Berita Kupang

Warga TTS Terseret Banjir dan Tewas di Sungai Niumuti Takari

Kapolres Kupang AKBP FX Irwan Arianto mengungkapkan kejadian ini bermula pada hari Sabtu  sekitar jam 23.00 Wita.

Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/HO-ISTIMEWA
TERSERET ARUS- Hengki Maaf (20) warga Desa Matpunu Kecamatan Molo Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Provinsi Nusa Tenggara Timur terseret arus sungai Niumuti Desa Benu Kecamatan Takari Kabupaten Kupang pada hari Sabtu 31 Desember 2022 sekira pukul 23.00 Wita. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM Ryan Tapehen

POS-KUPANG.COM, OELAMASI - Hengki Maaf (20) warga Desa Matpunu Kecamatan Molo Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Provinsi Nusa Tenggara Timur terseret arus Sungai Niumuti Desa Benu Kecamatan Takari Kabupaten Kupang pada hari Sabtu 31 Desember 2022 sekira pukul 23.00 Wita. 

Kapolres Kupang AKBP FX Irwan Arianto mengungkapkan kejadian ini bermula pada hari Sabtu  sekitar jam 23.00 Wita.

Saat itu korban bersama rekannya Andi Missa pulang dari Kupang hendak menuju ke desa Fatukona. Sampai di Sungai Niumuti di RT. 009 RW. 004 Desa Benu, korban bersama rekannya berhenti karena kondisi kali yang akan dilewati sementara banjir dan arusnya deras.

Baca juga: 15 Desa Kelurahan Terdampak Bencana di Kabupaten Kupang, Ada 2773 Jiwa Terdampak

Saat itu korban berjalan menuju kearah sungai untuk mengecek kedalaman sungai sedangkan rekannya  mencari tempat yang aman untuk buang air kecil.

Tidak lama kemudian, Yufri Pitay yang saat itu berada di sungai tersebut,  berteriak kepada rekan korban Andi Misa memberitahukan kalau korban sudah terjatuh kedalam sungai.

Mengetahui kejadian ini rekan korban segera mencari pertolongan kepada warga sekitar untuk sama-sama mencari korban. Beberapa warga datang membantu namun karena kondisi gelap mereka menghentikan pencariannya dan dilanjutkan pagi esok harinya Minggu 1 Januari 2023.

Baca juga: IMI NTT Salurkan Bantuan Bagi Korban Banjir Bandang di Naitae & Tuakau Kabupaten Kupang

Atas upaya rekan korban dan warga sekitar, pada pukul 11.00 Wita, korban berhasil ditemukan namun sudah dalam kondisi meninggal dunia. 

Selang satu jam kemudian tim medis dari Puskesmas Takari dan Polsek Takari tiba di tempat penemuan korban dan melakukan pemeriksaan luar terhadap jenasah korban, dan tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan.

Kemudian korban dibawa menuju ke Puskesmas Takari untuk dilakukan pembersihan dan selanjutnya jenasah korban dibawa pulang oleh keluarga ke Desa Fatukona untuk dimakamkan.

Kapolres Kupang AKBP FX Irwan Arianto, mengatakan bahwa korban diduga terpeleset kedalam sungai dan korban terseret banjir hingga meninggal dunia.

"Setelah dilakukan pemeriksaan luar, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban dan keluarga siap menerima kematian korban sebagai musibah," tutupnya. (ary)

Ikuti berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved