Senin, 27 April 2026

Berita Malaka

Nekat Nyebrang Kali, Warga Numponi di Malaka Terseret Arus Banjir

Ketika melintas, tiba-tiba terjadi banjir. Korban pun akhirnya terseret arus banjir dan kemudian ditemukan warga Desa Builaran, Kecamatan Sasitamean.

Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/HO-TRIBUNNEWS.COM
gambar ilustrasi orang tenggelam 

Laporan Reporter POS-KUPANG, Nofry Laka

POS-KUPANG.COM, BETUN - Ermelinda De Orleans, warga Desa Numponi, Kecamatan Malaka Timur, Kabupaten Malaka ditemukan tewas terseret arus banjir akibat nekat menyebrang Kali Numponi.

Kejadian tersebut berawal ketika korban hendak pergi ke kebunnya di Wemer. Karena tidak ada jembatan penyebrangan, korban nekat menyeberangi Kali Numponi.

Naas, ketika melintas, tiba-tiba terjadi banjir. Korban pun akhirnya terseret arus banjir dan kemudian ditemukan warga Desa Builaran, Kecamatan Sasitamean.

Baca juga: Soal Pencabutan PPKM, Pemkab Malaka Minta Warga Tetap Waspada Terkait Penyebaran Covid 

David Ximenes, salah satu tokoh pemuda Numponi yang juga keluarga korban kepada POS-KUPANG.COM, Jumat 6 Januari 2023 membenarkan kejadian tersebut.

"Ia benar, korban terseret arus banjir pada Rabu 4 Januari 2023," jawabnya. 

Saat ditemukan, mayat korban langsung dievakuasi menggunakan mobil ambulans menuju Desa Numponi.

Sesuai kesepakatan keluarga, menurutnya, tepat pada hari ini Jumat sore 6 Januari 2023 jasad korban akan dimakamkan. 

Baca juga: Angin Kencang di Malaka, Atap Rumah Warga Beterbangan

Namun, kejadian ini harusnya tidak boleh sampai terjadi kalau saja Jembatan Numponi tersebut tidak terputus saat badai Seroja tahun 2021 lalu.

"Karena jembatan terputus akhirnya akses jalan warga menjadi terhambat sejauh ini. Tidak hanya warga yang tiap hari bertaruh nyawa lintasi kali Numponi tapi kepada siswa siswi atau pelajar yang hendak ke sekolah tiap pagi maupun saat pulang sekolah," katanya lagi. 

Menurutnya, kondisi ini tentunya tidak bisa didiamkan terus menerus. Ia berharap agar pemerintah daerah bisa mencarikan solusinya untuk membangun kembali jembatan Numponi tersebut. 

Sementara Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gabriel Seran menyampaikan bahwa terkait dengan jembatan Numponi yang terputus akibat badai Seroja kali lalu itu pihaknya sudah diusulkan ke Kementerian PUPR. 

"Kita sudah usulkan ke Kementerian PUPR melalui Dinas PU dan BNPB melalui BPBD, dan mudah-mudahan tahun ini bisa realisasi," ucapnya. 

Sebelumnya Bupati Malaka Dr. Simon Nahak perjuangkan jembatan Numponi di Jakarta.

Hal itu ditandai dengan Bupati Simon Nahak berkunjung ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik (PUPR) Indonesia.

Kedatangan Bupati Simon Nahak disambut oleh Kepala Biro Perencanaan Anggaran dan Kerja Sama Luar Negeri (KLN), Ir. Edy Juharsyah, M.Tech.

Baca juga: Cuaca Ekstrem, Atap Rumah Warga Malaka Diterbangkan Angin 

Tujuannya kedatangan Bupati Simon Nahak memperjuangkan bantuan alokasi anggaran dari Pemerintah Pusat melalui Kementerian PUPR-RI dalam rangka pembangunan kembali Jembatan Numponi dan 6 jembatan di Kabupaten Malaka.

"Enam jembatan itu antara lain jembatan Tualaran, jembatan Wemeda (Babahane), jembatan Boen Tafuli, jembatan Fatukro Sasitamean, jembatan Benanai 2 (Aintasi), dan jembatan Benanai 3 yang menghubungkan Kabupaten Malaka dan Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) di Kabupaten Malaka," kata Simon Nahak melalui layanan pesan watsAppnya pada Kamis 27 Januari 2022.

"Tekad kuat Simon Nahak itu ditandai ketika pada Rabu 26 Januari 2022 dirinya bertemu dengan Kementerian PUPR- RI."

Simon Nahak mengatakan, enam jembatan dipresentasikan namun yang menjadi prioritas adalah jembatan Numponi yang rusak akibat bencana banjir di Kabupaten Malaka pada 31 Maret - 4 April 2021(dampak Siklon Badai Seroja).

"Sampai saat ini berdampak pada beberapa wilayah terisolasi, jarak tempuh ke Ibu Kota Kabupaten menjadi lebih panjang dan harus melewati jalan yang kondisinya rusak berat," jelas Simon Nahak kepada Kementerian PUPR-RI.

Lanjut Simon Nahak,  jika ini dibiarkan maka akan mempengaruhi kondisi ekonomi serta sosial budaya wilayah sekitar dan Kabupaten Malaka pada umumnya dan sangat berpengaruh negatif terhadap aktivitas sosial ekonomi masyarakat serta mengganggu lalu lintas manusia, barang dan jasa.

Baca juga: Pondok Warga di Desa Suai Malaka Roboh Akibat Angin Kencang

Simon Nahak mengaku, banyak pontensi yang seharusnya berkembang di Kabupaten Malaka, tetapi pihaknya membutuhkan uluran tangan dari Pemerimtah Pusat untuk membantu membuka akses jembatan agar tidak menjadi hambatan terhadap aktivitas sosial ekonomi masyarakat.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia melalui Kepala Biro Perencanaan Anggaran dan Kerja Sama Luar Negeri (KLN), Ir. Edy Juharsyah, M.Tech, memberi tanggapan positif terhadap hasil presentasi Bupati Malaka, Simon Nahak terhadap pembangunan jembatan Numponi dan 6  jembatan lainnya di Kabupaten Malaka.

Ir. Edy Juharsyah mengatakan, pihaknya akan menyampaikan laporan Bupati Malaka kepada Sekretaris Jenderal PUPR dan akan membangun komunikasi lebih lanjut untuk proses selanjutnya.

Dikatakan, tentu yang akan menjadi prioritas adalah jembatan Numponi yang rusak akibat siklon badai seroja yang terjadi pada tanggal 31 Maret - 4 April 2021 di Malaka dan jembatan lainnya yang sudah disampaikan akan diproses melalui tahapan yang berlaku.

Lanjut Edy, seharusnya kerusakan jalan maupun jembatan akibat bencana badai seroja dilaporkan pada waktu itu agar langsung ditindaklanjuti.

"Kami menyampaikan terimakasih kepada bupati Malaka bersama tim yang sudah berupaya membangun komunikasi untuk membangun jembatan yang rusak akibat badai seroja kemarin yang belum dikerjakan. Diharapkan agar ada komunikasi aktif dari Pemda agar proses selanjutnya bisa berjalan normal," tandas Edy. (Nbs)

Ikuti berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved