Berita Sumba Timur
Penghujung Tahun 2022, Bupati Sumba Timur Serahkan Bantuan Alat Mesin Pertanian
Bantuan alat pertanian berupa alat mesin pertanian atau Alsintan ini bersumber dari dana APBD II Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Sumba Timur
Laporan Wartawan POS-KUPANG.COM, Ferdinand Edo Putra Naga
POS-KUPANG.COM, WAINGAPU - Bupati Sumba Timur, Drs Khristofel Praing menyerahkan bantuan alat mesin pertanian kepada kelompok tani di penghujung tahun 2022.
Bantuan alat pertanian berupa alat mesin pertanian atau Alsintan ini bersumber dari dana APBD II Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Sumba Timur Tahun Anggaran 2022.
Kegiatan ini diselenggarakan di Kantor Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Sumba Timur, Jalan Jendral Soeharto, Hambala, Kecematan Kota Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Sabtu 31 Desember 2022.
Bantuan Alsintan ini diberikan kepada 115 Kelompok Tani yang tersebar di 22 Kecamatan di Kabupaten Sumba Timur.
Bantuan Alat Mesin Pertanian (Alsintan) meliputi ,4 Unit Traktor Roda 4, 26 Unit Traktor Roda 2 ,Cultivator 6 Unit, Pompa Air 3 Dim (Honda) 44 Unit, RMU/Penggilingan Padi 5 Unit, Combine Harvester/ Mesin Panen 4 Unit, Alat Tabur Pupuk Padat 20 Unit, Alat Tabur Pupuk Cair 20 Unit, Mesin Mol Jagung (Honda) 13 Unit.
Baca juga: Jelang Tutup Tahun, Realisasi APBD Kabupaten Sumba Timur Tahun 2022 Baru 80.6 Persen
Selain itu pada kegiatan ini hadir juga Kepala, Sekretaris, dan Staf Dinas Pertanian dan Pangan Kab. Sumba Timur, dan para Petani.
Pada kesempatan ini Khristofel Praing mengatakan bahwa kegiatan ini adalah program kita karena ketahanan pangan itu menjadi bagian kebijakan dari Kabupaten Sumba Timur.
"Bagaimana menyikapi kebutuhan masyarakat yang mayoritas petani di Sumba timur, sekarang ini ada 433 kelompok itu dan proposal yang masuk ada 115 yang belum dilayani", imbuh Khristofel.
"Kita berharap dengan adanya kegiatan ini ,pendapatan kelompok dapat mereka pakai sendiri", kata Khristofel.
Menurutnya dengan dibagikan alat pertanian ini maka dalam pengolahan lahan dipastikan harus bertambah luas area lahannya.
Baca juga: Kembangkan Budidaya Udang Terintegrasi, KKP RI Jalin Kerjasama Dengan Pemkab Sumba Timur
"Ini juga sebagai bentuk antisipasi terkait adanya ketakutan jika terjadi resesi krisis pangan dan seterusnya itu," ujarnya.
Ia mengatakan tujuan dari kegiatan ini untuk meningkatkan kesejahteran masyarakat. Ini adalah cara pemerintah untuk bagaimana memotivasi para petani.
"Saya berharap kalau hari ini dapat satu dia bisa beranak jadi dua artinya kalau ada nilai tambah ketika menggunakan alat ini. Sekarang mengakhiri tahun 2022, dengan segala persoalanya dalam posisi yang seperti itu maka 2023 harus kita lebih antisipatif", tambah Khristofel.
Menurutnya, guna menyikapi hal yang tidak menentu dia berharap ada sikap optimisme untuk menghadapi berbagai persoalan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/bupati-sumba-tmur-drs-khristofel-praing-msi-foto-bersama-kelompok-tani.jpg)