Breaking News
Minggu, 26 April 2026

Berita Belu

Bupati Belu Minta Pejuang Timor Timur Jangan Muda Terprovokasi Isu Sesat

yang sudah menjadi warga Belu bukan warga baru tetapi warga Negara Kesatuan Republik Indonesia. 

Penulis: Teni Jenahas | Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG. COM/TENI JENAHAS
BERI SAMBUTAN- Bupati Belu, Agustinus Taolin didampingi Wakil Bupati, Aloysius Haleserens saat acara Natal dan Tahun Baru bersama Barisan Muda Forum Komunikasi Pejuang Timor Timur (FKPTT), di Kelurahan Manumutin, Kecamatan Kota Atambua, Rabu 4 Januari 2023. 

Laporan Reporter POS KUPANG. COM, Teni Jenahas

POS KUPANG. COM, ATAMBUA - Bupati Belu, dr. Agustinus Taolin, Sp.PD-KGEH, FINASIM meminta para pejuang Timor Timur supaya jangan muda terprovokasi dengan isu sesat. 

Sebagai warga Negara Kesatuan Republik Indonesia atau NKRI maka NKRI harga mati. Kemudian, taat kepada pemimpin yang sudah ditunjuk. 

"Warga pejuang Timor-Timur jangan terpancing dengan isu-isu yang menyesatkan. Kalau ada hal-hal yang tidak jelas, sampaikan secara terbuka. Karena perjuangan kita untuk mensejahterakan masyarakat", pesan Bupati Belu, Agustinus Taolin saat menghadiri acara Natal dan Tahun Baru bersama yang diselenggarakan Barisan Muda Forum Komunikasi Pejuang Timor Timur (FKPTT). Kegiatan ini bertempat di Kelurahan Manumutin, Kecamatan Kota Atambua, Rabu 4 Januari 2023.

Baca juga: Anggota Polres Belu Penembak Warga Sipil dapat Sanksi Demosi

Menurut Agus Taolin, masa ke pemimpinnya bersama wakil bupati hanya tiga setengah tahun saja sehingga belum bisa memenuhi semua keinginan masyarakat. Kendati demikian, pemerintah akan tetap berusaha semaksimal mungkin untuk melayani seluruh kebutuhan masyarakat Belu dengan hati. 

Pemerintah membutuhkan dukungan dari masyarakat untuk menjaga persatuan dan persaudaraan sebagaimana sudah dipesan Ketua FPKTT, Eurico Guteres. 

"Jagalah persatuan dan persaudaraan dan mari kita bersatu. Ingat pesan Bapak Eurico Guteres, 'Neon ida laran ida hamutuk ho malu hia fatin ida," pesan Agus Taolin. 

Perayaan Natal dan Tahun Baru bersama dihadiri Bupati Belu, Wakil Bupati Belu, unsur Forkopimda Belu, Ketua Umum DPP FPKTT, Eurico Guteres, Ketua DPW FKPTT NTT, Angelino Da Costa, Ketua Barisan Muda FKPTT Kabupaten Belu, Elvis Perdoso, Pimpinan OPD, Lurah Manumutin, tokoh pejuang dan ribuan keluarga Pejuang Timor Timur.

Baca juga: Lantik 35 Pejabat Struktural, Begini Pesan Bupati Belu, dr. Taolin Agustinus

Sementara Wakil Bupati Belu, Aloysius Haleserens menambahkan, warga kelahiran Timor Timur yang sudah menjadi warga Belu bukan warga baru tetapi warga Negara Kesatuan Republik Indonesia. 

"Warga Belu kelahiran Timor-Timur yang berada di tiga kabupaten ini bukan warga baru, tetapi warga Negara Kesatuan Republik Indonesia yang tinggal di Kabupaten Belu. Oleh karena itu, memperbaharui hati kita dalam momen Natal bersama ini dan kembalikan kedamaian bersama saudara-saudara kita yang berada di Indonesia maupun berada di Timor Leste," ajak Wabup Belu.

Sementara, Ketua Umum DPP FKPTT, Eurico Guteres mengapresiasi kehadiran Pemerintah Kabupaten Belu di acara perayaan Natal dan Tahun Baru Bersama yang digagas Barisan Muda FKPTT Kabupaten Belu.

"Saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kabupaten Belu yang hadir bersama kita di tempat ini. Saya minta agar warga disini selalu membangun hubungan baik dengan pemerintah dan semua pihak," ucap Eurico Guteres.

Eurico menuturkan, para pejuang Timor Timur berada di NKRI selama 23 tahun bukan waktu yang singkat. Segala dinamika biasa muncul namun semuanya bisa diselesaikan dengan baik dan penuh persaudaraan. 

Erico mengajak barisan muda FPKTT agar tetap berjuang dan menunjukkan jati diri dengan berbuat sesuatu yang bernilai bagi bangsa dan negara. 

"Saya mengajak Barisan Muda FPKTT di seluruh wilayah Indonesia untuk tidak boleh berdiam diri, tetapi kita harus tetap menunjukkan jati diri dengan berbuat sesuatu kepada bangsa dan negara ini," tandasnya.

Menurut Erico, generasi muda saat ini harus berpikir rasional dengan tetap mengedepankan kepentingan umum dari pada kepentingan kelompok.

Spirit perjuangan yang harus diimplementasikan oleh generasi muda adalah menyatukan semua perbedaan untuk kepentingan bangsa dan negara. (jen). 

 Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved