Pilpres 2024
Prabowo Subianto Belum Tentukan Figur Cawapres, Kini Beredar Nama Khofifah Indar Parawansa
Prabowo Subianto, Ketua Umum Partai Gerindra, sampai sekarang belum menentukan nama figur yang akan mendampinginya sebagai calon wakil presiden.
Sementara khusus untuk Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat, tercatat 154 juta pemilih yang tersebar di tiga provinsi ini pada Pilpres 2019 lalu.
Pada Pilpres 2019, misalnya, suara sahnya di Jawa Tengah tercatat sebanyak 21,7 juta orang.
Jumlah ini lebih sedikit 3 juta suara dibandingkan dengan Jawa Timur dan 5 juta suara dari Provinsi Jawa Barat atau Jabar.
Untuk Jawa Tengah saja, wilayah tersebut merupakan basis PDI Perjuangan. Saat Pilpres 2019, duet Prabowo-Sandiaga Uno hanya mendapat 4.944.447 suara sementara Jokowi-Maruf 16.825.511 suara.
Prabowo dipilih seperempat lebih sedikit dari suara sah, sisanya ke Jokowi. Selisihnya pun mencapai hampir 12 juta suara.
Di Jatim, suara sah di Pemilu 2019 ada 24,6 juta orang. Prabowo hanya mendapat separuh dari suara yang diraih Jokowi.
Prabowo 8,4 juta suara, Jokowi 16,2 juta suara. Prabowo-Sandi hanya menang di Jabar.
Jokowi-Maruf mendapat 10.750.568 suara, sementara Prabowo-Sandi mendulang 16.077.446 suara.
Total pengguna hak pilih di Jabar mencapai 27.467.370 orang. Adapun, jumlah seluruh suara sah mencapai 26.828.014.
Direktur Eksekutif Institute for Democracy and Strategic Affairs (Indostrategic) Ahmad Khoirul Umam menduga, Partai Gerindra masih ragu untuk mengusung Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar sebagai cawapres di Pemilu 2024.
Baca juga: Surya Paloh Tak Akan Iri Gegara Ucapan Jokowi kepada Prabowo Subianto Soal Jatah Presiden 2024
Menurut Umam, alih-alih Cak Imin, Gerindra lebih mempertimbangkan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa untuk dampingi Prabowo.
"Di satu sisi, PKB tentu mengharapkan nama Cak Imin sebagai cawapres," kata Umam kepada Kompas.com, Kamis 28 Juli 2022.
"Namun di sisi lain, ada elemen di lingkaran inti Gerindra yang mengharapkan nama Khofifah sebagai pendamping Prabowo di Pilpres 2024 mendatang," tuturnya.
Umam berpendapat, Gerindra setidaknya punya dua alasan untuk lebih mempertimbangkan Khofifah.
Pertama, partai pimpinan Prabowo Subianto itu hendak menyasar basis pemilih loyal Nahdlatul Ulama (NU), khususnya di kalangan ibu-ibu.