Kamis, 23 April 2026

Berita Belu

Wakil Bupati Belu Minta Raja Ekin Jaga Nilai Keikhlasan

figur seorang pemimpin, sekaligus meneguhkan eksistensi wilayah tersebut sebagai salah satu wilayah adat di Kabupaten Belu.

Penulis: Teni Jenahas | Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG.COM/TENI JENAHAS
KUKUH - Loro Lamaknen, Yoseph Petrus Laku Mali, S.IP mengukuhkan Dominggus Atanasus Asa, S. Pd, Gr sebagai Raja Ekin, Jumat 18 November 2022. 

Laporan Reporter POS KUPANG. COM, Teni Jenahas

POS KUPANG. COM, ATAMBUA - Loro Lamaknen, Yoseph Petrus Laku Mali, S.IP mengukuhkan dan melantik Dominggus Atanasus Asa, S. Pd, Gr sebagai Raja Ekin

Pengukuhan raja Ekin ini melalui serangkaian prosesi adat yang berlangsung di Sadan Mot Baurato Balili Ekin, Kecamatan Lamaknen Selatan, Kabupaten Belu, Jumat 18 November 2022.

Kegiatan ini hadiri dan disaksikan Wakil Bupati Belu, Dr. Drs. Aloysius Haleserens, MM, anggota DPRD Kabupaten Belu, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Camat Lamaknen Selatan, Camat Raimanuk, Para Nai di wilayah Dasa Rai Lamanen, para kepala desa, tokoh agama, tokoh masyarakat dan warga setempat.

Baca juga: Bupati Belu: Beasiswa Kedokteran Harus Kontinu

Dalam sambutan, Wakil Bupati Belu, Aloysius Haleserens mengatakan, pengukuhan adat merupakan wujud nyata pelestarian tatanan budaya dalam melahirkan figur seorang pemimpin, sekaligus meneguhkan eksistensi wilayah tersebut sebagai salah satu wilayah adat di Kabupaten Belu.

"Acara penobatan ini mengandung nilai-nilai leluhur dan keabadian yang tidak boleh kita tinggalkan. Kita tetap berpegang teguh terhadap nilai-nilai yang dianut, terutama keikhlasan. Jika kita tidak memiliki hati nurani dan ikhlas, maka diantara kita tidak saling menghargai. Dengan demikian etika kesantunan sebagai identitas adat akan hilang perlahan lahan", papar Alo Haleserens. 

Wabup berharap, ada kesadaran dan pemahaman masyarakat terhadap pengukuhan raja secara adat. Warisan adat dalam pemerintahan lokal seperti yang digelar saat ini dapat dipelihara secara turun temurun yang nantinya dapat berfungsi merawat identitas adat dan sosial budaya.

Bila ada kesepakatan yang belum terlaksana maka jangan saling menyalahkan tetapi selesaikan dengan cara yang bijaksana. 

Baca juga: Anggota DPRD Belu Merasa Senang atas Kinerja Bupati Taolin

"Mari kita bekerja sama dan menyatukan kekuatan untuk membangun Kabupaten Belu dari Lamaknen. Mari kita isi Lamaknen dengan pembangunan yang berkelanjutan dan jika ada kesepakatan yang belum terlaksana jangan kita saling menyalahkan, tetapi mari duduk bersama mencari solusi untuk membangun Rai Belu tercinta," jelas Wabup Alo.

Wabup Belu mengajak Loro Lamaknen dan Raja Ekin untuk bergandengan tangan mewujudkan masyarakat Belu yang Sehat, Berkarakter dan Kompetitif.

"Semoga Ama Nai Ekin bisa menjadi teladan bagi seluruh masyarakat Ekin. Saya percaya, di pundakmu ada kekuasaan, di pundakmu ada pelayanan, di pundakmu ada cinta dan kasih kepada masyarakat Ekin," pesannya. 

Loro Lamaknen, Yoseph Petrus Laku Mali, S.IP mengucapkan terima kasih kepada seluruh Nai di wilayah adat Dasa Rai Lamaknen yang punya kepedulian dan perhatian untuk menghadiri acara penobatan Nai Ekin.

Yoseph mengajak semua pihak untuk bekerja sama membangun Belu dengan tetap melestarikan budaya. 

Baca juga: Porprov NTT 2022, Bupati Belu Targetkan Kontingen Belu Juara Umum

"Mari kita bergandengan tangan  dengan Pemerintah Desa, Kecamatan dan Kabupaten agar adat dan program pemberdayaan dari pemerintah bisa berjalan seiring untuk mencapai satu tujuan", harapnya. (jen). 

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS
 

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved