Reshuffle Kabinet

Prabowo Subianto - Mardiono dan FX Rudi Temui Presiden Jokowi di Tengah Isu Reshuffle Kabinet

Prabowo Subianto, Mardiono dan FX Rudy merupakan tiga sosok yang menemui Presiden Jokowi di Istana Negara di tengah isu reshuffle kabinet saat ini.

Editor: Frans Krowin
POS-KUPANG.COM
TEMUI JOKOWI - Tiga sosok ini menemui Presiden Jokowi di tengah wacana reshuffle kabinet yang kini sedang menggelinding. Tiga sosok itu, yakni Mardiono, Prabowo Subianto dan FX Rudy, Mantan Wali Kota Solo. 

POS-KUPANG.COM - Prabowo Subianto, Muhammad Mardiono dan FX Hadi Rudyatmo merupakan tiga sosok yang menemui Presiden Jokowi di Istana Negara di tengah isu reshuffle kabinet saat ini.

Hadirnya tiga tokoh di Istana Negara tersebut dikait-kaitkan dengan reshuffle kabinet yang kini sedang berkembang.

Namun ketiga sosok tersebut menepis semua anggapan yang dialamatkan kepadanya. Mereka menepis bahwa yang dibicarakan Presiden Jokowi adalah reshuffle.

Begini kronologinya tentang ketiga figur ini menemui Presiden Jokowi di Istana Negara.

1. Mardiono, Plt Ketua Umum PPP

Plt Ketua Umum PPP Muhammad Mardiono bertemu Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa 3 Januari 2023 petang.

Ia membantah bahwa pertemuan membahas rencana perombakan atau reshuffle Kabinet Indonesia Maju (KIM).

Baca juga: Hasto Angkat Bicara Soal Reshuffle Kabinet: Kalau Ada Kursi Kosong, Nanti akan Diisi Kader PDIP

“Tidak tuh, tadi tidak menyinggung soal reshuffle,” katanya.

Presiden Jokowi kata Mardiono sama sekali tidak membahas soal kinerja kabinet.

Pertemuan hanya membahas soal program pemerintah secara keseluruhan.

“Tidak membicarakan isu politik, apalagi isu reshuffle, beliau tidak sampaikan itu,” katanya.

Menurut Mardiono, Presiden Jokowi menaruh perhatian penuh pada sejumlah ancaman krisis akibat ketidakpastian global.

Mulai dari ancaman resesi, ancaman krisis pangan, dan keuangan.

“Beliau banyak menaruh perhatian seputar kondusivitas nasional kita, ancaman krisis resesi dunia, dan bagaiman menjaga Indonesia tidak terlibat dalam krisis dunia,” katanya.

EFEK JOKOWI - Prabowo Subianto disebut-sebut mendapatkan untung dari efek Presiden Jokowi. Lantaran kinerja Jokowi naik, maka Prabowo Subianto pun mengalami lonjakan elektabilitas walau sampai sekarang masih berada di posisi ketiga setela Anies Baswedan.
EFEK JOKOWI - Prabowo Subianto disebut-sebut mendapatkan untung dari efek Presiden Jokowi. Lantaran kinerja Jokowi naik, maka Prabowo Subianto pun mengalami lonjakan elektabilitas walau sampai sekarang masih berada di posisi ketiga setela Anies Baswedan. (POS-KUPANG.COM)

2. Prabowo Subianto

Presiden Jokowi memanggil Menteri Pertahanan Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat, 6 Januari 2023.

Pertemuan berlangsung sekitar pukul 9.30 Wib.

Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin menjelaskan bahwa pertemuan itu membahas rencana kerja Kementerian Pertahanan.

“Tadi Menhan Pak Prabowo minta waktu kepada Bapak Presiden untuk menjelaskan tentang Rapim Kemhan pada 18 Januari mendatang,” ujar Bey kepada wartawan.

Dalam kesempatan tersebut, Menhan mengundang Presiden untuk hadir dalam acara Rapim Kemenhan.

“Pak Menhan juga mengundang dan mengharapkan kehadiran Bapak Presiden, jika belum ada agenda pada waktu yang sama,” katanya.

Baca juga: Wapres Maruf Amin Pastikan Ada Reshuffle Kabinet

3. FX Rudy

Sampai saat ini FX Hadi Rudyatmo selalu dikait-kaitkan dengan rencana Presiden Jokowi melakukan Reshuffle kabinet.

FX Hadi Rudyatmo yang juga Ketua DPC PDIP Kota Solo itu bertemu Jokowi di Istana, di tengah isu Reshuffle kabinet, Senini 26 Januari 2022.

Namun FX Rudy membantah pertemuan itu terkait Reshuffle kabinet. Ia juga membantah dirinya ditawari posisi menteri oleh Jokowi.

Ia mengatakan selama satu jam ia bertemu presiden Jokowi mereka tak bicara sedikit pun tentang reshuffle kabinet.

Namun usai pertemuan itu, FX Rudy langsung diisukan menjadi salah satu calon menteri dalam Kabinet Indonesia Maju.

Awalnya, lanjut dia, untuk bertemu Presiden pada 26 Desember 2022, ia menghubungi Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Pratikno pada Jumat 23 Desember 2022 melalui pesan WhatsApp.

Pesan itu baru mendapat balasan Pratikno dua hari setelahnya.

Praktikno menyampaikan bila Jokowi bisa menerima Rudy di Istana Negara, Senin 26 Desember 2022 pukul 17.00 WIB.

"Tidak ada pemanggilan," kata dia. Rudy kemudian bertemu dengan Jokowi di Istana.

Pertemuan tersebut hanya terjadi antar keduanya. Pratikno tidak hadir di dalamnya.

"Terus saya diterima pukul 17.00 WIB sampai 17.55 WIB," ucapnya.

Rudy mengatakan tidak ada bahasan tentang pemerintahan dan politik di pertemuan tersebut.

Termasuk isu reshuffle kabinet yang santer mengemuka.

"Tidak ada pembahasan pemerintahan, politik, maupun HUT PDI-P," katanya.

Rudy menyampaikan dirinya menyampaikan sejumlah aspirasi dari rakyat. Salah satunya aspirasi para produsen pupuk organik.

Namun, dia tidak merinci isi aspirasi apa yang disampaikannya kepada Jokowi.

Baca juga: Isu Reshuffle Kabinet Kian Kencang, Jokowi Panggil Ketum Gerindra-PPP ke Istana

"Tidak ada pembicaraan politik. Reshuffle ga ada. Yang ada bicara soal keluarga omong-omong saja begitu," tuturnya saat dihubungi TribunSolo.com, Rabu 28 Desember 2022.

Saat ditanya mengenai tawaran untuk menjadi menteri, ia kembali menampik.

"Aduh, nggak, nggak ada pembicaraan soal itu. Nggak ada," terangnya.

Misteri Map Coklat

Pertemuan antara Presiden Jokowi dan FX Hadi Rudyatmo terjadi di Istana Merdeka, Senin 26 Desember 2022.

Pertemuan tersebut hanya melibatkan mereka saja.

Tidak ada orang lain, termasuk Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Pratikno pun tidak ada dalam pertemuan Jokowi dan Rudy.

Kendati demikian, ada hal yang menarik perhatian dalam pertemuan itu.

Ada sebuah map coklat yang terletak di hadapan Jokowi. Map itu ada di samping cangkir putih.

Penutup map coklat itu sedikit terbuka meski isinya tidak sampai keluar.

Rudy menerangkan map coklat itu bukan dari dirinya. Map itu milik Jokowi.

"Itu mapnya sana, saya datang tidak bawa apa-apa," terang Rudy, Rabu 28 Desember 2022.

Rudy menegaskan dirinya tidak berani melakukan hal semacam itu.

"Saya tidak berani bawa kayak gitu," katanya.

Adapun pertemuan Jokowi dan Rudy di Istana Merdeka bukan kali pertama terjadi dalam kurun waktu 4 bulan terakhir.

Baca juga: Ali Ngabalin Bicara Tentang Reshuffle Kabinet: Kalau Dicopot Ya Jangan Marah, Waktumu Sampai di Sini

Mereka pernah bertemu di Istana Merdeka pada 29 Agustus 2022 silam.

Nasib Masjid Sriwedari disebut-sebut menjadi bahasan dalam pertemuan tersebut.

Apakah pembicaraan mengenai nasib itu terjadi di pertemuan terakhir?

Rudy mengatakan tidak ada bahasan terkait Masjid Sriwedari dalam pertemuannya dengan Jokowi terakhir.

"Tidak bahas," katanya. (*)

Ikuti Pos-Kupang.Com di GOOGLE NEWS

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved