Selasa, 28 April 2026

Berita Malaka

Bupati Malaka Lakukan Ritual Adat ini Sebelum Masuk Rumah Jabatan 

Ketika ditanya, mengapa memilih tanggal 23 Desember, Bupati Simon Nahak mengungkapkan filosofi angka 23 artinya kembali ke akar. 

Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/HO- Hery Klau
Bupati Malaka, Dr. Simon Nahak bersama keluarga melakukan ritual adat Hasai Ai Kroek di rumah jabatan itu didampingi para tetua dan pemangku adat Suku Marilia, Desa Bakiruk, Malaka Tengah, pada Jumat 23 Desember 2022. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Nofry Laka

POS-KUPANG, BETUN - Sehari setelah upacara pemberkatan Rumah Jabatan Bupati Malaka sesuai tata cara Agama Katolik, Bupati Malaka, Dr. Simon Nahak, SH, MH bersama keluarga melakukan ritual adat Hasai Ai Kroek di rumah jabatan itu didampingi para tetua dan pemangku adat Suku Marilia, Desa Bakiruk, Malaka Tengah, pada Jumat 23 Desember 2022. 

Hasai Ai Kroek itu secara filosofi artinya mengeluarkan segala bentuk marabahaya, kejahatan dan keburukan sehingga ketika penghuninya masuk ke rumah baru, tidak menemukan rintangan atau halangan bahkan gangguan. 

Ketika ditanya, mengapa memilih tanggal 23 Desember, Bupati Simon Nahak mengungkapkan filosofi angka 23 artinya kembali ke akar. 

Baca juga: Gedung DPRD Malaka Diresmikan, Bupati Simon: Semoga Menjadi Ruang Aspirasi Masyarakat

"Segala sesuatu yang kita lakukan harus berurat dan berakar. Akar kita adalah budaya, sehingga harus menjadi pedoman dan penuntun hidup kita," kata Bupati SN. 

Bahkan Bupati Malaka yang berprofesi lawyer ini menambahkan, segala ritual budaya senantiasa mengingatkan kita akan asal usul. 

"Makanya saya senantiasa menjunjung tinggi adat istiadat. Apalagi saya dan keluarga adalah anak asli daerah dengan segala kelebihan dan kekurangan. Saya sering sampaikan di mana-mana, bahwa kita adalah pemilik daerah ini," tandasnya. 

Baca juga: Dinas Pertanian Malaka Salurkan Pupuk, Benih Padi dan Insektisida untuk 291 Kelompok Tani

Sementara menyinggung adat istiadat pun, Dosen Hukum Universitas Warmadewa Bali ini mengemukakan jikalau program Sakti yang diusungnya bersama Wakil Bupati Kim Taolin adalah buah dari refleksi dan permenungan. 

"Sekali lagi, adat harus dijunjung tinggi dan itu semua ada dalam program kerja yang kami lakukan bersama masyarakat Malaka," ujarnya. 

Acara ritual adat Hasai Ai Kroek diawali dari Rumah Adat Marilia kemudian dilanjutkan permohonan kepada leluhur dan sembelih hewan dan perecikan dengan air. Selanjutnya Rumah Jabatan Bupati Malaka siap ditempati. (CR15)

Ikuti berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved