Calon Panglima TNI

Dudung Abdurahman Tersenyum Presiden Jokowi Pilih Yudo Margono Jadi Calon Tunggal Panglima TNI

Dudung Abdurahman, Kepala Staf Angkatan Darat hanya tersenyum ketika Presiden Jokowi menjatuhkan pilihan menunjuk Yudo Margono jadi Calon Panglima TNI

Editor: Frans Krowin
POS-KUPANG.COM
TERSENYUM - Dudung Abdurahman, Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) hanya tersenyum ketika hendak ditanya soal pilihan Presiden Jokowi pada Yudo Margono sebagai calon tunggal Panglima TNI. Persis seperti Yudo Margono, Dudung juga hanya mengacungkan jempol kepada awak media. 

POS-KUPANG.COM - Dudung Abdurahman, Kepala Staf Angkatan Darat ( KASAD ) hanya tersenyum ketika Presiden Jokowi menjatuhkan pilihan menunjuk Yudo Margono jadi Calon Panglima TNI menggantikan Jenderal Andika Perkasa.

Ekspresi tersebut diperlihatkan Dudung Abdurahman saat dikonfirmasi soal pilihan Presiden Jokowi atas Calon Panglima TNI menggantikan Jenderal Andika Perkasa yang akan segera memasuki masa pensiun.

Untuk diketahui, Jenderal Dudung Abdurahman dan Laksamana Yudo Margono, sama-sama memenuhi kriteria menjadi Panglima TNI menggantikan Andika Perkasa.

Akan tetapi, Presiden Jokowi hanya mengajukan satu nama ke DPR sebagai calon tunggal Panglima TNI.

Baca juga: Sosok Anak Calon Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa yang Jarang Tersorot, Ini Profesinya

Dan, calon tunggal tersebut, adalah Laksamana Yudo Margono yang selama ini mengemban tugas sebagai Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal).

Terkait penunjukkan itu, Laksamana Yudo Margono hanya tersenyum saat ditemui di Jakarta Convention Center (JCC) Rabu 30 November 2022. Ia hanya mengajukan jempol ke arah awak media yang hendak bertanya kepadanya.

Di tempat tersebut, selain Yudo Margono, terlihat pula KASAD Jenderal Dudung Abdurachman yang hadir pada acara tersebut.

KKB PAPUA JADI PR - Konflik Papua yang selama terjadi antara prajurit TNI dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) menjadi salah satu pekerjaan rumah (PR) yang harus diperhatikan calon Panglima TNI, Yudo Margono. Ini pesan Kepala CIDE (Center for Intermestic and Diplomatic Engagement) Anton Aliabbas.
KKB PAPUA JADI PR - Konflik Papua yang selama terjadi antara prajurit TNI dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) menjadi salah satu pekerjaan rumah (PR) yang harus diperhatikan calon Panglima TNI, Yudo Margono. Ini pesan Kepala CIDE (Center for Intermestic and Diplomatic Engagement) Anton Aliabbas. (POS-KUPANG.COM)

Ibarat setali tiga uang, itulah yang terjadi saat itu ketika Yudo Margono dan Dudung Abdurahman berada di satu tempat.

Dudung Abdurahman juga hanya tersenyum kemudian mengacungkan jempol saat ditanya mengenai keputusan Presiden Jokowi menunjuk Yudo sebagai calon panglima TNI.

Sebelumnya, Kompas.com menerbitkan artikel 'KSAD Dudung dan KSAL Yudo Kompak Acungkan Jempol Saat Ditanya soal Calon Panglima TNI'.

Sementara itu, Jokowi kembali menekankan bahwa keputusannya memilih Yudo sebagai penerus Andika didasari oleh rotasi antarmatra di TNI.

"Yang paling ini (utama) rotasi matra selain yang ada yang lain-lainnya," kata Jokowi.

Jenderal Andika Perkasa Sepakat Yudo Jadi Panglima TNI

Sementara itu, Jenderal Andika Perkasa ternyata menunjukkan sinyal atau pertanda bahwa ia sepakat Laksamana Yudo Margono jadi Panglima TNI selanjutnya.

Hal ini berdasarkan analisis Co-Founder Indonesia Strategic and Defence Studies (ISDS) Edna Caroline Pattisina.

Menurut Edna, sinyal tersebut yakni kedekatan Jenderal Andika Perkasa dan Laksamana Yudo Margono yang kerap ditunjukkan ke publik selama ini.

Baca juga: KKB Papua - Yudo Margono Dianjurkan Lanjutkan Gagasan Andika Perkasa Tangani Konflik Papua

Kedekatan itu sedikit banyak membuat Presiden Jokowi memilih Yudo sebagai calon Panglima TNI.

Apalagi, hubungan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Dudung Abdurachman dengan Andika dikabarkan sempat renggang.

CALON PANGLIMA TNI - Laksamana TNI Yudo Margono bakal jadi Panglima TNI menggantikan Jenderal Andika Perkasa yang akan segera memasuki masa purnabakti. Nama Yudo Margono sudah diusulkan Presiden Jokowi dan Komisi I DPR RI telah siap untuk menggelar fit and proper test.
CALON PANGLIMA TNI - Laksamana TNI Yudo Margono bakal jadi Panglima TNI menggantikan Jenderal Andika Perkasa yang akan segera memasuki masa purnabakti. Nama Yudo Margono sudah diusulkan Presiden Jokowi dan Komisi I DPR RI telah siap untuk menggelar fit and proper test. (POS-KUPANG.COM)

“Yang menarik memang hubungan Pak Yudo dan Pak Andika relatif lebih baik kayaknya dari pada Pak Andika dan Pak Dudung,” ujar Edna dalam program Gaspol! di YouTube Kompas.com, Selasa 29 November 2022.

Seperti dilansir dari Kompas.com dalam artikel 'KSAL Yudo Margono Disebut Kantongi Restu Andika Perkasa untuk Maju Jadi Calon Panglima TNI'.

Menurut Edna, Yudo kerap muncul di muka publik karena sering menemani Andika dalam berbagai kesempatan.

“Kayak di Garuda Shield yang eksis Angkatan Laut, yang muncul Pak Yudo,” katanya.

Ia menduga hubungan baik itu membuat Andika merekomendasikan pada Jokowi siapa figur yang layak menggantikannya.

“Jadi make sense saja Pak Jokowi pasti tanya ke Pak Andika kan, menurut Panglima TNI siapa nih (yang menggantikannya),” sebut dia.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah resmi memilih KASAL Laksamana Yudo Margono sebagai calon tunggal Panglima TNI.

Baca juga: KKB Papua - Konflik di Papua Jadi Batu Ujian Yudo Margono, Anton Aliabbas Singgung Reorientasi

Hal ini terungkap setelah Surat Presiden (Surpres) yang dikirimkan Presiden Jokowi ke DPR RI dibacakan oleh Puan Maharani hari ini, Senin 28 November 2022.

Dengan demikian, Laksamana Yudo Margono bakal menjalani uji kelayakan sebelum akhirnya diputuskan menggantikan jabatan Jenderal Andika Perkasa.

Alasan Jokowi Pilih Yudo

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono resmi menjadi calon Panglima TNI pengganti Jenderal Andika Perkasa.

Hal ini sesuai Surat Presiden (Surpres) yang dikirimkan Joko Widodo (Jokowi) ke DPR RI, Senin 28 November 2022.

"Nama yang diusulkan oleh Presiden untuk menggantikan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa SE.MA.Msc adalah Laksamana TNI Yudo Margono SE.MM, Kepala Staf Angkatan Laut atau KSAL yang menjabat saat ini," ungkap Ketua DPR RI, Puan Maharani, di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin 28 November 2022.

Terkait pemilihan Yudo Margono sebagai calon Panglima TNI, Menteri Sekretariat Negara (Mensesneg), Pratikno, membeberkan alasannya.

Menurut Pratikno, alasan Jokowi menunjuk Yudo Margono jadi calon Panglima TNI agar terjadi rotasi matra.

“Ya bisa jadi salah satu pertimbangannya. Saya kira itu salah satu pertimbangannya,” ungkap Pratikno ditemui di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin.

Baca juga: Laksamana Yudo Margono Calon Tunggal Panglima TNI, DPR Siap Gelar Fit and Proper Test

Seperti dilansir dari Tribunnews.com dalam artikel 'Alasan Jokowi Tunjuk KSAL Yudo Margono Jadi Calon Panglima TNI, Rotasi Matra Jadi Pertimbangan'.

Kendati demikian, Pratikno menilai sosok Yudo Margono sudah memenuhi kriteria sebagai calon Panglima TNI.

Satu diantaranya merujuk Undang-undang (UU) Nomor 34 Tahun 2004 tentan TNI.

Dalam UU tersebut, syarat menjadi Panglima TNI adalah sedang menduduki atau pernah menjabat sebagai kepala staf angkatan.

“Kalau semua (kriteria) kan sudah memenuhi syarat semuanya,” ujar Pratikno.

“Dalam hal ini Pak Presiden memilih calon dari KSAL. Itu saja,” tuturnya.

Dengan dipilihnya Yudo Margono sebagai calon Panglima TNI, ini berarti ia akan segera menjalani uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) dengan Komisi I DPR RI.

Janji Laksamana Yudo Margono

KASAL Laksamana Yudo Margono mengungkap janjinya jika nantinya benar terpilih menjadi Panglima TNI.

Ia menyatakan bakal mengoptimalkan potensi kemaritiman di Indonesia jika dirinya resmi menggantikan Jenderal Andika Perkasa.

Hal itu dikatakannya seusai menyambangi Istana Kadato Kie selepas membuka gelaran Sail Tidore 2022, Sabtu 26 November 2022.

“Ya pasti itu kan memang program pemerintah dan menurunkan visinya Pak Presiden sehingga harus kita jabarkan dan kita dukung,” kata Laksamana Yudo Margono.

Baca juga: Bulan Depan Andika Perkasa Pensiun, Jokowi Belum Teken Supres Pergantian Panglima TNI

Seperti dilansir dari Tribunnews.com dalam artikel 'KSAL Yudo Margono Janji Optimalkan Potensi Maritim Indonesia Jika Jadi Panglima TNI'.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa dukungan terkait dengan potensi kemaritiman tidak bisa hanya dilakukan oleh TNI Angkatan Laut saja.

Melainkan butuh sinergi antara tiga matra TNI secara keseluruhan, sehingga butuh didukung dari Angkatan Darat dan Angkatan Udara.

“Tentunya kalau TNI harus kita dukung dari 3 matra. Tidak bisa hanya AL saja tidak bisa,” katanya.

“Jadi semua komponen harus bersama-sama melaksanakan ataupun menyesuaikan program-program tentang kemaritiman itu,” lanjut Yudo. (*)

Ikuti Pos-KUpang.Com di GOOGLE NEWS

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved