Rabu, 6 Mei 2026

Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik Jumat 9 Desember 2022, Perbuatan dan Komitmen Rohani

Renungan Harian Katolik berikut disiapkan oleh RP. Markus Tulu SVD dengan judul Perbuatan dan Komitmen Rohani.

Tayang:
Editor: Agustinus Sape
Foto Pribadi
RENUNGAN - RP. Markus Tulu SVD menyampaikan Renungan Harian Katolik untuk hari Jumat 9 Desember 2022, dengan judul Perbuatan dan Komitmen Rohani. 

POS-KUPANG.COM - Renungan Harian Katolik berikut disiapkan oleh RP. Markus Tulu SVD dengan judul Perbuatan dan Komitmen Rohani.

RP. Markus Tulu menulis Renungan Harian Katolik ini dengan merujuk bacaan pertama dari Kitab Yesaya 48: 17-19; dan bacaan Injil Matius 11:16-19.

Di akhir Renungan Harian Katolik ini disediakan pula teks lengkap bacaan Jumat 9 Desember 2022 beserta mazmur tanggapan dan bait pengantar Injil.

 

"Sekiranya engkau memperhatikan perintah-perintah-Ku, maka damai sejahteramu akan seperti sungai yang tidak pernah kering dan kebahagiaanmu akan terus berlimpah seperti gelombang-gelombang laut yang tidak pernah berhenti."

Kata-kata Tuhan ini sangat meneguhkan kita kaum beriman dalam kita menjalani hidup ini. Bahwa sebagai kaum beriman memang sudah sepatutnya kita mesti hidup sejalan dengan apa yang menjadi kehendak-Nya.

Bahwa Tuhan mengajarkan kepada kita tentang hidup yang benar dan bijaksana supaya kita memperoleh berkat dan rahmat keselamatan.

Tuhan sudah dengan tegas dan berterus-terang kepada kita bahwa bagi siapa saja yang memperhatikan perintah-perintah-Nya, jaminannya pasti. Yakni mereka akan mengalami hidup damai sejahtera dan hal itu bertahan lama dan terus saja dialami dan dirasakan.

Bahwa sukacita hidup bersama Tuhan terus saja melimpah dan tidak pernah berkurang apalagi berhenti.

Baca juga: Renungan Harian Katolik Kamis 8 Desember 2022, Aku Ini Adalah Hamba Tuhan

Di sini pesan rohani bagi kita kaum beriman adalah membangun hidup yang selaras dengan apa yang menjadi kehendak Tuhan sambil terus membiarkan diri dan hidup kita sepenuhnya dipimpin oleh Roh Tuhan.

Jika demikian model hidup kita, maka genaplah seperti yang Yesus katakan bahwa "hikmat Allah dibenarkan oleh perbuatannya."

Bahwa hakIkat terdalam dari perbuatan kita orang beriman adalah bukan terletak pada soal "Yohanes Pembaptis datang, ia tidak makan dan tidak minum dan Anak Manusia datang, Ia makan dan minum" tapi pada motivasi rohani yang merupakan komitmen hidup yang membuat orang berbuat atau tidak mau berbuat.

Komitmen rohani inilah yang mendorong setiap kita kaum beriman untuk mendalami hidup menyatu dengan Tuhan.

Baca juga: Renungan Harian Katolik Rabu 7 Desember 2022, Kasih Tuhan Tak Pernah Berubah

Komitmen rohani ini hendaknya membuka hati dan wawasan spiritual kita agar kita sungguh diteguhkan oleh Tuhan sendiri dalam kita membangun hidup.

Di sini niscaya Tuhan tak pernah berhenti mengalirkan rahmat sukacita, damai dan kebahagiaan hidup bagi siapa saja yang telah menjadi setia.

Teks Lengkap Bacaan Jumat 9 Desember 2022

BACAAN - Ilustrasi Alkitab Katolik. Silakan membaca teks lengkap bacaan Renungan Harian Katolik Jumat 9 Desember 2022.
BACAAN - Ilustrasi Alkitab Katolik. Silakan membaca teks lengkap bacaan Renungan Harian Katolik Jumat 9 Desember 2022. (Tokopedia)

Bacaan Pertama: Yesaya 48:17-19

"Sekiranya engkau memperhatikan perintah-perintah-Ku."

Bacaan dari Kitab Yesaya:

Beginilah firman Tuhan, Penebusmu, Yang Mahakudus, Allah Israel, "Akulah Tuhan, Allahmu, yang mengajar engkau tentang apa yang memberi faedah, yang menuntun engkau di jalan yang harus kautempuh.

Sekiranya engkau memperhatikan perintah-perintah-Ku, maka damai sejahteramu akan seperti sungai yang tidak pernah kering, dan kebahagiaanmu akan terus berlimpah seperti gelombang-gelombang laut yang tidak pernah berhenti, maka keturunanmu akan seperti pasir dan anak cucumu seperti kersik banyaknya; nama mereka tidak akan dilenyapkan atau ditiadakan dari hadapan-Ku."

Demikianlah sabda Tuhan

U: Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan: mzm. 1:1-2,3,4,6

Refr. Barangsiapa mengikuti Engkau, ya Tuhan, akan mempunyai terang hidup.

1. Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan kaum pencemooh; tetapi yang kesukaannya ialah hukum Tuhan, dan siang malam merenungkannya.

2. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buah pada musimnya, dan daunnya tak pernah layu; apa saja yang diperbuatnya berhasil.

3. Bukan demikianlah orang-orang fasik: mereka seperti sekam yang ditiup angin. Orang fasik tidak akan tahan dalam penghakiman, orang berdosa tidak akan betah dalam perkumpulan orang benar; sebab Tuhan mengenal jalan orang benar, tetapi jalan orang fasik menuju kebinasaan.

Bait Pengantar Injil

Refr. Alleluya

Tuhan pasti datang. Sambutlah Dia! Dialah pangkal damai sejahtera.

Bacaan Injil: Matius 11:16-19

"Mereka tidak mendengarkan Yohanes Pembaptis maupun Anak Manusia."

Inilah Injil suci menurut Matius:

Yesus berkata kepada orang banyak, "Dengan apakah akan Kuumpamakan angkatan ini? Mereka itu seumpama anak-anak yang duduk di pasar dan berseru kepada teman-temannya: Kami meniup seruling bagimu, tetapi kamu tidak menari, kami menyanyikan kidung duka, tetapi kamu tidak berkabung.

Karena Yohanes datang, ia tidak makan, dan tidak minum, dan mereka berkata: Ia kerasukan setan.

Kemudian Anak Manusia datang, Ia makan dan minum, dan mereka berkata: Lihatlah, Ia seorang pelahap dan peminum, sahabat pemungut cukai dan orang berdosa.

Tetapi hikmat Allah dibenarkan oleh perbuatannya."

Demikianlah sabda Tuhan

U: Terpujilah Kristus.

Renungan Harian Katolik lainnya

Ikuti berita Pos-kupang.com di GOOGLE NEWS

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved