Pilpres 2024
Anies Baswedan Gunakan Jet Pribadi Untuk Sosialisasi, Ray Rangkuti Ungkap Dua Perspektif
Anies Baswedan yang juga calon presiden dari Partai NasDem, kini jadi bahan pergunjingan publik. Pasalnya, ia menggunakan jet pribadi utuk sosialisasi
POS-KUPANG.COM - Anies Baswedan yang juga calon presiden dari Partai NasDem, belakangan ini jadi bahan pergunjingan publik. Pasalnya, ia menggunakan jet pribadi untuk melakukan safari ke beberapa wilayah di Indonesia.
Penggunaan pesawat jet tersebut spontan menjadi sorotan. Padahal, alternatif itu terpaksa digunakan mengingat tak ada penerbangan dari dan ke wilayah yang hendak dituju.
Bahkan video berisi Anies Baswedan yang juga mantan Gubernur DKI Jakarta menggunakan private jet (jet pribadi) saat ke Sumatera Barat (Sumbar) itu, belakangan ini viral di media sosial Twitter.
Hal inilah yang memaksa Wakil Ketua Umum Partai NasDem, Ahmad Ali angkat bicara terkait hal tersebut.
Baca juga: Anies Baswedan dan Surya Paloh Dijadwalkan ke Papua, Hadiri Acara Natal Bersama Partai NasDem
Ahmad Ali mengatakan, sebelum ke Sumatera Barat, Anies Baswedan terlebih dahulu melakukan safari politiknya ke Aceh.
Lantaran tak ada penerbangan langsung dari Sumatera barat, lanjut Ahmad Ali, sehingga pilihannya adalah Anies Baswedan harus kembali lagi ke Jakarta baru ke Padang.
Berdasarkan hal itu, lanjut dia, maka Partai NasDem terpaksa memfasilitasi Anies dengan menggunakan private jet.
"Kondisi itu tentunya membuat situasi perjalanan sampai pada titik berikutnya itu tidak bisa jadi on time. Makanya partai memfasilitasi untuk mencarter (nyewa) pesawat ke Padang," ujarnya.
Terhadap fakta tersebut, pengamat politik sekaligus pendiri Lingkar Madani Indonesia (Lima) Ray Rangkuti pun turut berbicara.
Ia mengatakan, safari politik yang dilakukan Anies Baswedan dengan menggunakan jet pribadi, sejatinya dapat dilihat dari dua persepektif.
Pertama, kata Ray Rangkuti, persepektif mengenai penggunaan jet pribadi sebagai hal yang patut dipertimbangkan.
Pasalnya, biaya penggunaan jet prtibadi itu tidaklah murah. Jadi, faktor biaya pun harus dibicarakan karena menyangkut hal-hal ke depan nanti.
"Tentu saja, penggunaan jet ini tidaklah murah biayanya. Apalagi dirangkai dengan berbagai kegiatan sebelum atau bahkan sesudahnya," kata Ray Rangkuti dalam keterangannya kepada Tribunnews.com, Selasa 6 Desember 2022.
Menurut Ray Rangkuti, yang namanya safari politik atau apapun istilahnya, jelas menggunakan anggaran yang tidak sedikit.
"Dengan demikian pertanyaan yang muncul, adalah dari mana dana tersebut. Berapa besar dana yang tersedia, dan siapakah yang berpartisipasi, dan sebagainya," ujarnya.