Berita Lembata
Angin Kencang dan Gelombang Tinggi, Nelayan di Lembata Enggan Melaut
Buruknya cuaca ini juga menyebabkan para nelayan kesulitan mendapat uang, mengingat mayoritas penghasilan mereka berasal dari laut.
Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Edi Hayong
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo
POS-KUPANG.COM, LEWOLEBA- Kondisi cuaca gelombang tinggi disertai angin kencang dalam beberapa pekan ini menyebabkan sejumlah nelayan di Kabupaten Lembata tidak bisa melaut.
“Tidak bisa, gelombang tinggi, angin juga kuat,” kata Syukur Haji Azis, nelayan kapal purse seine ketika ditemui wartawan di pesisir Lewoleba, Rabu, 21 Desember 2022.
Buruknya cuaca ini juga menyebabkan para nelayan kesulitan mendapat uang, mengingat mayoritas penghasilan mereka berasal dari laut.
“Nanti tunggu teduh baru mencari (melaut) lagi,” tambahnya.
Hal senada disampaikan Ali Taher, nelayan dari Desa Balauring, Kecamatan Omesuri. Ia pun mengaku bahwa lebih dari sepekan, para pemancing ikan tuna dan nelayan purse seine di wilayahnya tidak melaut.
Baca juga: BMKG Proyeksi Hujan Lebat di Seluruh Indonesia, Natal Hingga Tahun Baru ,Cuaca NTT Termasuk
“Tiap tahun begini, siapa juga mau ambil risiko, bisa bahaya,” ucapnya.
Secara terpisah Kepala Syahbandar Kelas III Lewoleba, Desmon Saterdi Menno mengimbau para nelayan untuk tidak melaut.
Dia juga mengingatkan agar semua armada penumpang tujuan Lewoleba-Waiwerang-Larantuka untuk mewaspadai cuaca dimaksud.
Informasi dari BMKG Kupang menyebutkan bahwa gelombang tinggi dan angin kencang itu karena dipicu adanya bibit siklon tropis 90S yang tumbuh di Laut Timor.
Kondisi ini diperkirakan berlangsung hingga 23 Desember 2022.(*)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/nelayan-di-kabupaten-lembata-tidak-bisa-melaut.jpg)