Berita Ende
ULP PLN Ende Nyalakan Perdana Jaringan Listrik Bagi Empat Desa di Perbatasan Ende-Nagekeo
kepada masyarakat di tiga desa tersebut, terutama kepada warga Ondorea Barat yang merelakan tanaman dipotong untuk dilewati jaringan listrik.
Penulis: Thomas Mbenu Nulangi | Editor: Rosalina Woso
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi
POS-KUPANG.COM, ENDE - Unit Layanan Pelanggan (ULP) Perusahaan Listrik Negara (PLN) Ende kembali menyalakan perdana jaringan listrik PLN bagi empat desa di wilayah perbatasan Kabupaten Ende dan Kabupaten Nagekeo.
Empat desa tersebut yaitu Desa Watumite, Desa Romarea, dan Desa Tenda Ondo di wilayah Kecamatan Nangapanda, Kabupaten Ende dan Desa Nata Ute di wilayah Kecamatan Nangaroro, Kabupaten Nagekeo.
Kegiatan yang dilaksanakan di Kampung Koporombo, Desa Tenda Ondo, Kecamatan Nangapanda itu ditandai dengan penekanan tombol Miniatur Circuit Breaker (MCB) oleh Bupati Ende, Djafar Achmad.
Baca juga: Promo KFC Spesial Akhir Tahun, Mega Combo Paket Besar Bikin Kenyang Ada 9 Ayam KFC+6 Chicken Strips
Hadir pula untuk menyaksikan penekanan tombol MCB Wakil Bupati Nagekeo, Marianus Waja, Kepala ULP PLN Ende, Djendy Kheyserius, Asisten Administrasi Umum Setda Ende, Hiparkus Hepi, pimpinan OPD, camat Nangapanda, para kepala desa, serta masyarakat setempat.
Dalam kata pembuka, Camat Nangapanda, Irwan Nua mengucapkan rasa terima kasih kepada masyarakat di tiga desa tersebut, terutama kepada warga Ondorea Barat yang merelakan tanaman dipotong untuk dilewati jaringan listrik.
Menurutnya, sejak awal pemasangan jaringan, PLN telah menargetkan untuk melakukan penyalaan perdana jaringan listrik PLN pada tanggal 20 Desember 2022. Target tersebut akhirnya bisa terwujud pada hari ini.
"Karena kita sesuai target, maka pada Hari ini jaringan sudah dialiri arus listrik dan sekarang tinggal arus disambung ke rumah-rumah warga," ujarnya.
Kepala ULP PLN Ende, Djendy Kheyserius dalam sambutannya mengungkapkan bahwa, masyarakat tiga di wilayah perbatasan itu sudah sangat merindukan kehadiran listrik. Sebab, sejak Indonesia merdeka keempat desa tersebut dalam kegelapan.
Baca juga: BRI Cabang Ende Kembali Gelar Panen Hadiah Simpedes Periode I Tahun 2022
Berdasarkan catatannya, ungkap Djendy, sudah ada 48 pelanggan dari sekitar 400 pelanggan yang listriknya sudah menyala di tiga desa tersebut. Bahkan ada penambahan sekitar 15 pelanggan pada hari ini serta ada 31 pelanggan dari Desa Nata Ute di Kecamatan Nangaroro.
"Sehingga total yang siap untuk dialiri listrik 94 pelanggan," ujarnya.
Ia mengaku, sebenarnya pengerjaan jaringan listrik di keempat desa yang ada di perbatasan tersebut terlambat dari jadwal yang ditetapkan, karena pengadaan material yang terlambat oleh kontraktor dan pengerjaan vendor yang belum maksimal.
"Pekerjaan ini dilakukan oleh telaga. Pekerjaan ini akan kami kawal sampai selesai. Mereka selesai kapan tetap dalam pengawasan kami. Kita harap tahun baru paling tidak 75 persen sudah menyala," ungkapnya.
Wakil Bupati Nagekeo, Marianus Waja mengatakan, listrik adalah salah satu kebutuhan sasar. Oleh karena itu sudah menjadi tugas dan tanggung jawab dari pemerintah untuk melayani masyarakat. Untuk itu, kehadiran listrik harus membawa dampak yang lebih baik bagi masyarakat.
"Kalau dulu anak-anak kita pakai obor nilainya 4 maka ketika pakai listrik maka harus bisa sampai 7, kalau tidak maka tarik pulang listrik. Dengan ada listrik ekonomi masyarakat minimal meningkat, karena kita bisa kerja sampai malam. Begitu juga di bidang kesehatan. Karena kehadiran listrik itu berkat dan anugerah dari Tuhan. Jadi harus dimanfaatkan," ungkapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/bupati-ende-djafar-achmad-disaksikan-wakil-bupati-nagekeo-marianus-waja-saat-menekan-tombol-mcb.jpg)