Berita Kota Kupang
Polisi Tindaklanjuti Video Viral Uang Palsu Pecahan Rp 100.000 di Kupang
Postingan video viral terhadap penemuan uang palsu pecahan Rp 100.000 yang ditemukan oleh seorang warga di wilayah Kota Kupang.
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Christin Malehere
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Postingan video viral terhadap penemuan uang palsu pecahan Rp 100.000 yang ditemukan oleh seorang warga di wilayah Kota Kupang.
Dalam postingan video viral yang direkam oleh Metu Melianus Nenabu (25) mengaku, bahwa uang palsu pecahan Rp 100.000 ditemukan oleh ibunya yang saat itu berjualan kripik di Pasar Oeba, Kelurahan Fatubesi, Kota Kupang.
Kemudian pembuat postingan video itu , Metu Nenabu melakukan pembuktian uang palsu tersebut dengan cara direndam dalam air yang membuat uang tersebut menjadi rusak dan hancur karena berbahan baku kertas.
Saat dikonfirmasi POS-KUPANG.COM, Selasa 3 Januari 2022, Kapolsek Kelapa Lima Polresta Kupang Kota AKP Jemi Noke menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan pengumpulan bahan dan keterangan terhadap postingan video viral uang palsu pecahan Rp 100.000 tersebut.
Dari hasil pulbaket, uang palsu didapatkan oleh Karolina Bire (52) Warga RT 15 RW 07 Kelurahan Kelapa Lima, Kota Kupang.
Baca juga: Kejari Kota Kupang Musnahkan Barang Bukti Uang Palsu dan Narkotika
Baca juga: Ciptakan Rasa Aman dan Nyaman Bagi Warga, Polsek Kelapa Lima Rutin Gelar Patroli
Jemi menambahkan, keterangan dari Saksi Karolina mengaku kejadiannya sejak Maret 2022 atau sekitar delapan bulan lalu, saat Karolina berjualan kripik di Pasar Oeba, kemudian ada yang membeli kripik jualannya dengan dengan menggunakan uang palsu.
"Saksi Karolina mengaku bahwa dia tidak mengetahui secara pasti asal uang palsu tersebut, karena saat itu pembeli kripik pisang cuku banyak," ungkap Jemi.
Setelah tiba di rumah, Karolina baru menyadari bahwa uang palsu pecahan Rp 100.000 tampak berbeda dari uang lainnya, sehingga Karolina langsung memisahkan uang palsu tersebut dan menyimpannya secara khusus.
Lama menunggu sekitar delapan bulan, akhirnya, anaknya Metu Nenabu langsung melakukan tes keaslian uang palsu pecahan Rp 100.000 dengan merendamnya di dalam air hingga membuat uang palsu tersebut hancur.
"Uang palsu tersebut berbahan dasar kertas, sehingga ketika terkena air langsung rusak, dan masyarakat harus waspada terhadap peredaran uang palsu minimal dengan melakukan pengecekan sederhana berupa diraba, dilipat, maupun diterawang, dengan tujuan terhindar dari uang palsu," ujarnya. (zee)
Ikuti berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.