaran dan bayangan dari apa yang ada di surga, sama seperti yang diberitahukan kepada Musa, ketika ia hendak mendirikan kemah. “Ingatlah!” demikian firman Tuhan, “Buatlah semuanya itu menurut contoh yang telah ditunjukkan kepadamu di atas gunung itu!”
Tetapi sekarang Yesus telah mendapat tugas pelayanan yang jauh lebih agung, karena Ia menjadi Pengantara dari perjanjian yang lebih mulia, yang didasarkan atas janji yang lebih tinggi.
Demikianlah Sabda Tuhan.
U: Syukur Kepada Allah.
Mazmur Tanggapan: Mzm. 40:7-8a,8b-9,10,17
Refr. Ya Tuhan aku datang melakukan kehendak-Mu.
1. Kurban dan persembahan tidak Kauinginkan tetapi Engkau telah membuka telingaku; kurban bakar dan kurban silih tidak Engkau tuntut. Lalu aku berkata, "Lihatlah Tuhan, aku datang!"
2. "Dalam gulungan kitab ada tertulis tentang aku: Aku senang melakukan kehendak-Mu, ya Allahku; Taurat-Mu ada di dalam dadaku."
3. Aku mengabarkan keadilan di tengah jemaat yang besar, bibirku tidak kutahan terkatup; Engkau tahu itu, ya Tuhan.
4. Biarlah bergembira dan bersukacita semua orang yang mencari Engkau; biarlah mereka yang mencintai keselamatan daripada-Mu tetap berkata, "Tuhan itu besar!"
Bait Pengantar Injil: 2 Timotius 1:10b
Refr. Alleluya, alleluya. Alleluya, alleluya.
Penebus kita Yesus Kristus telah membinasakan maut dan menerangi hidup dengan Injil.
Bacaan Injil: Markus 3:7-12
"Roh-roh jahat berteriak, "Engkau Anak Allah." Tetapi dengan keras Yesus melarang memberitahukan siapa Dia."
Inilah Injil suci menurut Markus:
Sekali peristiwa, Yesus menyingkir ke Danau Galilea bersama murid-murid-Nya, dan banyak orang dari Galilea mengikuti Dia.
Juga dari Yudea, dari Yerusalem, dari Idumea, dari seberang Yordan, dan dari daerah Tirus serta Sidon datanglah banyak orang kepada-Nya.
Sesudah mereka mendengar segala yang dilakukan-Nya. Karena orang banyak itu, Yesus menyuruh murid-murid-Nya menyediakan sebuah perahu bagi-Nya, jangan sampai Dia terhimpit oleh mereka. Sebab Yesus menyembuhkan banyak orang, sehingga semua penderita penyakit berdesak-desak ingin dijamah oleh-Nya.
Bilamana roh-roh jahat melihat Yesus, mereka jatuh tersungkur di hadapan-Nya dan berteriak, “Engkaulah Anak Allah!” Tetapi dengan keras Yesus melarang mereka memberitahukan siapa Dia.
Demikianlah Sabda Tuhan.
U: Terpujilah Kristus.
Renungan Harian Katolik lainnya
Ikuti berita Pos-Kupang.com di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Pio-Hayon-SVD-Bruder_01.jpg)