Natal 2022

Putin Hadiri Misa Natal Ortodoks Sendirian di Kremlin, Perang Ukraina Jalan Terus

Presiden Rusia Vladimir Putin menghadiri misa Natal Gereja Ortodoks di Kremlin, Sabtu 7 Januari 2023. Pada saat yang sama perang di Ukraina berlanjut.

Editor: Agustinus Sape
Sputnik/Mikhail Klimentyev/Kremlin via REUTERS
Presiden Rusia Vladimir Putin berbicara di telepon dengan David Shmelev dari Wilayah Stavropol, seorang peserta berusia 7 tahun dari acara amal Tahun Baru dan Natal, di kediaman negara Novo-Ogaryovo di luar Moskow, Rusia 5 Januari 2023. 

Negara-negara Uni Eropa juga berjanji untuk meningkatkan kontribusi mereka ke Ukraina dalam upaya membantu Ukraina mencapai terobosan dalam perang.

Jerman mengatakan pada 6 Januari akan memberi Ukraina 40 kendaraan tempur infanteri Marder.

Menurut Nils Schmid, juru bicara kebijakan luar negeri Partai Sosial Demokrat, kendaraan tersebut dapat dikirimkan pada kuartal pertama tahun 2023.

"Kami jauh dari lelah mendukung Ukraina," katanya.

Setelah berbulan-bulan negosiasi, Jerman mengumumkan akan menyediakan Ukraina dengan kendaraan tempur infanteri Marder menyusul panggilan telepon antara Presiden AS Joe Biden dan Kanselir Jerman Olaf Scholz.

Saling balas tembakan

Pasukan Rusia dan Ukraina saling balas serangan artileri di medan perang pada Jumat 6 Januari 2023 meski Presiden Rusia Vladimir Putin menyerukan gencatan senjata.

Putin menyerukan gencatan senjata selama 36 jam mulai Jumat tengah hari hingga Sabtu 7 Januari 2023 tengah malam guna merayakan Natal Gereja Ortodoks Rusia.

Untuk diketahui, Gereja Ortodoks Rusia merayakan Natal setiap pada 7 Januari, bukan 25 Desember.

Di satu sisi, Ukraina menolak gencatan senjata. Kyiv mengatakan, seruan gencatan senjata tersebut sengaja dimanfaatkan Moskwa untuk memperkuat pasukannya.

“Gencatan senjata apa? Bisakah kamu mendengar?” kata seorang tentara Ukraina saat sebuah ledakan terdengar di kejauhan di garis depan dekat Kreminna di Ukraina timur.

“Apa yang ingin mereka capai jika terus menembak? Kami tahu, kami telah belajar untuk tidak memercayai mereka,” sambungnya, sebagaimana dilansir Reuters.

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan, pasukannya mulai mengamati gencatan senjata sejak Jumat siang waktu Moskwa di sepanjang garis kontak.

Akan tetapi, sambung Kementerian Pertahanan Rusia, pasukan Ukraina terus menembaki daerah berpenduduk dan posisi militer.

Reporter Reuters di garis depan mendengar ledakan. Seorang pasukan Ukraina mengatakan, ledakan itu merupakan tembakan roket Rusia yang masuk. Ukraina menembak balik dari tank.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved