Berita Kupang

Intensitas Hujan Tinggi Warga di Wilayah Naibonat Was-Was Potensi Bencana Banjir

Sebagai daerah langganan banjir setiap tahun Pemerintah Kabupaten Kupang seharusnya memperhatikan kesulitan masyarakat disana.

Editor: Edi Hayong
POS-KUPANG.COM/RYAN TAPEHEN
BABAU- Sungai di Kelurahan Babau merupakan salah satu sungai yang mengakibatkan bajir pada bencana Seroja pada April 2021 lalu. Sampai saat ini belum dinormalisasikan oleh Pemkab Kupang. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Tapehen

POS-KUPANG.COM, OELAMASI- bencana alam banjir yang sering melanda wilayah Kelurahan Naibonat sewaktu musim hujan kini kembali membuat masyarakat takut.

Sebagai daerah langganan banjir setiap tahun Pemerintah Kabupaten Kupang seharusnya memperhatikan kesulitan masyarakat disana.

Hal tersebut disampaikan Lurah Naibonat Daniel Leo Mangi pada Rabu 30 November 2022.

Menurutnya, tidak ada jalur air dan sungai-sungai kecil yang melintasi pemukiman mengalami penyempitan dan pendangkalan.

"Kami minta supaya pemerintah perhatikan titik-titik yang rawan bencana.  Ada tiga titik yang sering terjadi bencana di Naibonat, di jembatan air kom, di sungai samping Oke Mart, dan jalur belakang dekat persawahan," ungkapnya.

Baca juga: Cuaca NTT 30 November 2022, BMKG: Bibit Siklon 90W Picu Hujan Petir di NTT Hari Ini

Sejak banjir awal tahun lalu masyarakat sudah meminta agar sungai disana harus dikeruk sehingga tidak membuat banjir lagi namun tidak digubris pemerintah hingga saat ini.

Sementara Elfrid Saneh selaku Ketua FPRB Kabupaten Kupang mengungkapka saat ini Kelurahan Naibonat masuk dalam salah satu wilayah program terciptanya kesiapsiagaan masyarakat di tiga desa di Kabupaten Kupang kerjasama CIS Timor dan Misereor.

Dalam program tersebut CIS Timor akan melakukan pengecekan titik-titik bencana sehingga kerja selama 18 bulan fokus kesana.

Beberapa waktu lalu Kepala Dinas PUPR Joni Nomseo pernah berjanji untuk menormalisasi tiga sungai yang berada di Kabupaten Kupang yang pernah menyebabkan banjir.

Sungai-sungai tersebut yakni sungai yang berada di Kelurahan Babau, kelurahan Naibonat, dan di Desa Oesusu.

Baca juga: BMKG Imbau Waspada Hujan Lebat Disertai Petir di Wilayah NTT 

Ketiga sungai tersebut oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umun dan Perumahan Rakyat Kabupaten Kupang, Joni Nomseo akan segera dinormalisasi karena mengalami penyempitan dan pendangkalan.

"Kita punya alat dan kita juga sudah ajukan ke BPBD untuk segera normalisasi sungai-sungai ini," jelas Nomseo.

Untuk normalisasi kata Joni membutuhkan biaya sebesar 20 juta rupiah karena alat berat adalah milik pemda dan hanya membutuhkan bahan bakar serta mobilisasi.(ary)

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved