Timor Leste

Timor Leste - Indonesia, Meski Dulu Saling Melukai Tapi Tetap Bersahabat Sampai Sekarang

Kisah panjang terbentuknya negara Timor Leste, hingga kini masih membekas dalam sanubari masyarakat baik di Timor Leste maupun Indonesia.

Editor: Frans Krowin
POS-KUPANG.COM
BERSAHABAT - Xanana Gusmao dengan Presiden Indonesia dari masa ke masa. Meski dulu dua negara ini saling melukai tapi hingga saat ini Timor Leste dan Indonesia tetap menjadi dua negara sahabat tak hanya urusan politik tetapi juga pelbagai aspek lainnya. 

POS-KUPANG.COM - Kisah panjang terbentuknya negara Republika Demokratika Timor Leste (RDTL) hingga kini masih membekas dalam sanubari masyarakat baik di Timor Leste maupun Indonesia.

Bahkan kisah kelam pun semuanya tersimpan dalam ingatan masyarakat. Jika Timor Leste mengenang Indonesia sebagai bekas kolonial, tapi di mata Indonesia, Timor Leste merupakan provinsi ke-27 Indonesia saat itu.

Bila Timor Leste mengenal Indonesia sebagai bekas negara penjajah, tapi tidak demikian Timor Leste di mata Indonesia.

Meski dulu sebagai bagian dari wilayah Indonesia, tapi Timor Leste tetaplah sebagai Negara terdekat Indonesia dari Provinsi NTT ( Nusa Tenggara Timur ).

Baca juga: Pria Timor Leste Buat Onar di Rumah Mertua, Ditangkap Lalu Dideportasi Lewat Pintu Batas Motaain

Apalagi dari sejumlah aspek, ada kesamaan yang demikian kental antara penduduk di dua wilayah ini. Selain budaya, warga NTT dan Timor Leste juga punya hubungan darah, hubungan kekerabatan, hubungan adat istiadat bahkan saling bergantung satu sama lain.

Mungkin karena kedekatan wilayah, juga karena Indonesia merupakan masa lalunya Timor Leste, sehingga semenjak pisah dari Indonesia dan menjadi negara sendiri, Timor Leste tetap menjalin persahabatan dengan Indonesia.

Timor Leste seakan tak bisa pisah dari Indonesia. Padahal secara de yure dan de fakto, Timor Leste telah menjadi sebuah negara merdeka dan diakui dunia internasional.

"Timor Leste dan Indonesia tidak hanya berbagi sebuah pulau, tapi juga sejarah," kata Mantan Presiden Timor Leste, Xanana Gusmao dalam webinar yang digelar oleh Indonesia Strategic and Defense Studies (ISDS) belum lama ini.

Xanana Gusmao mengatakan, terlepas dari sejarah yang mereka miliki, Timor Leste tidak pernah memusuhi Indonesia.

Sebab Timor Leste terbentuk berkat inklusifitas pemimpin transisi Indonesia saat itu, yaitu Presiden BJ Habibie.

"Habibie adalah seorang visioner yang memiliki keberanian dan keyakinan moral untuk mengizinkan orang Timur mengadakan referendum kemerdekaan. Kepemimpinan transisi beliau sangat berdampak signifikan pada negara kami hari ini," jelasnya.

Gusmao mengatakan hubungannya dengan Indonesia semakin dekat sejak berbagai upaya rekonsiliasi yang dilakukan oleh beberapa presiden RI pasca Habibie.

Baca juga: Timor Leste Punya Jejak Kelam di Masa Lalu, Dijajah 3 Negara Hingga Konflik dengan Australia

"Megawati menghadiri perayaan kemerdekaan kami dan beliau disambut hangat di sini. Kemudian Pak SBY melakukan rekonsiliasi dengan mengusulkan keanggotaan kami di ASEAN. Pak Jokowi juga menunjukkan dukungan yang kuat pada usulan ini," ujar Gusmao.

Persahabatan yang terus berlanjut dengan Indonesia bagi Gusmao sangatlah penting untuk kerjasama kedua negara di berbagai bidang, khususnya penyelesaian perbatasan darat dan laut yang damai dengan NKRI.

"Kita membutuhkan Indonesia untuk memainkan peran sentral dalam memimpin dialog regional dan internasional. Selain itu, kita membutuhkan Indonesia untuk membela hukum internasional dan mempromosikan toleransi serta perdamaian di seluruh dunia," pungkasnya. (*)

Ikuti Pos-Kupang.Com di GOOGLE NEWS

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved