Berita Kupang
Wabup Kupang Rayakan Natal Bersama Kaum Bapa Klasis Amabi Oefeto Timur
Perayaan tersebut berlangsung di di Gereja Betel Muke Kecamatan Amabi Oefeto Timur, pada hari Rabu, 11 Januari 2023.
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Tapehen
POS-KUPANG.COM, OELAMASI - Perayaan Natal Bersama Kaum Bapak Tingkat Klasis Amabi Oefeto Timur di Gereja Betel Muke Wakil Bupati Kupang Jerry Manafe Berharap agar gereja juga ikut andil dalam pembangunan.
Perayaan tersebut berlangsung di di Gereja Betel Muke Kecamatan Amabi Oefeto Timur, pada hari Rabu, 11 Januari 2023.
Di dalam gereja yang belum rampung dibangun itu ia menegaskan jemaat jangan hanya berharap penuh pada Pemerintah, namun masyarakat harus harus bisa bekerja sama dengan semua stakeholder dalam membangun desa.
Baca juga: 245 Orang dari Tiga Kecamatan di Kabupaten Kupang Ikuti Seleksi Anggota PPS
"Selama mengabdi dipemerintahan, saya melihat dalam pembangunan desa harus ada tekad, pikiran dan hati yang sama dalam membangun desa, termasuk dalam membangun gedung gereja. Gereja Betel Muke juga di dukung dengan sepenuhnya bersama GKY pada awal masa pembangunan gereja ini," ungkapnya.
Bagi Wabup Jerry Manafe Kecamatan Aamabi Oefeto Timur terkhusus desa Muke memiliki potensi yang besar. Karena itu kita semua harus membangun dan menanam di desa ini.
Tidak hanya itu, Wabup Jerry berharap agar gereja harus bisa berpikir bersama pemerintah dalam menuntaskan stunting. Yang mana, persoalan stunting dapat mengganggu masa depan anak bangsa.
"Kemarin kita berbangga anak Amarasi juara dunia berhitung cepat dengan menggunakan sampoa. Saat itu juga, Gubernur kita VBL, mengatakan bahwa bukan hanya anak yang pintar. Namun karena gurunya juga pintar. Anak-anak kita semua mampu dan pintar namun kurang gizi. Dana stunting juga cukup besar, pemerintah melalui desa memberikan makanan tambahan. Kiranya bisa menjadi perhatian kita semua karena pemerintah tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan para stakeholder dan masyarakat," tukasnya.
Tokoh jemaat Muke sekaligus Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kupang Yohanis Mase mengatakan, sebagai pimpinan daerah juga harus berpikir tentang hal-hal baru agar bisa keluar dari permasalahan yang dihadapi oleh rakyat.
Dia menjelaskan, dalam konteks kekinian, gereja berkembang sebagai lembaga modern, jadi harus bisa memikirkan tentang dunia dan surga agar urusan politik tidak semata-mata menjadi tanggungjawab pemerintah melainkan menjadi tanggungjawab gereja.
Baca juga: Dana Seroja Kabupaten Kupang 100 Persen Sudah di Rekening Penerima
"Gereja harus memiliki kantor untuk fokus pada aktifitas pelayanan serta harus membuka diri untuk berkolaborasi dengan semua pihak teristimewa dengan gereja lainnya yang budgetnya dari pemerintah," ungkapnya.
"Tidak usah bikin proposal, tapi buatlah jaringan dengan lembaga- lembaga. Rencananya akan saya bangun dua sumur bor di desa Muke dan anggarannya akan diberikan untuk gereja," tutupnya setelah mengucapkan selamata Natal dan Tahun Baru bagi semua yang hadir.
Bagi Pengurus Kaum Bapak Lingkup Sinode GMIT Prof. Rudialok Pollo menegaskan natal bersama menjadi momentum kebangkitan kaum bapak disini.
"Yang pasti, melihat gereja ini pertanda bahwa kaum bapak disini hidup. Karena jika bangun gereja, kaum bapak mengorbankan semua hal termasuk waktu dan materi," ujarnya.
Sayangnya banyak kaum bapa setelah selesai membangun gereja mereka tidak bergabung namun hanya ada disekitar gereja bukan didalam gereja.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Perayaan-Natal-Bersama-Kaum-Bapak-Tingkat-Klasis-Amabi-Oefeto-Timur-di-Gereja-Betel-Muke.jpg)