Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik Selasa 29 November 2022, Masa Adven, Masa Tobat

Renungan Harian Katolik beriktu disiapkan oleh RP. Markus Tulu SVD dengan judul Masa Adven, Masa Tobat.

Editor: Agustinus Sape
FOTO PRIBADI
RENUNGAN - RP. Markus Tulu SVD menyampaikan Renungan Harian Katolik untuk Selasa 29 November 2022 dengan judul Masa Adven, Masa Tobat. 

POS-KUPANG.COM - Renungan Harian Katolik beriktu disiapkan oleh RP. Markus Tulu SVD dengan judul Masa Adven, Masa Tobat.

RP. Markus Tulu menulis Renungan Harian Katolik ini dengan merujuk bacaan pertama dari Kitab Yesaya 11: 1-10; dan bacaan Injil Lukas 10:21-24.

Di akhir Renungan Harian Katolik ini disediakan pula teks lengkap bacaan Selasa 29 November 2022 beserta mazmur tanggapan dan bait pengantar Injil.

 

Kedatangan Yesus sesungguhnya sudah dinubuatkan oleh nabi Yesaya. Bahwa akan lahir keturunan Isai, seorang yang dipenuhi Roh Tuhan.

Ia akan datang menghakimi orang lemah dengan adil. KelahiranNya akan membawa kedamaian bagi semua orang di bumi.

Dan pada waktu kedatanganNya itu serigala akan tinggal bersama domba, macan tutul akan berbaring di samping kambing.

Anak lembu dan anak singa akan merumput bersama-sama. Lembu dan beruang akan bersama-sama makan rumput dan anak-anaknya akan bersama-sama berbaring.

Baca juga: Renungan Harian Katolik Senin 28 November 2022, Sang Perwira Punya Iman dan Kerendahan Hati

Demikianlah kisah indah yang akan dialami manusia beriman jika hidupnya sungguh-sungguh takut akan Tuhan. Bahwa segala persaingan dan permusuhan akan berlalu dan tidak akan ada lagi.

Jika hidup manusia beriman sungguh-sungguh menyatu dengan Tuhan. Tuhanlah yang akan menjadi Bapa mereka bersama dan kekuasaan damai merajai bumi ini.

Karena itu hendaklah kita berusaha membarui hidup dan bertobat. Karena jika kita tidak bertobat, maka Tuhan tidak berkenan tinggal bersama kita.

Kita pun dalam menjalani hidup meskipun mempunyai mata tapi tidak melihatnya. Karena Tuhan tidak mengaruniakan itu ke atas kita.

Sebagai orang beriman kita hendaknya menjadi rendah hati dan siap sedia membuka diri untuk Tuhan.

Tuhan setiap waktu mau mengunjungi kita dan mau tinggal di rumah hati kita. Hanya mata batin kita yang buta sehingga kita tidak melihat Tuhan.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved