Berita NTT

Masuk TOP 20 Ajang KIPP, Inovasi TJPS Solusi Pendapatan Petani

Menurut Lecky, yang menarik dari program TJPS ada dua hal penting, yakni aspek pembiayaan untuk berproduksi dan jaminan pasar. 

Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/AGUS TANGGUR
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, Ir. Lecky Frederick Koli, SIP saat melakukan persentase dan wawancara dalam ajang KIPP tingkat Provinsi NTT di Hotel Kristal Kupang. Jumat, 9 Desember 2022. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Agus Tanggur

POS-KUPANG.COM, KUPANG- Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, Ir. Lecky Frederick Koli, SIP mengatakan bahwa Program Tanam Jagung Panen Sapi / TJPS menjadi salah satu program Inovasi yang meningkatkan pendapatan petani. 

Hal ini disampaikan Lecky Frederick Koli usai melakukan persentase dan wawancara yang masuk TOP 20 ajang Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik / KIPP NTT di Hotel Kristal Kupang, Jumat, 9 Desember 2022.

Menurut Lecky, yang menarik dari program TJPS ada dua hal penting, yakni aspek pembiayaan untuk berproduksi dan jaminan pasar. 

Baca juga: Pengadilan Tinggi Kupang Terima Predikat Instansi Yudikatif Sangat Informatif Dari KIP NTT

"Jadi begini lama petani menanam berbagai jenis tanaman tapi tidak mencapai skala ekonomi, oleh karena keterbatasan biaya atau modal. Sehingga dalam skema ekosistem ini pembiayaan di biayai oleh pihak ketiga (bank dan koperasi, red) dengan jumlah pagu yang diberikan itu skala usaha ekonomi," jelasnya. 

Aspek kedua, menurutnya jaminan pasar. 

"Banyak masyarakat melakukan produksi tetapi tidak ada jaminan pasar. Akhirnya mereka mengalami kerugian," tambahnya. 

Dari dua ciri khas TJPS tersebut, katanya, akan memberikan jaminan kepada petani-petani yang berusaha bekerja terus menerus untuk berproduksi, meningkatkan kesejahteraan hidup dan pendapatan petani. 

Ia juga menjelaskan, bahwa tahun ini program TJPS menargetkan 105.000 hektar. Artinya kita berproduksi di 600 ribu ton. 

"Dari 600 ribu ton itu kita berada di 4,2 triliun dari hasil produksi jagung dan otomatis itu akan mememberikan kontribusi untuk peningkatan pendapatan petani. Termasuk didalamnya menyelesaikan masalah kemiskinan dan juga memberikan dampak terhadap PAD NTT," jelasnya. 

Lanjutnya, yang sudah dipanen hampir 39.000 hektar atau 149 ribu ton dan sisanya kita akan tanam pada musim ini. 

Disampaikan Lecky, program TJPS sudah banyak membantu masyarakat di pedesaan. 

Karena itu, pihaknya terus mendorong semua pemangku kepentingan terutama pemuka agama, lembaga-lembaga adat yang ada di kabupaten-kabupaten yang ada program TJPS

"Kita mengkonsolidasi agar mendorong masyarakat untuk menggarap lahan-lahan yang tersedia agar dimanfaatkan pada musim hujan yang Tuhan berikan di tahun ini," ucapnya. 

Selain itu, ia juga mengatakan inovasi TJPS bisa mengurangi ancaman krisis pangan global tahun depan. 

Untuk diketahui, sebanyak 12 Finalis Kompetensi Pelayananan Inovasi Publik (KIPP) yang masuk dalam TOP 20 mengikuti tahap Presentasi dan Wawancara untuk merebut TOP 10 inovasi. 

Tim penilai/juri dalam kegiatan tersebut, Dr. David Pandie,M.Si, Darius Beda Daton (Kepala Ombudsman RI Perwakilan NTT di Kupang), Pemimpin Redaksi Pos Kupang, Hasyim Ashari, Andry Ratumaking, S.Fil, M.Si, Dr. Maria Lousia Indriyati, Sip, M.Si, Kepala Biro Organisasi Setda Provinsi NTT, Flouri Rita Wuisan dan Charles Conrad Rambung MIPH., Apt (Bappelitbangda Provinsi NTT). (cr23) 

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved