Berita Manggarai

Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Dua Dusun di Reok Barat Manggarai Tanam Pohon Pisang di Jalan Rusak

Meski telah dikunjungi beberapa anggota DPRD, namun perbaikan tak kunjung dilakukan di jalan yang menjadi akses perekonomian warga Reok Barat.

Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/HO-WARGA KECAMATAN REOK BARAT
JALAN RUSAK - Protes jalan Rusak Warga Dua Dusun di Kecamatan Reok Barat Kabupaten Manggarai aksi tanam pisang di badan jalan 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Charles Abar

POS-KUPANG.COM, RUTENG - Jalan propinsi yang menghubungkan dua Kabupaten, Manggarai dan Manggarai Barat tepatnya di Dusun Tureng dan Dusun Munta, Kecamatan Reok Barat , Kabupaten Manggarai rusak berat.

Meski telah dikunjungi beberapa anggota DPRD, namun perbaikan tak kunjung dilakukan di jalan yang menjadi akses perekonomian warga Reok Barat.

Lantaran belum mendapatkan perhatian pemerintah, warga dua dusun di wilayah itu , Dusun Tureng Desa Ngalak dan Dusun Munta Desa Kajong, melakukan protes dengan menanam pisang sepanjang jalan rusak tersebut pada Rabu 16 September 2022.

Warga sekitar yang menjadi saksi hidup buruknya infratruktur jalan di wilayah itu merasa tidak nyaman dengan kondisi jalan yang tiap hari semakin parah kondisinya, namun pemerintah seakan tutup mata.

"Jalan ini kondisinya sangat parah tapi Pemprov NTT seakan tutup mata dengan keadaan jalan ini," ungkap salah seorang warga.

Memasuki musim hujan, kendaraan yang melewati jalur itu roda dua maupun roda empat harus bersusah payah dan membutuhkan waktu berjam-jam untuk keluar dari jalur berlumpur tersebut.

Finus, warga setempat bahkan menyebut ada kendaraan roda empat yang terpaksa "menginap" akibat kondisi jalan yang tak memungkinkan untuk dilewati.

Baca juga: Gangguan Ginjal Akut Misterius, Tim Dinas Kesehatan Manggarai Sidak Beberapa Apotek di Kota Ruteng 

"Ada mobil yang tidur sini karena tidak bisa lewat karena lumpur ini, saya berharap Pemprov NTT secepatnya mengerjakan ruas jalan ini," ungkap Finus warga setempat.

Warga menyebut ada dua titik yang mengalami rusak parah sehingga sangat sulit dilalui kendaraan.

"Kami sangat kesulitan sekali kalau musim hujan seperti sekarang ini karena lumpur dan genangan air yang cukup tinggi membuat roda empat tidak bisa melewati dua titik tersebut," ungkapnya.

Mereka mengharapkan upaya darurat dari dari pemerintah agar roda perekonomian yang menghubungkan dua kabupaten itu tetap berjalan lancar. (Cr2)

Ikuti berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved