Rabu, 22 April 2026

Berita NTT

Karya Drama Thriller "Mama Martha" Untuk Semua Ibu

Film berjudul "Mama Martha Wanita di Ladang Gula" ini diproduksi Langit Terang Sinema dan mengambil lokasi utama di Batu Termanu

Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/IRFAN HOI
KONFERENSI PERS - Keterangan pers dari produser hingga pemain film Mama Martha, kepada wartawan di Kota Kupang. Rabu 21 Desember 2022. 

Sorotan film ini meluas, tidak saja dari sudut pandang Martha tetapi juga ibunya, Orpah, yang menerangkan bahwa balik perempuan yang menjadi korban ada perempuan lain yang turut menanggungnya terutama seorang ibu.

Mama Martha atau Orpah, turut berjuang mati-matian untuk anaknya seiring datangnya berbagai konflik di awal hari-hari buruk itu.

Baca juga: Hari Ibu 2022, Ketua DPRD NTT Sampaikan Pesan Moral Soal Sosok Ibu

Di tengah tekanan dan gunjingan dari masyarakat, anak kedua Orpah yaitu Bertha yang belia diperlakuan dengan bengis, diperkosa hingga dimutilasi. Jiwa Orpah sebagai seorang ibu sontak pecah didera duka berkali-kali, tanpa ampun.

Proses pengambilan gambarnya, kata Jeremi, memang dilakukan selama 29 hari tetapi proses penulisan hingga dengan akhir syuting memakan waktu kurang lebih 2 tahun lamanya.

"Film ini semoga dapat membuat perempuan berani, bangkit, bersuara. Ketika kita mendapatkan pelecehan seksual, lapor!" sahut Rizka Kurnianingrum selaku produser di kesempatan yang sama.  

Rizka menyebut film pertama garapan Langit Terang Sinema ini diharapkan menjadi karya terbaik dan sukses menyampaikan pesan kepada dunia yang dikhususkan memperingati Hari Perempuan Sedunia.

Pihaknya juga mengagendakan untuk mengikutkan film ini ke berbagai festival film dunia termasuk di Eropa dimulai pada Maret nantinya lalu akan tayang di Indonesia.

Ia maupun Jeremi juga berpendapat soal seberapa kuat film ini nantinya untuk menjadi film pembuka atau penutup pada festival-festival besar itu. Penentu untuk ini pun nantinya adalah panitia festival.

"Setiap festival ada kelasnya. Kami tidak tahu seperti apa nasib film ini tapi kami percaya film ini dapat bermanfaat bagi orang banyak dan mendapat tanggapan yang baik dari Asia, Afrika dan Eropa," tukas Jeremias kembali.

Ada beberapa festival film internasional yang memang diincar, sambung dia, dan menurut agenda yang ada setelah September atau Oktober di Busan, Korea Selatan, kemungkinkan akhir tahun 2023 film ini akan dinikmati masyarakat Indonesia.

Agenda ini pun masih sangat tentatif karena akan melihat kondisi ke depan terutama pertimbangan kekuatan pasar filmnya bagi film ini.

Deretan pemain film ini sendiri adalah Merlinda Dessy Arantji Adoe sebagai Orpa dan ia berasal dari Rote Ndao, Irma Novita Rihi asal Kupang yang berperan sebagai Martha, Keziallum Starling Ratu Ke asal Kupang yang berperan sebagai Berta dan deretan pemain lokal asal Kupang dan Rote. (Fan)

Ikuti berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved