Berita NTT

KADIN NTT dan Pemkab Belu Bahas Peluang Pasar Perbatasan RI-TL

perbatasan yang selama ini sudah pernah berjalan dengan baik tetapi kemudian pada saat Covid-19 terhenti.

Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG/HO/BOBBY LIANTO
RAKOOR - KADIN NTT bersama Pemerintah Kabupaten Belu dan stakeholder perbatasan menggelar rapat koordinasi bahas peluang pasar perbatasan dan free trade zone di kawasan Motaain, Kabupaten Belu, NTT   

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Asti Dhema

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Kamar Dagang dan Industri Provinsi Nusa Tenggara Timur (KADIN NTT) bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Belu membahas peluang pasar perbatasan Republik Indonesia dan Timor Leste.

KADIN NTT bersama Pemerintah Kabupaten Belu dan stakeholder perbatasan menggelar rapat koordinasi membahas terkait peluang pasar perbatasan dan free trade zone di kawasan Motaain, Kabupaten Belu, NTT. 

Pertemuan ini dihadiri Ketua Kadin Umum NTT Bobby Lianto, Bupati Belu Taolin Agustinus, Konsulat Timor Leste, Deputi Bidang Pengelolaan Perbatasan dan seluruh stakeholder di lingkup perbatasan Motaain. 

Baca juga: Cuaca Maritim NTT, Bali, NTB, Peringatan Gelombang Tinggi BMKG: Waspadai Laut Sawu dan Selat Sumba

Ketua Umum Kadin NTT Bobby Lianto mengatakan dalam pertemuan tersebut ada beberapa hal yang dibahas. Dimulai dari pasar perbatasan yang selama ini sudah pernah berjalan dengan baik tetapi kemudian pada saat Covid-19 terhenti.

"Kami menginisiasi untuk bisa dapat dibuka kembali," kata Bobby pada Selasa, 8 November 2022.

Selain permintaan untuk dibuka kembali, dalam pertemuan tersebut ada beberapa hal kendala yang ditemukan berupa border pass dari wilayah perbatasan dari Timor Leste yaitu Distric Bobonaro dan juga di pintu masuk motaain. 

"Mereka mau mendapat border pass harus mengurusnya di Kota Dili. Ini yang kami minta untuk memberikan kemudahan," lanjutnya.

Kemudahan ini pun telah disampaikan kepada Konsulat Republik Demokrat Timor Leste sehingga bisa diteruskan kepada Presiden Timor Leste bahwa border pass bisa dipermudah sehingga mereka bisa masuk.

Baca juga: BMKG: Sejumlah Wilayah NTT, Bali, NTB, Jatim dan Jakarta Hujan Sedang-Lebat disertai Petir Hari ini

Selanjutnya, dalam pertemuan tersebut juga dibahas dari Timor Leste boleh masuk ke wilayah perbatasan untuk membeli secara unlimited. 

"Berapapun mereka bisa beli di pasar perbatasan tetapi sebaliknya yang dari Indonesia hanya bisa membeli tapi di batasi sebesar 50 dolar," kata Bobby. 

Ia mengaku, mungkin ini dari peraturan yang sudah lama dari 2003 namun dalam pertemuan ini diusulkan untuk bisa melakukan perubahan sehingga nilainya bisa disesuaikan. 

"Pada prinsipnya penyesuaian unlimited untuk menjadikan pasar perbatasan ini sebagai satu keuntungan khusus untuk masyarakat perbatasan antara Distric bobonaro dan juga motaain," jelas Bobby. 

Ia berharap dengan adanya pasar ini maka hubungan bilateral pasar perbatasan yang mengacu pada perekonomian yang baik. KADIN juga akan mendukung dengan menyiapkan fasilitas lainnya seperti toko-toko.

Baca juga: Kepala Ombudsman NTT Sampaikan Ini ke Disparekraf Mengenai Zona Integritas

Sehingga dari pertemuan tersebut, ungkap Bobby, diputuskan untuk akan melakukan kunjungan berikut ke Timor Leste yang direncanakan pada awal Desember bersama Bupati Belu dan para stakeholder lainnya. (dhe)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved