Renungan Harian Katolik
Renungan Harian Katolik Kamis 19 Januari 2023, Engkaulah Anak Allah!
Renungan Harian Katolik berikut disiapkan oleh Bruder Pio Hayon SVD dengan judul Engkaulah Anak Allah!
Betapa tidak, ketika Yesus sedang mengajar dan semua roh jahat yang ada di dalam orang-orang itu berteriak, “Engkaulah Anak Allah” ketika melihat Yesus.
Pengakuan akan Yesus sebagai Anak Allah itu tidak hanya datang dari orang beriman, tetapi juga dari setan atau roh-roh jahat yang tahu siapa itu Yesus sebenarnya.
Kisah pengakuan itu muncul pada saat Yesus sedang menyingkir ke Danau Galilea dengan murid-muridNya dan banyak orang yang mengikuti Yesus sesudah mendengar tentang segala yang dilakukan Yesus dan banyak orang yang Yesus sembuhkan dan banyak orang ingin dijamah oleh Yesus.
“Bilamana roh-roh jahat (yang ada dalam diri orang-orang) melihat Yesus, mereka jatuh tersungkur di hadapanNya dan berteriak “Engkaulah Anak Allah”.
Kehadiran Yesus selalu membawa berkat bagi siapa saja yang beriman kepadaNya tetapi juga pada saat yang sama, ada juga roh-roh jahat yang nota bene tidak beriman tapi tetap mengakui Yesus sebagai Anak Allah.
Dalam konteks kita, ada banyak sekali diantara kita yang sangat beriman dan mengimani Yesus sebagai Tuhan dan Anak Allah.
Kita semua patut bersyukur atas rahmat iman yang kita terima dan mendapatkan berkat dari belaskasih Allah lewat perantaraan Yesus Sang Anak Allah itu.
Namun juga di antara kita yang juga mengakui Yesus dengan berteriak-teriak sebagai Anak Allah.
Yesus tahu tentang kita, mulut-mulut kita berteriak tentang Yesus sebagai Anak Allah tapi itu lahir dari roh-roh jahat yang ada dalam diri kita.
Dengan mulut kita mengakui Yesus sebagai Anak Allah tapi tidak dengan iman yang benar.
Maka ketika semua orang yang kita jumpai dan menyatakan diri sebagai orang yang mengakui Yesus sebagai Anak Allah, sebagai Tuhan perlu juga melihat buah dari pengakuan itu.
Karena roh jahat pun tetap mengakui Yesus sebagai Tuhan dan Anak Allah.
Maka dalam hidup harian kita, pengakuan iman kita kepada Yesus harus terbukti di dalam realitas hidupnya sebagai buah-buah iman harap dan kasih yang tergambar dalam pola tingkah laku hidupnya.
Untuk itu kita diajak oleh penginjil hari ini agar terus beriman dengan benar, pengakuan iman kepada Allah dan Yesus Anak Allah itu harus menghasilkan buah-buah iman harap dan kasih.
Jika tidak maka kita perlu koreksi diri, jangan sampai pengakuan kit aitu lahir dari roh-roh jahat yang ada dalam diri kita sendiri.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Pio-Hayon-SVD-Bruder_01.jpg)