Berita Alor
Pemerintah Desa Alim Mebung Alor Adakan Bimtek Pembuatan Pupuk Bokashi
Menurut Almedu, sebanyak 75 persen masyarakat Desa Alim Mebung menggantungkan hidupnya pada sektor pertanian.
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Rosalia Nago
POS-KUPANG.COM, KALABAHI – Desa Alim Mebung, Kecamatan Alor Tengah Utara (ATAU), Kabupaten Alor, mengadakan Bimbingan Teknis (Bimtek) pembuatan pupuk Bokashi untuk 8 kelompok tani pada Selasa, 17 Januari 2023.
Almedu Kafolata, S. PdK, selaku Kepala Desa Alim Mebung mengatakan bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk mendorong masyarakat agar tidak tergantung pada pupuk organik.
”Bimtek pembuatan pupuk bokashi ditujukan untuk keperluan 8 kelompok tani yang ada di sini. Pemerintah desa melihat kondisi masyarakat Desa Alim Mebung, memiliki ketergantungan yang tinggi terhadap pupuk organik. Sehingga kami mengadakan bimtek ini,” ujar Almedu saat diwawancarai di lahan percontohan Desa Alim Mebung, Rabu 18 Januari 2023.
Baca juga: Sukseskan Pemilu 2024, KPU Alor Laksanakan Tahapan Pemilu
Menurut Almedu, sebanyak 75 persen masyarakat Desa Alim Mebung menggantungkan hidupnya pada sektor pertanian. Sebagai pemerintah Desa, Almedu dan perangkat desa berkewajiban memfasilitasi pembuatan pupuk bokashi.
Pupuk bokashi yang dibuat menggunakan campuran cairan M4 dan pupuk kandang. “Bahan yang kami gunakan adalah cairan M4, sekam dan dedak padi, lalu campuran kotoran ternak Ayam dan Kambing. Langkah-langkahnya yang pertama mencampurkan pupuk cair dengan cairan M4, lalu dituangkan campuran kotoran ternak. Hasil pupuk bokashi ini disimpan ditempat yang sudah kami sediakan. Setelah disimpan selama 5 hari, pupuk siap digunakan baik untuk tanaman jagung, kacang-kacangan, sayuran, tomat, lombok, dan lain-lain,” jelas Almedu.
Lahan yang digunakan sebagai lahan contoh pertanian, adalah lahan milik warga yang di kontrak oleh pemerintah Desa Alim Mebung.
“Lahan ini adalah lahan percobaan. Lahan ini milik warga yang kami pakai dengan sistem kontrak, sebagai lahan percontohan bagi 8 kelompok tani agar mereka bisa mengembangkan usaha pertaniannya,” terang Almedu.
Baca juga: Setubuhi Anak di Bawah Umur, Sopir Angkot di Alor Ditangkap
Lebih lanjut, Almedu menjelaskan bahwa saat ini sistem pertanian di Desa Alim Mebung masih menggunakan sistem tradisional dengan peralatan seadanya. Pada kegiatan bimtek, diajarkan teknologi yang lebih modern yakni sistem irigasi tetes.
Irigasi tetes adalah metode irigasi yang menghemat air dan pupuk. Metode ini dilakukan dengan membiarkan air menetes pelan ke akar tanaman, baik melalui permukaan tanah atau langsung ke akar melalui jaringan katup, pipa, dan emitor.
Lahan percontohan tersebut ditanami jagung manis. Setelah jagung dipanen desa dan kelompok tani sepakat untuk menanam tomat dan lombok. Rangkaian kegiatan ini menggunakan dana Desa Alim Mebung Tahun Anggaran 2022.
“Dana kegiatan bimtek bersumber dari dana desa tahun 2022. Oleh pemerintah pusat telah menganggarkan 20 persen untuk lahan pertanian. Kami pemerintah desa melihat potensi masyarakat di lahan pertanian. Kami menggunakan dana ini untuk mendorong masyarakat, sehingga masyarakat bisa berupaya mendapatkan hasil yang memuaskan,” tutur Almedu.
Almedu berharap, kegiatan ini akan membuka pikiran masyarakat untuk berinovasi di bidang pertanian. “Kami berharap, kegiatan ini bisa memacu dan menggerakan masyarakat desa, untuk berpikir dan bersaing, serta memanfaatkan teknologi untuk usaha pertanian,” harap Almedu. (cr19)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Delapan-Kelompok-Tani-Desa-Alim-Mebung-ALOR-sedang-mencampurkan-bahan-pupuk-bokashi.jpg)