Berita Kupang
Basarnas Terjun ke Sungai Sumlili Bantu Pencarian Korban Terseret Banjir
Namun setelah dikonfirmasi, Kantor SAR Kupang Nella Amabi mengungkapkan hasilnya hingga siang pukul 12.00 Wuta masih nihil.
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Tapehen
POS-KUPANG.COM, OELAMASI - Pencarian hari kedua korban terseret banjir Atrohanis Malafu di Sungai Sumlili Desa Kalali Fatuleu Barat hingga Selasa 15 Nobember Pukul 12.00 Wita hasilnya masih nihil.
Pencarian yang dilakukan sejak pukul 16.00 Wita kemarin oleh warga setempat mendapat tambahan 7 orang personil BASARNAS.
Tim tiba di lokasi pencarian pada pukul 05.00 WITA. Dibantu warga setempat, pencarian dilakukan dengan cara menyisir bantaran sungai Sumlili hingga ke muara di Pantai Barate.
Baca juga: 74 Kades Pemenang Pilkades Serentak di Kabupaten Kupang Tunggu Jadwal Pelantikan
Namun setelah dikonfirmasi, Kantor SAR Kupang Nella Amabi mengungkapkan hasilnya hingga siang pukul 12.00 Wuta masih nihil.
"Masih pencarian masih nihil," ungkapnya singkat.
Banjir sungai Sumlili Desa Kalali Kecamatan Fatuleu Barat memakan korban dengen menyeret pasangan suami istri, Atrohanis Malafu (43) dan Tersia Teti (42).
Kejadian tersebut diketahui terjadi pada Senin 13 November 2022 sekitar pukul 15.00 Wita saat kedua korban bersama kerabat lainnya baru saja kembali dari ladang.
Menurut cerita salah satu kerabat korban yang ikut kembali dari ladang menuturkan kedua korban yang hendak menyeberangi arus sungai, terseret karena derasnya arys sungai yang sedang banjir.
Baca juga: BREAKING NEWS : Pasangan Suami Istri Terseret Banjir Sungai Sumlili, Istri Ditemukan Tak Bernyawa
Lalu keduanya hanyut terbawa sekitar pukul 15.00 Wita dan informasi terkahir baru istrinya Tersia Teti (42) yang sydah ditemukan dalam kondisi tak bernyawa.
Pada saat kejadian kedua korban sambil bergandengan hendak menyeberangi banjir di sungai Sumlili – Desa Kalali saat kembali dari kebun bersama beberapa kerabatnya.
Korban Atrohanis Malafu, masih sempat membantu menyeberangkan beberapa kerabatnya.
Tiba giliran ingin menyeberangkan isterinya, korban Tersia Teti yang digandengnya tiba-tiba terjatuh lansung reflek ikut menyeret suaminya.
Keduanya langsung terbawa arus dan hingga saat ini korban Atrohanis Malafu belum ditemukan, sementara istrinya Tersia Teti telah ditemukan dalam keadaan tak bernyawa. (ary)
Ikuti berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS