Prakiraan Cuaca

BMKG Sebut Sirkulasi Siklonik di Laut Banda Picu Cuaca Ekstrem NTT

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika ( BMKG ) melaporkan ada Sirkulasi Siklonik di Laut Banda memicu terjadinya cuaca ekstrem di wilayah NTT. 

Editor: Alfons Nedabang
Kompas.com
Ilustrasi cuaca ekstrem. BMKG melaporkan adanya sirkulasi siklonik di Laub Banda picu cuaca ekstrem NTT. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika ( BMKG ) melaporkan ada Sirkulasi Siklonik di Laut Banda memicu terjadinya cuaca ekstrem di wilayah NTT

Kepala Stasiun Meteorologi El Tari Kupang Agung Sudiono Abadi melalui Forecaster Ni Putu Nonik Prianti, menjelaskan pengaruh Sirkulasi Siklonik di Laut Banda terhadap NTT.

"Terdapat Sirkulasi Siklonik di Laut Banda menyebabkan terbentuknya daerah pertemuan dan belokan angin di wilayah NTT," kata Ni Putu Nonik Prianti dalam keterangan tertulisnya yang diterima POS-KUPANG.COM, Jumat 18 November 2022.

BMKG mengeluarkan peringatan dini, mengimbau masyarakat waspada selama Jumat - Minggu (18-20 November).

Menurut Ni Putu Nonik Prianti, kondisi itu mampu meningkatkan pertumbuhan awan hujan konvektif yang menyebabkan potensi hujan ringan hingga lebat disertai petir dan angin kencang.

"Waspada akan potensi dampak hujan dan angin kencang yang dapat menyebabkan bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, banjir rob atau banjir di wilayah pesisir, tanah longsor, pohon tumbang, jalanan licin dan sambaran petir," imbu Ni Putu Nonik Prianti mengingatkan.

Khusus untuk daerah bertopografi curam atau bergunung atau juga tebing patut waspada akan potensi longsor dan banjir bandang pada saat terjadi hujan dengan durasi yang panjang.

Pada Jumat 18 November, potensi hujan ringan hingga lebat disertai petir dan angin kencang berdurasi singkat diperkirakan terjadi di Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, Sikka, Alor, Kabupaten Kupang, Sumba Barat Daya, Belu, Malaka, Timor Tengah Utara (TTU).

Berikutnya, Timor Tengah Selatan (TTS), Kota Kupang, Sumba Barat, Sumba Timur dan Sumba Tengah.

Baca juga: BREAKING NEWS : NTT Dilanda Hujan dengan Daya Rusak Tinggi, BMKG Sebut Fenomena Downbrust  

Baca juga: Peringatan Dini BMKG: Waspada, Fenomena Downbrust Picu Hujan dengan Daya Rusak Tinggi di Wilayah NTT

Kemudian pada 19 November, potensi hujan ringan hingga lebat disertai petir dan angin kencang terjadi di Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Alor, Belu, Malaka, TTU, TTS, Kabupaten Kupang, Kota Kupang, Sumba Barat Daya, Sumba Barat, Sumba Timur dan Sumba Tengah.

Sedangkan di tanggal 20 November nantinya terjadi di wilayah Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, Lembata, Alor, Belu, Malaka, TTU, TTS, Kab. Kupang, Kota Kupang, Sabu, Rote, Sumba Barat Daya, Sumba Barat, Sumba Timur dan Sumba Tengah.

Namun begitu diperkirakan tidak adanya wilayah yang berpotensi angin kencang selama periode tersebut.

Ni Putu Nonik Prianti juga menyebut saat ini wilayah NTT berada di periode musim hujan dengan kondisi suhu muka laut yang cukup hangat dan labilitas lokal yang kuat.

Sebelumnya, BMKG melaporkan adanya potensi downburst atau kondisi angin kencang disertai hujan secara vertikal ke bawah begitu cepat dalam durasi yang singkat dengan daya rusak yang tinggi di wilayah NTT.

Kepala Stasiun Meteorologi El Tari Kupang Agung Sudiono Abadi membenarkan adanya hal tersebut dalam keterangannya terkait prospek cuaca mulai 15 - 21 November 2022. (fan)

Ikuti berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS

 

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved