Berita Rote Ndao
Bupati Paulina Kukuhkan Tiga Maneleo Tasioe Rayon Boni
mempererat persatuan dan kesatuan untuk menjunjung tinggi nilai-nilai luhur kemanusiaan dan menghormati hak asasi manusia
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Mario Giovani Teti
POS-KUPANG.COM, BA'A - Bupati Rote Ndao, Paulina Haning-Bullu, SE mengukuhkan tiga Maneleo/Kepala Suku Tasioe Rayon Boni di Desa Boni, Kecamatan Loaholu, Rabu, 11 Januari 2023.
Maneleo yang dikukuhkan adalah Steven Ndolu dan Seloter Tai Ndun sebagai Manedombe dan juga Dance Ndolu sebagai Manafadek.
Adapun pengukuhan Maneleo tersebut ditandai dengan pemakaian topi Ti'i Langga dan penyematan kain adat Rote oleh Bupati Paulina.
Baca juga: Tolak Angkut Pasien Sekarat, Pemkab Rote Ndao Beri Surat Teguran Bagi KM Express Bahari
Dalam sambutannya, Bupati Paulina menyampaikan walaupun di Rote punya berbagai nusak / suku dengan ciri khasnya masing-masing, namun pada prinsipnya semua dibingkai dalam semangat ita esa / kita satu.
"Kita menyadari bahwa Kabupaten ini terdiri dari berbagai nusak dengan karakteristik atau ciri khas serta bahasanya masing-masing, punya budayanya beda-beda, tetapi intinya kita adalah satu, ita esa," ungkap Bupati Paulina.
Dengan prinsip ita esa tersebut, ia mengingatkan, masyarakat harus mendukung kegiatan-kegiatan yang ada di Pemkab Rote Ndao, juga sesuai dengan yang ada di nusak masing-masing.
"Tentu sebaliknya, kita sebagai pemerintah harus memberikan dukungan kepada budaya istiadat yang ada pada daerah ini, karena budaya kita sudah diwariskan oleh leluhur, kita
harus mempertahankannya dan meningkatkannya," terangnya.
Alasan budaya perlu dipertahankan atau dilestarikan, menurut Bupati Paulina, agar menjadi modal pembangunan, sekaligus untuk mempererat persatuan dan kesatuan untuk menjunjung tinggi nilai-nilai luhur kemanusiaan dan menghormati hak asasi manusia itu sendiri.
Baca juga: Natal 2022, Bupati Rote Ndao Paulina Haning-Bullu Serahkan Bingkisan Paket Sembako
Ia melanjutkan, harapan itu bisa diwujudkan melalui kerukunan dan kenyamanan di bumi ita esa Rote Ndao. Tentunya pemerintah harus bersinergi dengan lembaga adat untuk tetap melestarikan budaya Rote yang ada secara turun temurun.
"Budaya yang sudah diwariskan oleh leluhur ini, di zaman apapun, kita tetap menghormati bahwa budaya itu selalu kita junjung tinggi. Untuk itu, atas nama pemerintah, pribadi, keluarga kami memberikan apresiasi dan selamat kepada Maneleo Tasioe yang dikukuhkan hari ini," imbunya.
"Kiranya dapat memelihara adat atau budaya leluhur sebagai sebuah warisan. Tadi sudah dipakaikan topi Ti'i Langga, topi itu adalah junjungan mahkota yang perlu dihormati dan dipelihara. Sedangkan, selimut yang disematkan di bahu merupakan tanggung jawab untuk mengurus analeonya dan masyarakat yang ada di bawah kepemimpinan daripada para Maneleo yang telah dikukuhkan," sambung Bupati Paulina.
Dirinya juga meminta agar Maneleo yang dikukuhkan dapat membantu pemerintah daerah sehingga dapat memberdayakan atau mengembangkan kearifan, adat istiadat sebagai wujud pengakuan terhadap adat istiadat di Rote Ndao
Sebagai Maneleo, Bupati Paulina berpesan, harus menjadi teladan sebagai pemimpin di suku atau leo tersebut, terus menjaga dan menghidupkan kegiatan-kegiatan yang bernuansa adat atau budaya di desanya masing-masing.
Kemudian menjaga kebersihan lingkungan, agar terhindar dari penyakit seperti diare, malaria serta DBD mengingat saat ini berlangsung musim hujan.
Baca juga: Pemkab Rote Ndao Hibahkan Laptop dan Printer kepada Polres Rote Ndao
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/bupati-rote-ndao-paulina-haning-bullu-foto-bersama-ketiga-maneleo.jpg)